
Seperti biasa pagi sekali rifa sudah sampai di kantor polisi . Pagi itu juga rifa dipanggil atasannya pak andi untuk menghadap ke kantornya
'" selamat pagi pa " kata rifa
" pagi , silahkan duduk" jawab pak andi yang sedang membaca laporannya
" ada apa bapa memanggil saya" sembari duduk "apa ada tugas yang harus saya laksankan"
sambil meletakkan tangannya di meja "akhir-akhir ini banyak sekali penyelundupan obat-obatan terlarang dan ini sudah meresahkan masyarakat"
" iya pa , saya sudah membaca laporannya"
" ini bukan skala kecil lagi , kita sebagai aparat harus menangkap mereka semua" kata pa andi dengan serius
" saya dengar transaksi banyak dilakukan di universitas kota A " rifa melanjutkan "dan disana juga terdapat kelompok gangster incaran kita selama ini "
"kamu benar , maka dari itu saya mengutus kamu untuk menangani kasus ini " pa andi berhenti sejenak "kamu harus ke universitas tersebut dan menyamar"
"menyamar pa"
" ya kamu harus menyamar disana untuk membongkar ini, Kamu harus masuk ke kampus itu"
" sebagai dosen apa saya nantinya pa"
" oh kamu kesana tidak menjadi dosen melainkan mahasiswa"
" haaaaa, bagaimana mungkin pa "
" ini mungkin saja, saya sudah berkoordinasi dengan rektor disana " pak andi menyandarkan kepalanya
"pa umur saya tidak muda lagi, mana bisa menjadi mahasiswa, lebih baik saya jadi dosen saja"
" rifa kalau kamu menjadi dosen bagaimana kamu mencari informasi nantinya" sambil melihat rifa "kamu harus akrab dengan pelajar disana "
"tapi pa" lalu dipotong oleh pa andi " tidak ada tapi ini sudah menjadi tugasmu , besok kamu sudah bisa masuk ke universitas itu, sekarang kamu bisa kembali bertugas"
Dari belakang reza yang melihat rifa berjalan sambil melamun pun mengagetkan dia
"wooooii" reza menepuk pundak rifa
" kamu ini, apakah tidak bisa lebih kekanakan lagi"
" iya iya maaf , kamu kenapa ? apa yang di tugaskan si botak kali ini" reza penasaran
" dia menyuruhku menyamar untuk menangkap para penyeludup itu"
" bukankah kita sudah biasa menyamar kenapa kamu malah terbebani, seperti orang sedang patah hati saja"
"tapi aku harus menyamar sebagai mahasiswa nantinya" kesal rifa
"whaaatt " dia melongo karena kaget "si botak ini benar-benar hebat memilih orang "
Rifa bingung dengan kata-kata reza "apa maksudmu "
"kamu ini imut makanya cocok jadi mahasiswa lagi" mencubit pipi rifa "lagipula ini cukup bagus kamu bisa mengenang masa saat masih mahasiswa dulu"
" tau akh , aku sedang kesal sekarang kalau tidak mau ku pukul menyingkir dari jalanku"
"kamu ini tinggal di jalanin aja susah amat" goda reza
" aku malas bicara sama bocah kaya kamu ini" meninggalkan reza sendirian
" hehehe jangan marah ya nanti aku beliin cilok" berlari mengejar rifa
"aku bukan anak kecil lagi, setidaknya aku komandan disini, kalau mau membelikan makanan setidaknya yang berbobot sedikit" mencubit perut reza
" ooiii kalau soal makanan marahmu cepat hilang yah" ledek reza "baiklah nanti siang ayo makan aku yang traktir"
Mereka berjalan menuju meja masing-masing . Sambil berjalan rifa tetap berfikir apa yang harus dilakukan besok.