
" baik ayo makan dulu biar aku yang traktir" usul rifa yang langsung disetujui lina
Mereka berdua mencari tempat makan, diperjalanan mereka dicegat sekelompok orang.
" akhirnya aku menemukanmu nona" ucap salah satu dari mereka
" mau apa kalian " tanya rifa
"tidak ada hanya ingin bersenang-senang saja" jawab orang tadi
" aku tidak ada masalah dengan kalian kenapa mencariku"
" kami tidak tapi bos kami iya, kamu sudah merusak nama baik bos kami" kata mereka
" apa kalian semua anak buah rio" tanya rifa
" kamu tidak perlu tau " sembari menyerang rifa dan lina
Rifa dapat menghindar dan membalas serangan itu. Rifa dan lina menyerang bersamaan , rifa memukul mereka satu persatu begitu juga lina. Baku hantam diantara mereka terjadi , hingga rifa sadar tentang misinya bahwa dia harus berpura-pura lemah.
"oh tidak bagaimana ini, aku harus berpura-pura lemah sekarang jika tidak semuanya akan selesai" ucapnya
Serangan rifa melemah dia terkena pukulan tepat di pundaknya . Itu membuatnya jatuh tersungkur, mereka menyerang rifa dengan keras. saat salah satu dari mereka hendak menusuk rifa seseorang membantunya . Dia adalah senior rezky , dia membantu rifa dan lina menghajar mereka semua. Mereka semua babak belur dan melarikan diri .
"apa kalian baik-baik saja" tanya rezky pada rifa dan lina
" aaah senior ya kami tidak apa-apa" jawab lina
" apa kamu tidak apa-apa" rezky mencoba membantu rifa berdiri
" iya senior saya tidak apa-apa" jawab rifa
" eh rifa kamu kenapa" lina memapah rifa
" tadi aku terkena pukulan mereka "
"apa kamu yakin , apa perlu ku antar ke rumah sakit" rezky menawarkan bantuan
" tidak usah senior , ini bukan hal yang besar" mencoba menolak rezky
"kalau begitu biar kuantar kalian pulang" tawar rezky
" aku membawa mobil tidak perlu merepotkan senior " tolak rifa dengan halus
"tidak apa-apa biar aku yang menyetir mobilnya mana kuncinya " pinta rezky
" tapi bagaimana senior pulang nanti " tanya rifa
" tidak apa- apa aku akan memanggil taksi nanti"
" oh tidak apa- apa biar senior mengantar kita pulang" usul lina
" baiklah maaf merepotkan senior " memberikan kunci mobilnya
Mereka bertiga mengendarai mobil menuju rumah rifa. Sesampainya disana ternyata sudah raka yang menunggu rifa .
" kemana saja kamu ini aku menghubungimu tapi tidak aktif" kesal raka
"maaf baterai hpku habis" jawab rifa
" kenapa senior bersama kalian, lalu kamu kenapa? apa yang terjadi padamu" raka terlihat khawatir melihat rifa dipapah lina
" kamu terlalu banyak bicara" timpal lina
" sudahlah aku tidak apa-apa, untuk apa kamu ke rumahku " ucap rifa
" kita harus menulis laporan kan" jawab raka
" oh " dengan nada datar rifa berbicara lalu menoleh kearah rezky "terimakasih sudah menolong dan mengantarku pulang senior"
" oh tidak perlu sungkan seperti itu" ucap rezky yang memberikan kunci mobil pada rifa "kalau begitu aku pamit pulang dulu "
"sekali lagi terima kasih"
"senior bolehkah aku pulang bersama denganmu jalan kita searah" tanya lina
" baiklah " jawab rezky
"aku pulang dulu , kamu tidak apa-apakan"
" pulanglah aku baik-baik saja" suruh rifa
"kalau begitu aku balik ya, kamu tolong jaga rifa ya " menunjuk raka
" aku bukan orangtuanya kenapa harus menjaganya" tolak raka
lina memukul kepala raka "kamu kan akan mengerjakan tugas dengannya"
" itu berbeda "
" terserah kamu pokoknya aku titip rifa , bye " lina dan rezky meninggalkan mereka berdua
" ayo masuk kalau begitu " ajak rifa
" apa kamu bisa berjalan sendiri" tanya raka
" tenanglah aku tidak selemah itu" rifa berjalan sembari menahan sakit dibahunya