
Di tempat lain rio menghadap seorang yang mereka sebut bos besar. Dia menundukan kepalanya di depan orang tersebut. Dia hanya diam ketika orang itu memarahinya.
" kamu benar-benar membuatku malu" dengan memukul rio dan menarik kerah bajunya "hanya karena seorang wanita kamu bisa dijatuhkan"
" maaf bos besar saya tidak menyangka ini "
"maaf katamu" melemparkan tubuh rio "kamu harus tau jelas apa yang harus kamu lakukan padanya"
" saya berjanji kami akan membalasnya nanti"
"bagus kalau kamu tau , sekarang pergilah kalian dan kumpulkan lebih banyak uang"
Rio meninggalkan orang tersebut . Dengan marahnya dia mengumpat rifa wanita yang sudah membuatnya jadi bahan olokan .
" sial ,,,, baru kali ini bos besar marah padaku, kita liat saja nanti "
"bos apa yang akan kita lakukan"
" kita lakukan kerjaan kita dulu, setelah itu baru kita urus wanita itu"
Jam pulang pun bunyi . Rifapun pulang , dia mencoba mencari informasi saat perjalanan pulangnya. Di saat itu juga dia melihat sekelompok orang melakukan transaksi . Dia sangat bersemangat mendapati kegiatan itu.
Dia memanjat atap untuk mengamati mereka.
" dimana barangnya " tanya salah satu dari mereka
" tenang saja, yang penting kamu membawa duitnya"
"soal duit tidak usah takut , aku sudah membawanya" menunjuk ketasnya
pria itu memberikan bungkusan "ingat kamu jangan sampai ketahuan, kalau tidak kamu akan tau akibatnya"
"tenang saja ini akan aman"
"oh ternyata mereka melakukan transaksi di jam pelajaran berakhir, sekarang aku akan ke kantor untuk melapor dulu " gumam rifa
Rifapun meninggalkan universitas dengan mobilnya menuju kantor polisi. Sampainya disana reza sudah menyambutnya dengan banyak pertanyaan yang terlukis diseluru wajahnya.
" waahh lihat siapa yang datang kekantor saat ini"
"diamlah, apa pa andi di kantor"
" dia ada di kantornya , apa kamu menemukan sesuatu di kampusmu"
" ada , nanti aku ceritakan sekarang aku harus melapor " berjalan meninggalkan reza
" rifa kamu ini kan sudah saya peringatkan untuk tidak gegabah dalam bertindak" berdiri menghampiri rifa " kamu tau misi kali ini sangat bergantung padamu , tapi kamu tidak bisa menahan diri"
"baru saja datang udah kena semprot , bisa ga si pa andi ini sabar dulu" gumamnya
" saya mengakui kesalahan saya pa dan akan berusaha lebih baik nantinya"
" saya pegang kata-katamu, kamu harus bisa membongkar kasus ini sampai tuntas"
" saya akan melaksanakannya pa"
" oh ya ada perkembangan apa kamu datang ke kantor?" mnenuju kursinya lagi
" tadi saya melihat transaksi jual beli obat-obatan itu, tapi belum jelas jenis apa yang mereka perdagangkan"
"apa kamu yakin itu terkait dengan kasus kita ini"
" saya yakin pa "
"bagus lanjutkan penyelidikanmu , ingat kamu harus menjaga identitasmu "
" siap pa, kalau begitu saya permisi"
"aikh kenapa tugas kali ini membuatku jadi serba salah, aku harus menahan diri untuk tidak memancing keributan "
"reza tugas apa yang kamu laksankan sekarang" rifa bertanya pada temannya itu
" oih kamu mengagetkanku " mengelus dadanya " kamu masih bisa pehatian denganku juga "
" jawab saja , mengapa berbelit seperti ular"
" masih tentang pembunuhan kemarin , kita sudah menemukan titik terang'" meminum kopi yang ada di mejanya "lalu bagaimana tugasmu, apa kamu bahagia bisa melihat anak-anak muda jaman sekarang"
"jangan dibahas lagi , ini membuatku setres "
" apalagi yang botak itu suruh"
" dia membatasiku untuk tidak membuat keributan" memanyunkan mulutnya
" hahahahaha seorang serigala liar tidak akan bisa menahan dirinya" ledek reza
" kamu tau bagaimana diriku, mana bisa diam saja melihat kejahatan, inikan alasanku menjadi polisi "