
Lina kembali mengagetkan rifa, lina merasa heran kenapa dia melamun terus.
" hei sebenarnya ada apa denganmu" lina mencoba bertanya kepada rifa
" tidak ada, oh ya kamu pernah bilang geng naga merah dulu" rifa mengalihkan pembicaraan
" ya memangnya kenapa" lina bertanya lagi sembari meminum kopi yang ada di tangannya
" apa kamu tau kalau geng itu sering memeras orang-orang disini"
"itu bukan rahasia lagi" lina melihat sekeliling
" maksudmu mereka memang......" lina menutup mulut rifa
" jangan keras-keras disini tersebar banyak anggota geng naga merah itu, mereka akan mencelakai orang-orang yang membahas mereka" lina berbicara pelan sekali pada rifa
"tapi kita tidak bisa diam saja seperti ini, mereka semua harus di tangkap , karena mereka kejam " tampak sekali rifa marah
"itu memang rifa yang aku kenal" lina hanya menggeleng-gelengkan kepalanya
Lina sudah paham betul bagaimana sifat rifa. Mereka menjadi teman semenjak masuknya rifa ke kampus itu.
Rifa tidak menghiraukan ucapan raka pada saat itu. Meskipun dia terganggu dengan pengakuan raka yang tiba-tiba. Dia mengesampingkan itu dan fokus menangkap anggota geng naga merah itu.
Rifa menghubungi reza dan anak buahnya untuk mengintai dan melakukan penangkapan.Menurut laporan yang rifa dapat anggota geng naga merah itu tersebar di semua jalan.Oleh sebab itu dia dan anak buahnya berpura-pura menjadi pengunjung untuk mengelabui mereka.
"ingat ini kalian semua harus berhati-hati jangan sampai terluka, atau sampai melukai orang-orang yang ada disini" rifa memberi intruksi ke anak buahnya
"baik komandan" semua serentak menjawab rifa
"apa ini akan berhasil melihat begitu banyak pengunjung disini" reza tampak khawatir
Saat rifa berpura-pura sedang makan raka menghampirinya. Rifa kaget dan tampak canggung melihat raka. Namun raka biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa kepada mereka berdua.
"apa kamu tidak mendengarkan apa yang aku minta sebelumnya" raka duduk bersama rifa dan reza
" a.....apa maksudmu " rifa tampak bingung sendiri
"hei ada apa denganmu hari ini" reza melihat rifa yang tampak aneh
"aku sudah memberi tau kamu untuk tidak berurusan dengan geng ini kenapa tidak mau mendengarkan" raka tiba-tiba memegang tangan rifa
rifa benar-benar terkejut lalu berusaha melepaskan tangannya dari raka " apa yang kamu lakukan"
Reza yang melihat adegan ini juga sangat terkejut.Dia berfikir sudah terjadi sesuatu antara komandannya itu dengan raka.
"kalian bisa tenang dulu , ini benar-benar harus berhasil, jadi saya mohon kerja sama kalian berdua" reza memecahkan keheningan
" tapi pa , kenapa bapak melibatkan rifa , ini sangat berbahaya" raka menekankan ucapannya itu
" kebetulan rifa berada disini saja dia tidak ikut campur, tapi kalau kalian mau membantu bisa saja" reza menyarankan itu lalu kakinya diinjak oleh rifa
" baiklah kalau begitu saya akan membantu percuma saja kalau saya pergi dia tidak akan mau ikut denganku" raka menunjuk ke arah rifa
"baiklah tapi kalian harus hati-hati"
Rifa tidak berani melihat ke arah raka lagi. Dia benar-benar bingung dengan pikirannya. Lalu akhirnya mereka memutuskan untuk fokus .
Hal yang ditunggu akhirnya datang, para gangster itu mulai beraksi . Rifa dan semuanya menunggu momen yang tepat untuk menangkap mereka . Hingga celahpun ditemukan .Mereka langsung beraksi menangkap para gangster itu.