Your Police

Your Police
26



Satu persatu dari para gangster itu tertangkap , itu bukan tanpa perlawanan. Rifa dan anggotanya terlibat baku hantam . Begitu pula dengan raka yang berniat membantu pihak polisi .


Saat terlibat perkelahian dengan gangster itu , raka tidak sengaja terkena sabetan pisau dari salah seorang gangster. Rifa yang melihat itu , langsung membantu raka. Dia langsung melumpuhkan gangster itu. Raka hampir pingsan karena dia kehilangan banyak darah . Rifa panik bukan main dia meminta reza memanggil ambulan.


" cepat reza panggil ambulan , cepat...." rifa panik sekali


" iya, iya ambulannya dalam perjalanan" reza juga ikut khawatir


Rifa menggoyang-goyangkan muka raka " raka kamu harus tetap bangun kamu tidak diizinkan tidur "


"kamu harus tenang juga , aku yakin dia tidak akan kenapa-napa" reza menenangkan rifa yang mulai menangis


Akhirnya ambulanpun datang , mereka membawa raka ke rumah sakit . Raka langsung ditangani dan menjalankan operasi. Reza tampak kaget melihat rifa seperti itu. Dia tidak pernah melihat atasannya itu menangis seperti itu.


"kamu tenanglah dia sudah ditangani" reza menepuk-nepuk pundak rifa


" harusnya aku tidak mengizinkan dia ikut dalam penyergapan ini" rifa masih menangis tersedu


" ini semua aku yang salah karena membuat dia ikut"


" entahlah pikiranku kosong sekarang" rifa menutup muka dengan kedua tangannya


" oh ya apa kamu tau nomer kedua orang tuanya"


Rifa menegakkan kepalanya "orang tuanya....iya kita belum menghubungi keluarganya tapi aku tidak tau keluarganya"


" aish lalu bagaimana ini" reza tampak bingung "siapa yang akan menjaganya nanti"


" biar aku yang yang menjaganya , kamu bisa kembali bertugas " rifa menyarankan untuk menjaga raka


" baiklah kalau kamu butuh sesuatu kamu bisa menghubungiku"


"ok kalau begitu aku pergi sekarang" reza meninggalkan rifa di rumah sakit sendirian


Akhirnya operasi rakapun selesai , dia melewati masa kritis dan dipindahkan ke ruang rawat inap. Rifa selalu mendampingi raka setelah keluar dari ruang operasi.


Reza kembali ke kantor mengurus para gangster itu . Dia menginterogasi satu persatu dari mereka. Namun tidak menemukan petunjuk apapun tentang ketua gangster itu. Itu dipersulit lagi karena ketua kelompok itu berhasil melarikan diri.


Gangster yang tertangkap merupakan anggota yang baru bergabung dengan geng naga merah itu. Mereka tidak tau menau tentang ketua geng itu.


Di tempat lain di sebuah gedung kosong ketua gangster itu memarahi seseorang.


" apa kamu bodoh , kenapa tidak bisa teliti lagi saat beraksi" bos besar itu tampak marah sekali


" maaf bos , kami benar-benar terkecoh oleh mereka, tapi bos......." belum selesai orang itu bicara dia sudah dihentikan oleh bos besar


" tapi apa , aku tidak suka mendengar alasan apapun kamu mengerti" bos itu menodongkan pistol kepada anak buahnya itu


" disana anak orang yang dulu juga membongkar markas kita sebelumnya" orang itu tampak gemetar


" siapa dia " bos besar itu berdiri lalu menghampiri orang itu


" seorang perempuan yang dulu pernah terlibat perkelahian dengan rio "


" rio .........baiklah aku mengerti sekarang kamu pergi " bos itu tampak sangat marah sekali


" benar-benar kurang ajar lagi-lagi wanita ini ikut campur, bukan hanya merusak usaha dagangku dia juga berani menangkap anak buahku, baiklah sekarang biyar aku yang mengahadapimu langsung" bos itu membalikkan meja di depannya


Raka akhirnya sadar dari pingsannya, dia sudah tak sadarkan diri semalaman . Saat sadar dia melihat rifa tepat di samping tempat tidurnya. Rifa tertidur pulas di bangku , raka membelai rambut rifa . Rifa bangun saat itu dan raka tampak gugup .


Rifa sangat senang melihat raka sudah sadar. Tanpa sadar dia langsung memeluk raka . Raka juga terkejut sekali , namun dia tampak bahagia menerima pelukan dari rifa.