
Raka telah keluar dan menghampiri rifa .
" ayo pulang " ajak raka
" bisakah kamu antar aku kembali ke kampus dulu , mobilku masih disana"
" hmmm aku tau" tanpa ekspresi dan memandang rifa " apa kamu lapar ?" tanya raka
" haaa, tidak aku tidak lapar " jawab rifa
" ok baiklah ayo kita makan"
" hei aku sudah bilang aku tidak lapar "
" diam dan ikut saja " gertak raka
" kenapa kamu mengambil keputusan sendiri , aku sudah bilang tidak lapar"
" mari pergi " tidak mendengarkan ocehan rifa
" huuuuffftttt lagi-lagi aku diperintah dia , ini si frezeer benar-benar dah , bikin orang pengen pukul aja hawanya"
Meskipun kesal rifa tetap mengikuti raka . Mereka berdua meninggalkan kantor polisi dan mencari tempat untuk makan. Mereka berhenti di warung bakso .Mereka melihat menu untuk memesan.
" kamu mau makan apa " tanya raka
" aku pesan bakso aja "
" tadi bilang tidak lapar , ditanya mau makan apa udah semangat mengatakan bakso"
" kamu !!!! " menunjuk raka
" mau minum apa"
" apa saja terserah kamu"
Raka memesan makanan yang mereka inginkan. Sambil menunggu makanan datang raka dan rifa membahas tugas yang mereka kerjakan. Makananpun datang mereka berdua memakannya.
" ckckck " raka tertawa kecil
" apa yang membuatmu tertawa"
"tidak ada , kamu makan seperti orang kelaparan , padahal tadi aku dengar ada orang yang bilang tidak mau makan " ejek raka
" aku bukan tipe orang yang suka buang-buang makanan" dengan wajah yang memerah "tapi melihatmu tersenyum seperti itu bagus juga "
raka terkejut dan tersedak " eugh eugh eugh , apa yang kamu katakan"
" tidak perlu malu " ledek rifa
" kenapa aku harus malu" dengan wajah yang kembali datar
"aku tidak mengira si muka datar ini bisa tertawa juga " batin rifa
Mereka menyelesaikan makanan mereka berdua. Setelah selesai , raka mengajak rifa pulang. Saat diperjalanan pulang Raka menyadari bahwa dia sedang diikuti .
" tidak mau" tolak rifa
" menurutlah sekarang aku akan menambah kecepatan , kalau tidak mau jatuh ya berpeganganlah"
" kenapa harus ngebut"
" kamu lihat di belakang , kita sedang diikuti"
rifa menengok kebelakang "siapa mereka kenapa membuntuti kita"
" diamlah dan berpegangan " dengan menambah kecepatannya
"kenapa begitu ngebut sih" sambil memeluk pinggang raka
" kita harus menghindari mereka dulu"
" apa kamu takut pada mereka" tanya rifa
" aku tidak takut hanya saja tidak mau membuat masalah"
" apa mereka anak buah rio"
" mungkin saja" jawab raka
Motor yang mengikuti mereka semakin jauh dari mereka berdua. Dia memang rio dan anak buahnya.
" akhh bos kita kehilangan jejak" salah seorang berbicara
" siiaaalll " menghantam motornya
" apa kita harus berpencar bos "
" tidak usah kita kembali saja, masih ada hari lain untuk memberi pelajaran mereka berdua" kesalnya
Setelah lolos dari kejaran geng rio , raka urung mengantar rifa ke kampus . Dia langsung mengantar rifa ke rumahnya . Tanpa disadari rifa masih memeluk pinggang raka, mereka berdua tetlihat canggung.
" terima kasih sudah mengantarku pulang" rifa turun dari motor
" hmmm sama-sama" jawab raka "kalau begitu aku pulang , kamu hati-hati di rumah"
" apa kamu mengakhawatirkan aku"
" tidak " raka membantahnya " kamu terlalu banyak bicara"
" baiklah sekali lagi terima kasih , kamu juga berhati-hatilah , aku takut rio dan anak buahnya masih mengikuti "
" Oke aku pergi sekarang"
Raka meninggalkan rumah rifa. Di rumahnya rifa menuliskan laporan karena sudah mendapat sedikit informasi.
" syukurlah aku telah mendapat informasi, walau ini belum ada apa-apanya , setidaknya ini bisa menjadi pedomanku membongkar kasus ini" kata rifa sambil melihat ke arah jendelanya