Your Police

Your Police
19



" suara cctv itu memang tidak jelas, tapi pihak kepolisian bisa memanggil ahli untuk membaca gerak bibir"


"lalu korban tidak terima dan mengancam untuk melaporkan ini kepada pihak kepolisian, benarkan"


"karena kalian takut ini bocor, saat korban akan pergi dari belakang kamu menghantam benda tumpul di kepalanya, karena hasil otopsi mengatakan bahwa ada pembekuan di kepala korban , jadi sebelum korban meninggal karena kehabisan nafas dia sudah pingsan terlebih dahulu"


"lalu kamu mengambil peti kosong dari ruang kesenian dan memasukan korban ke dalamnya lalu menyeret peti itu ke ruang kesenian , ini ditandai dengan bekas lantai yang tergores di bawah panggung"


"dan akhirnya menggantung korban hingga meninggal dan membuat itu seolah-olah bunuh diri"


"tangkap dia" reza memerintahkan anak buahnya


Rian diam tidak membantahnya.Akhirnya diapun ditangkap dan kasus ditutup. Tapi rifa tidak senang karena rio berhasil kabur.


"kamu ternyata hebat sekali rifa" lina memuji rifa


" hanya kebetulan saja "


" kemarin kita mencari tau bersama tapi kamu tidak mengatakan apapun" raka menghampiri rifa


" aku hanya belum yakin tentang itu"


"kamu seperti seorang polisi sungguhan " lina merangkul pundak rifa


"ahh iya karena aku ingin jadi polisi" jawab rifa dengan gugup


Rio ternyata bersembunyi di markas utama. Dia mengahadap bos besarnya.


" kamu bisa lolos sekarang" kata bos besar itu sembari mengetuk-ketuk kursinya


" iya bos terima kasih , tapi sekarang saya menjadi buronan " jawab rio terbata-bata


" ubah identitasmu lalu pergi ke kota D , urus pekerjaan disana"


" baik bos saya akan melakukan itu dengan baik" ujar rio lalu berdiri dan meninggalkan bos besar itu


Bos besar itu memanggil seseorang. Lalu orang itu menghampiri bos besar itu. Orang itu duduk di pangkuan bos besar .


"tampaknya para polisi ini benar-benar cari masalah" ucap bos besar itu


"kamu harus meghancurkan mereka" sembari memegang dagu orang di pangkuannya


Tidak terasa ternyata rifa menyamar sudah lama. Namun, dia belum menemukan siapa ketua gangster itu. Dia belum menemukan petunjuk apapun tentang para gangster itu.


Itu membuat rifa sedikit kesal. Karena ini pertama kalinya dia tidak cepat melaksanakan tugasnya. Dia tidak bisa cepat membongkar identitas itu, dan sampai sekarang belum bisa menangkap rio.


Walaupun begitu dia terus mencari tau banyak informasi. Ditambah lagi info dari rian yang dia tangkap sebelumnya. Namun, saat menggeledah tempat yang di beritahu rian dia tidak menemukan apapun. Itu hanya bangunan kosong saja.


Hari demi hari berlalu rifa tetap menyamar di kampus itu. Dia yakin bisa menangkap para gangster itu.Saat rifa di perpustakaan mencari bahan studinya dia bertemu rezky.


" aauuww kamu disini juga " tanya rifa sembari duduk dengan membawa buku di tangannya


" hei rifa" sapa rezky kepada rif


" apa kamu banyak tugas sekarang" rifa mulai mengobrol dengan rezky


"hmmmm tugasku benar-benar menumpuk" rezky tampak mengeluh " oh ya aku dengar kamu membantu polisi waktu itu untuk menangkap tersangka"


" ah itu bukan apa-apa" rifa melambai-lambaikan tangannya


" kamu benar-benar hebat, aku saja sebagai seniormu belum pernah memecahkan kasus apapun" ujar rezky


" kamu terlalu menyanjungku" rifa terlihat malu


"itu kenyataannya kan " sambung rezky


" tidak juga , eh apa kamu sudah makan siang" rifa mencoba mengalihkan pembicaraan


" belum , kenapa memangnya" tanya rezky


" bagaimana kalau kita makan bersama, bukankah aku mempunyai hutang traktiran kepadamu"


" tentu saja, aku sudah lama menunggu ajakanmu" rezky langsung mengiyakan saja ajakan rifa


" baiklah , kalau begitu biar aku selesaikan tugasku setelah itu kita pergi makan" ucap rifa yang langsung disetujui rezky


Akhirnya merekapun pergi makan. Mereka banyak berbincang saat makan.