
Setelah kasus ditutup, rifa seperti biasanya mencari informasi tentang para gangster itu.
"aaahhh sepertinya ketua geng naga merah ini begitu hati-hati" rifa menendang kaleng di depannya lalu mengenai seseorang
"apa kamu yang membuang sampah ini" ternyata itu rezky yang menghampiri rifa sembari membawa kaleng di tangannya
"auw apa itu mengenaimu tadi , maaf aku benar-benar tidak sengaja"
"tidak apa-apa , lain kali hati-hati untung tadi aku yang kena kalau orang lain sudah marah-marah pastinya" rezky membuang kaleng itu ke tempat sampah
"hmmm sekali lagi aku minta maaf" rifa menundukan kepalanya
"ok tidak masalah, oh ya bagaimana ujianmu "
" oh baik, aku rasa bisa menyelesaikannya" rifa kemudian berjalan lalu di ikuti oleh rezky
"oh aku dengar kemarin kamu juga membantu kepolisian lagi benarkan" rezky bersemangat sekali ingin tau
"kebetulan aku ada disana saat kejadian"
" itu bagus , kamu bisa membantu polisi" rezky menepuk pundak rifa
" oh ya aku duluan ya "
"ok semangat untuk ujianmu" rezky memberi semangat kepada rifa
"ok bye" rifa melambaikan tangannya yang di balas oleh rezky
(rezky benar-benar orang yang baik, dia benar-benar dewasa beda sekali dengan raka, ya walaupun sebenarnya raka juga cukup baik, eh tunggu dulu kenapa aku membandingkan rezky dengan raka) rifa memukul-mukul kepalanya
Ujianpun berakhir, rifa sangat merasa kelelahan karena dia harus belajar lagi untuk mengikuti ujian.
Rifa sadar akhir-akhir ini raka seperti menghindarinya. Itu membuatnya seperti kehilangan sesuatu.
Raka sudah tidak lagi mengantar atau menjemputnya lagi. Dia kampus setelah ujian dia akan langsung pergi lalu menghilang entah kemana.
"raka kenapa kamu tidak menjemputku lagi" rifa memberanikan diri bertanya kepada raka
Raka terkejut saat melihat rifa berdiri di sampingnya "tidak apa aku hanya lekas pulang setelah ujian, dan fokus kepada ujianku"
"ooww kukira kamu sedang menjauhiku"
"tidak, kenapa aku harus menjauhimu " raka tampak gugup
"apa kamu yakin " rifa mendekatkan wajahnya ke raka
"kalau begitu mau makan siang bersama, ini sebagai tanda terima kasihku karena sudah membantuku kemarin"
"ok" raka kembali memasang wajah datar dan dinginnya itu
" ayo kita jalan" rifa menarik tangan raka
Mereka memilih tempat makan yang dekat dengan kampus. Rifa merasa senang melihat raka kembali seperti semula terhadap dirinya.
Raka memang sengaja menjauhi rifa atas pernyataannya saat itu. Tapi tidak disadari oleh rifa, dia merasa malu pada dirinya sendiri. Itulah sebabnya dia menjauhi rifa untuk menenangkan dirinya .
" kamu mau makan apa" tanya rifa yang sedang memegang daftar menu
" terserah kamu saja " raka seperti sedang memerhatikan seseorang
"apa yang kamu lihat" rifa juga ikut tengak-tengok
" tidak ada , kamu pesan saja makanannya"
"oww kalau begitu aku akan pesan sesuai keinginanku ok"
"hmmm" raka menganguk-anggukan kepalanya
(aku tau kamu pasti merasa ada orang yang sedang mengikuti kitakan, aku tidak menyangka ternyata kamu juga bisa mengetahui hal ini) gumam rifa di hatinya
Merekapun akhirnya makan, saat sedang makan tiba-tiba sekelompok orang meminta uang kepada pemilik restoran dengan paksa.Hal itu membuat keributan dan membuat orang yang makan tampak panik.
Saat mereka akan keluar ternyata pintu masuk sudah di blokir oleh orang-orang itu.
Pemilik restoran itu tampak takut, kepada orang-orang itu.
"kamu belum setor uang kepada kami, apa kamu sudah bosan hidup" salah seorang dari mereka memojokan pemilik restoran itu
"bukan seperti itu , kami pasti akan menyetorkan uangnya" jawab pemilik restoran ketakutan
" bagus ingat untuk setor tepat waktu , kalau tidak geng naga merah kami akan menghancurkan tempat makanmu ini" orang itu mengancam lagi
"iya kami akan bayar" pemilik restoran memberi sejumlah uang
Rifa yang sembari tadi melihat kejadian itu kaget mendengar nama geng naga merah disebutkan. Tadinya dia ingin membantu namun dihentikan oleh raka.
Dia merasa menemui titik terang tentang keberadaan geng naga merah itu.