Your Police

Your Police
03



" ayo kita kembali ke kelas sekarang , lama-lama disini bikin orang kebakar" ajak rifa


" ayo kita pergi"


Saat berjalan mereka dicegat oleh kelompok geng itu .


" hai nona kenapa kamu berjalan tanpa melihat kearahku "


" apa itu suatu keharusan" jawab rifa


" oho liat siapa yang bicara seperti itu kepada bos kita" salah seorang bicara


" baru kali ini saya rio di bantah oleh gadis yang bahkan tidak pernah saya lihat sebelumnya" rio meneliti rifa "apa kamu anak baru disini"


" memang kenapa kalau saya anak baru disini , kamu mau semena- mena "


" kamu sangat menggemaskan sekali" mencoba meraih wajah rifa


Rifa menangkis tangan itu "tidakkah kamu sopan sedikit"


" aw rifa kenapa kamu harus melawan rio sih, akan panjang urusannya nanti " lina berbisik


rifa pun menjawab " aku tidak suka dengan kelakuannya"


" tadinya aku tertarik melihat penampilanmu ternyata kamu tidak mudah ya" mendekatkan wajahnya "karena kamu sudah melawan setiap pagi kamu harus setor uang kepadaku , mengerti"


"aku tidak akan memberi uang untuk anak bandel seperti kalian, kamu hanya bisa meminta pada orang lemah seperti kami, apa kamu tidak malu "


" untuk apa kami malu itu suatu kehormatan" dengan nada sombongnya


" kalian hanya kumpulan sampah, yang menghancurkan nama baik unversitas ini"


"kurang ajar" sambil mengayunkan tangan ke wajah rifa , namun dihadang oleh seseorang . Dia raka anak pendiam yang sebelumnya ditegur rifa. Raka menghentikan tangan rio


"kamu tidak puas hanya memukul pria sekarang ingin memukul wanita " kata raka sambil mendorong rio


" kamu mau menjadi pahlawan sekarang"


" itu bukan urusanmu" acuh raka


" apa yang terjadi sekarang si frezeer es membelaku , bukankah tadi masih cuek banget ea " tanya rifa di hatinya


" kamu tidak akan bisa melawanku " gertak rio


" kita lihat saja "


" kedebug " bunyi badan mereka yang terjatuh


Semuanya tercengang melihat rifa,


"wah bos sampai jatuh begitu kayaknya dia bukan gadis biasa " bisik anak buah rio


"apa kalian ini tidak malu " kesalnya "kalian buat ribut disini tanpa memikirkan yang lainnya"


"kamu jangan berfikir aku tidak berani melawanmu hanya karena kamu ketua geng disini " menunjuk muka rio lalu berbalik ke arah raka " dan kamu aku tidak butuh bantuanmu untuk menangani mereka , urus saja dirimu sendiri " berlalu melewati mereka yang dikejar oleh lina


" wah tidakku sangka kamu bisa beladiri juga"


" aku tidak terlalu baik dalam hal ini , aku hanya berusaha"


" kalau kamu yang usaha saja bisa sebaik ini apalah aku yang mengerahkan kekuatan " menepuk dahinya sendiri


"sial aku kehilangan kendali kali ini , kalau mereka curiga bagaimana" sambil menuju kelas


Saat masuk kelas seluruh siswa sudah melihat ke arah rifa dengan pandangan mengintimidasi . Namun , rifa tak menghiraukan mereka semua


" wah kamu hebat berani melawan geng rio itu" tanya seseorang


" aku tidak melawan mereka , aku hanya membela diri karena mereka semena-mena "


"itu bagus , mulai sekarang kamu harus berhati-hati mereka tidak mudah" lina memperingati rifa


Raka juga masuk ke kelas dengan lebam di wajahnya. Rifa melihat dia dengan bingung karena apa yang dilakukan raka.


" Ini dia pahlawan kita " tino menepuk pundak raka


" diam kau atau akan kupukul "


"kenapa kamu kesal , oh ya kenapa juga kamu harus mencari masalah dengan rio " tanya tino


"itu bukan urusanmu"


" ayolah dari dulu kamu tidak pernah terlibat dengan hal-hal semacam ini , tapi kenapa sekarang repot sekali menolong anak baru itu" menunjuk ke arah rifa


" aku tidak suka melihat wanita dipukul itu saja"


" sejak kapan kamu peduli dengan wanita" selidik tino "atau jangan-jangan kamu menyukainya "


Raka menoleh melihat tino dengan kesal. Tino hanya tertawa cekikikan