
" ayo kita kembali ke kelas sekarang , lama-lama disini bikin orang kebakar" ajak rifa
" ayo kita pergi"
Saat berjalan mereka dicegat oleh kelompok geng itu .
" hai nona kenapa kamu berjalan tanpa melihat kearahku "
" apa itu suatu keharusan" jawab rifa
" oho liat siapa yang bicara seperti itu kepada bos kita" salah seorang bicara
" baru kali ini saya rio di bantah oleh gadis yang bahkan tidak pernah saya lihat sebelumnya" rio meneliti rifa "apa kamu anak baru disini"
" memang kenapa kalau saya anak baru disini , kamu mau semena- mena "
" kamu sangat menggemaskan sekali" mencoba meraih wajah rifa
Rifa menangkis tangan itu "tidakkah kamu sopan sedikit"
" aw rifa kenapa kamu harus melawan rio sih, akan panjang urusannya nanti " lina berbisik
rifa pun menjawab " aku tidak suka dengan kelakuannya"
" tadinya aku tertarik melihat penampilanmu ternyata kamu tidak mudah ya" mendekatkan wajahnya "karena kamu sudah melawan setiap pagi kamu harus setor uang kepadaku , mengerti"
"aku tidak akan memberi uang untuk anak bandel seperti kalian, kamu hanya bisa meminta pada orang lemah seperti kami, apa kamu tidak malu "
" untuk apa kami malu itu suatu kehormatan" dengan nada sombongnya
" kalian hanya kumpulan sampah, yang menghancurkan nama baik unversitas ini"
"kurang ajar" sambil mengayunkan tangan ke wajah rifa , namun dihadang oleh seseorang . Dia raka anak pendiam yang sebelumnya ditegur rifa. Raka menghentikan tangan rio
"kamu tidak puas hanya memukul pria sekarang ingin memukul wanita " kata raka sambil mendorong rio
" kamu mau menjadi pahlawan sekarang"
" itu bukan urusanmu" acuh raka
" apa yang terjadi sekarang si frezeer es membelaku , bukankah tadi masih cuek banget ea " tanya rifa di hatinya
" kamu tidak akan bisa melawanku " gertak rio
" kita lihat saja "
" kedebug " bunyi badan mereka yang terjatuh
Semuanya tercengang melihat rifa,
"wah bos sampai jatuh begitu kayaknya dia bukan gadis biasa " bisik anak buah rio
"apa kalian ini tidak malu " kesalnya "kalian buat ribut disini tanpa memikirkan yang lainnya"
"kamu jangan berfikir aku tidak berani melawanmu hanya karena kamu ketua geng disini " menunjuk muka rio lalu berbalik ke arah raka " dan kamu aku tidak butuh bantuanmu untuk menangani mereka , urus saja dirimu sendiri " berlalu melewati mereka yang dikejar oleh lina
" wah tidakku sangka kamu bisa beladiri juga"
" aku tidak terlalu baik dalam hal ini , aku hanya berusaha"
" kalau kamu yang usaha saja bisa sebaik ini apalah aku yang mengerahkan kekuatan " menepuk dahinya sendiri
"sial aku kehilangan kendali kali ini , kalau mereka curiga bagaimana" sambil menuju kelas
Saat masuk kelas seluruh siswa sudah melihat ke arah rifa dengan pandangan mengintimidasi . Namun , rifa tak menghiraukan mereka semua
" wah kamu hebat berani melawan geng rio itu" tanya seseorang
" aku tidak melawan mereka , aku hanya membela diri karena mereka semena-mena "
"itu bagus , mulai sekarang kamu harus berhati-hati mereka tidak mudah" lina memperingati rifa
Raka juga masuk ke kelas dengan lebam di wajahnya. Rifa melihat dia dengan bingung karena apa yang dilakukan raka.
" Ini dia pahlawan kita " tino menepuk pundak raka
" diam kau atau akan kupukul "
"kenapa kamu kesal , oh ya kenapa juga kamu harus mencari masalah dengan rio " tanya tino
"itu bukan urusanmu"
" ayolah dari dulu kamu tidak pernah terlibat dengan hal-hal semacam ini , tapi kenapa sekarang repot sekali menolong anak baru itu" menunjuk ke arah rifa
" aku tidak suka melihat wanita dipukul itu saja"
" sejak kapan kamu peduli dengan wanita" selidik tino "atau jangan-jangan kamu menyukainya "
Raka menoleh melihat tino dengan kesal. Tino hanya tertawa cekikikan