
Hari berikutnya rifa mengikuti seseorang yang dia curigai . Dia mengikuti orang itu hingga akhirnya sampai di sebuah gang kecil. Tapi orang itu tiba-tiba menghilang dari pandangan rifa.
" kemana dia pergi" rifa tengak tengok mencari orang itu
" untuk apa kamu mengikutiku" orang itu keluar yang mengagetkan rifa
"akh tidak , aku hanya kebetulan sedang jalan saja" elak rifa
" banyak omong kamu " orang itu menyerang rifa
Rifa langsung menghindar, dia terus mengindar saat akan di pukul. Hingga akhirnya rifa terkena pukulan tepat di perutnya, yang membuat rifa jatuh tersungkur. Saat dia akan ditendang, seseorang membantunya.
Lagi-lagi itu rezky, dia yang membantu rifa lagi kali ini. Orang itu akhirnya kalah oleh rezky.
"apa kamu tidak apa-apa" rezky menghampiri rifa
" huhuhu, aku tidak apa-apa" jawab rifa sembari memegang perutnya
" kamu ini, kenapa setiap bertemu denganmu kamu selalu dalam masalah"
" haa aku juga tidak tau kenapa" rifa mencoba berdiri
" biar aku bantu " rezky memapah rifa
" terima kasih , aku berhutang lagi padamu"
"tidak usah dipikirkan , aku senang bisa membantumu" rezky terus memapah rifa
" senang rasanya bisa mengenal orang baik sepertimu" rifa memuji rezky
"bagaimana kamu pulang,apa perlu ku antar"
" tidak perlu aku bisa pulang sendiri" saat mencoba menolak hpnya berbunyi , itu ternyata telfon dari raka
" hallo" jawab rifa
" kamu dimana , kenapa setelah kelas kamu langsung pergi " raka terdengar khawatir
" huhuhu , aku berada diluar kampus sekarang" jawab rifa sembari terbatuk-batuk
"apa yang terjadi denganmu, sekarang kamu dimana biar aku kesana sekarang "
" eh aku disamping kampus di gang kecil dekat warung bakso"
"kamu tunggu disitu" perintah raka lalu menutup telfonnya
"kamu tidak perlu mengantarku , raka akan kesini nanti" rifa menoleh ke arah rezky
"oh ternyata sudah ada yang jemput" ledek rezky
"apa raka kekasihmu" tanya rezky
" haaaa,,,,,,tentu saja bukan" jawab rifa
" iyakah tapi dia begitu perhatian denganmu"
"i....itu karena kita satu kelas saja " rifa terlihat gugup
" owh baguslah kalau begitu"
"apa maksudmu" tanya rifa
" tidak ada, jadi kamu akan menunggu dia datang, kalau begitu biar aku menemanimu sampai dia datang"
Tidak lama kemudian raka akhirnya tiba. Dia terlihat ngos-ngosan
" apa kamu berlari kemari" tanya rifa pada raka yang masih mengatur nafasnya sembari membungkuk
" hmmm aku takut kamu kenapa-napa" raka berdiri tegak lalu melihat rezky yang sedang merangkul pundak rifa. Dengan refleks dia meraih rifa dan merangkulnya.
"rifa biar aku yang urus, terima kasih senior sudah membantu" raka melihat rezky
" owh bukan apa-apa kebetulan tadi aku lewat, lalu melihat dia hampir dipukul oleh orang" jawab rezky
" kalau begitu kami pergi dulu" kata raka sembari memapah rifa untuk pergi
" terima kasih kamu sudah menolongku lagi , lain kali akan kutraktir " ujar rifa
" hmmm baiklah akan kutunggu traktiranmu " rezky melihat kearah raka
Akhirnya mereka berdua pergi meninggalkan rezky dan menuju ke parkiran .Raka terus mengingatkan rifa untuk tidak berkeliaran sendirian. Saat di mobil raka terus berbicara pada rifa .
" apa kamu masih mencari tau tentang orang-orang yang membeli vitamin itu" tanya raka sembari menyetir
" dari mana kamu tau" rifa terlihat kaget
" ayolah , setiap kali aku selalu melihatmu kesana kemari " jawab raka
" aku hanya penasaran saja"
" aku sudah memperingati kamu berkali-kali jangan pernah terlibat tentang hal ini" raka terlihat kesal
" kenapa kamu tampak kesal "
" aku kesal karena kamu, aku takut kamu dalam bahaya " raka mengeraskan suaranya
Rifa kaget dengan tindakan raka. Dia tidak menyangka bahwa raka begitu perhatian dengannya.