Your Police

Your Police
08



" apa ini semua barang yang dikirim hari ini " tanya rio pada anak buahnya


" iya bos , ini semua barangnya" jawab salah satu dari mereka


" baiklah bereskan itu , jangan sampai ada yang lihat kalian paham" perintah rio


" baik bos" jawab mereka semua sambil memindahkan barang-barang tersebut ke sebuah ruangan bawah tanah


" rian apa penjualan meningkat " tanya rio pada temannya


" banyak yang meminta barang itu akhir-akhir ini kamu tenang saja" rian menepuk pundak rio


" bagus jangan sampai ada masalah , kalau tidak bos besar akan marah pada kita" ucap rio sembari duduk


" kamu benar !" rian berhenti sejenak lalu duduk disamping rio "tapi kita belum pernah melihat bos besar secara langsung, setiap bertemu dia selalu menggunakan topeng"


" dari awal aku mengikuti dia hingga menjadi tangan kanannya , aku tidak berpikir tentang ini , sekarang kamu bilang seperti ini aku juga penasaran bagaimana wajah bos besar kita" kata rio


" kalau dilihat dari bentuk tubuhnya aku rasa dia memilki wajah yang kejam" timpal rian


" entahlah , kita tidak usah membahas itu " rio memperingati


" hmmm lebih baik kita mengolah bahan yang baru datang itu" rian berdiri lalu menghampiri para bawahan itu untuk mengecek


Rio dan rian merupakan tangan kanan dan kiri bos besar itu. Mereka berdua sudah lama berada digeng tersebut. Meskipun mereka sudah lama berada digeng naga merah , mereka tidak tau seperti apa wajah bos besar mereka. Jangankan wajah bahkan nama aslinya pun tidak tau.


Pagi- pagi rifa sudah bersiap akan ke kampusnya. Seperti biasa dia menyesuaikan pakaiannya untuk ke kampus.


" wah aku benar-benar tidak percaya dengan diriku sendiri , aku merubah gaya busanaku menjadi seorang gadis muda seperti ini" sembari melihat ke cermin


" baiklah hari baru , aku harus mendapat informasi lebih hari ini" rifa yang menyemangati dirinya sendiri


Saat keluar rumah betapa terkejutnya dia melihat ada raka yang sudah memarkirkan motor di depan rumahnya.


" ya ampun ni orang mau apa lagi pagi-pagi begini sudah berada di rumahku" gerutu rifa


"tunggu dulu jadi kamu kesini untuk menjemputku " tanya rifa


" tentu saja memang aku mau menjemput siapa lagi disini" jawab raka


" tapi aku punya mobil "


" apa kamu pikun, bukankah mobilmu kemarin ditinggal di kampus" kesal raka


" ahhh iya aku lupa " menepuk jidatnya


" berapa umurmu, masih muda sudah jadi pelupa seperti ini" ejek raka


" hei jangan bawa-bawa umur ya , mentang-mentang kamu lebih muda kamu ....." rifa berhenti sembari menutup mulutnya


"apa yang kamu katakan" tanya raka menyelidiki rifa


" tidak ada aku hanya asal bicara saja"


" oh ea sudah ayo berangkat, lama-lama kepalaku pusing mendengar ocehanmu itu" ajak raka sembari menyalakan motornya


rifa memakai helm dan menaiki motor raka . "hampir saja aku keceplosan tadi , untung dia tidak penasaran kalau tidak habislah sudah, tapi ternyata dia orangnya pengertian juga , dia tidak sedingin yang aku bayangkan " ucap batin rifa


Pelajaran dimulai mereka semua kedatangan dosen yang baru dilihat rifa . Dia adalah seorang asisten dosen yang menggantikan profesor yang sedang izin sakit.


" Pagi semua saya tidak harus memperkenalkan diri disini, kalian sudah tau saya siapa kan " ucap dosen itu


" ya senior kami tau" jawab siswa perempuan serentak


" karena profesor sedang sakit untuk sementara saya akan menggantikannya "


" lina siapa dia " tanya rifa pada lina


" oh dia senior kita dia rezky , dia biasa menggantikan profesor disini" jawab lina sembari memandang dosennya