
"namanya wulan dia mahasiswa jurusan kedokteran ternyata" rifa membaca laporan yang diberikan reza
" ya , tapi apa kamu tau dia ternyata kekasih dari korban pembunuhan waktu itu" reza berbisik kepada rifa
" maksudmu pembunuhan ruang kesenian itu"
"iya " reza menganggukan kepalanya
Saat sedang melakukan penyelidikan, raka tiba-tiba menghampiri rifa .
"apa kamu akan mengganggu pekerjaan polisi lagi" raka sedikit kesal kepada rifa
" hei aku disini saksi kenapa aku harus mengganggu tugas kepolisian" rifa terlihat cemberut
" lagian kamu suka sekali terlibat dalam masalah" raka memukul dahi rifa
Rifa mengusap-usap dahinya "sakit tau , lagian kamu ngapain ikut-ikutan kesini"
"aku khawatir kamu membuat masalah lainnya" jawab raka lalu memalingkan pandangannya ke monitor cctv
Reza yang melihat tingkah laku raka yang memperlakukan rifa seperti itu hanya bisa tersenyum.Dia tidak mengira ada orang yang berani memukul kepala komandannya itu.
Bahkan penjahat yang mereka tangani selama ini tidak bisa menyentuh rifa sedikitpun. Tentu saja karena keterampilan bela dirinya.
"hei lihat bukankah kita pernah melihat orang ini" raka menunjukan temuannya pada rifa
"benarkah" rifa langsung melihat rekaman cctv itu
"iya bukankah dia para perampok yang ada di desa waktu itu"
" hmmmm, kenapa mereka sampai kesini" raka menopang dagu dengan tangannya
"kamu cari tau identitas orang ini, setelah itu serahkan padaku" rifa memerintahkan reza
"baik" jawab reza singkat
"kamu berani sekali memerintah mereka" raka heran kepada rifa
"i.......tu aku meminta tolong dan juga membantu mereka" rifa terlihat sekali gugup di depan raka
" aku ingin membantu pihak polisi dulu , kamu bisa pulang duluan "
"lalu bagaimana kamu pulang nanti "
"aku akan pulang naik taxi" rifa kembali melihat cctv
"kalau begitu aku juga akan disini" lalu raka duduk di samping rifa
"terserah kamu" rifa sedikit kesal karena dia tidak bisa leluasa melakukan penyelidikan karena adanya raka disitu
Reza kembali dengan laporan di tangannya. Dia langsung memberikan laporan itu kepada rifa. Hal itu membuat raka heran, karena pihak kepolisian begitu menuruti perkataan rifa.
Saat tengah membaca laporan itu ,rifa ingat bahwa ada raka yang sedang memperhatikan gerak geriknya
" hmmm...... ini hanya untuk mencari informasi saja" rifa terlihat cemas karena dia tau kalau raka curiga dengan sikap reza padanya
" apa yang kamu bicarakan, kenapa kamu gugup seperti itu" raka mencoba mengalihkan pikiran rifa
" dia merupakan mantan narapidana tahun lalu" reza menunjukan sebuah dokumen kepada rifa
"ok terima kasih kamu........ maksud saya , bapak tenang saja saya akan membantu sampai akhir" rifa melihat ke arah raka
" terima kasih atas bantuannya " reza membantu rifa berakting di depan raka
" kalau begitu kami akan pulang dulu, jika kami menemukan sesuatu kami akan memberi tau pihak polisi" kata rifa sembari berdiri dari tempat duduknya
"ya " reza mencoba berjabat tangan dengan rifa dan raka
raka membalas berjabat tangan "kalau begitu kami permisi , kami akan membantu sebisa kami"
Mereka berdua akhirnya pergi dari tempat itu. Seperti biasa rifa langsung bertindak sendiri setelah berpisah dengan raka. Dia mencoba mencari petunjuk , hingga dia menemukan hasilnya.
Dia meminta reza untuk menangkap orang yang mencoba melakukan pembunuhan itu. Motif dari orang itu adalah untuk membalas dendam atas perlakuan korban dulu padanya.
Itulah sebabnya dia bertemu dengan raka dan rifa saat itu . Karena ternyata dia mengikuti korban yang mengikuti kegiatan saat itu.Dia berencana membunuh korban saat itu namun ternyata ada raka dan rifa .