Your Police

Your Police
07



Raka telah keluar dan menghampiri rifa .


" ayo pulang " ajak raka


" bisakah kamu antar aku kembali ke kampus dulu , mobilku masih disana"


" hmmm aku tau" tanpa ekspresi dan memandang rifa " apa kamu lapar ?" tanya raka


" haaa, tidak aku tidak lapar " jawab rifa


" ok baiklah ayo kita makan"


" hei aku sudah bilang aku tidak lapar "


" diam dan ikut saja " gertak raka


" kenapa kamu mengambil keputusan sendiri , aku sudah bilang tidak lapar"


" mari pergi " tidak mendengarkan ocehan rifa


" huuuuffftttt lagi-lagi aku diperintah dia , ini si frezeer benar-benar dah , bikin orang pengen pukul aja hawanya"


Meskipun kesal rifa tetap mengikuti raka . Mereka berdua meninggalkan kantor polisi dan mencari tempat untuk makan. Mereka berhenti di warung bakso .Mereka melihat menu untuk memesan.


" kamu mau makan apa " tanya raka


" aku pesan bakso aja "


" tadi bilang tidak lapar , ditanya mau makan apa udah semangat mengatakan bakso"


" kamu !!!! " menunjuk raka


" mau minum apa"


" apa saja terserah kamu"


Raka memesan makanan yang mereka inginkan. Sambil menunggu makanan datang raka dan rifa membahas tugas yang mereka kerjakan. Makananpun datang mereka berdua memakannya.


" ckckck " raka tertawa kecil


" apa yang membuatmu tertawa"


"tidak ada , kamu makan seperti orang kelaparan , padahal tadi aku dengar ada orang yang bilang tidak mau makan " ejek raka


" aku bukan tipe orang yang suka buang-buang makanan" dengan wajah yang memerah "tapi melihatmu tersenyum seperti itu bagus juga "


raka terkejut dan tersedak " eugh eugh eugh , apa yang kamu katakan"


" tidak perlu malu " ledek rifa


" kenapa aku harus malu" dengan wajah yang kembali datar


"aku tidak mengira si muka datar ini bisa tertawa juga " batin rifa


Mereka menyelesaikan makanan mereka berdua. Setelah selesai , raka mengajak rifa pulang. Saat diperjalanan pulang Raka menyadari bahwa dia sedang diikuti .


" tidak mau" tolak rifa


" menurutlah sekarang aku akan menambah kecepatan , kalau tidak mau jatuh ya berpeganganlah"


" kenapa harus ngebut"


" kamu lihat di belakang , kita sedang diikuti"


rifa menengok kebelakang "siapa mereka kenapa membuntuti kita"


" diamlah dan berpegangan " dengan menambah kecepatannya


"kenapa begitu ngebut sih" sambil memeluk pinggang raka


" kita harus menghindari mereka dulu"


" apa kamu takut pada mereka" tanya rifa


" aku tidak takut hanya saja tidak mau membuat masalah"


" apa mereka anak buah rio"


" mungkin saja" jawab raka


Motor yang mengikuti mereka semakin jauh dari mereka berdua. Dia memang rio dan anak buahnya.


" akhh bos kita kehilangan jejak" salah seorang berbicara


" siiaaalll " menghantam motornya


" apa kita harus berpencar bos "


" tidak usah kita kembali saja, masih ada hari lain untuk memberi pelajaran mereka berdua" kesalnya


Setelah lolos dari kejaran geng rio , raka urung mengantar rifa ke kampus . Dia langsung mengantar rifa ke rumahnya . Tanpa disadari rifa masih memeluk pinggang raka, mereka berdua tetlihat canggung.


" terima kasih sudah mengantarku pulang" rifa turun dari motor


" hmmm sama-sama" jawab raka "kalau begitu aku pulang , kamu hati-hati di rumah"


" apa kamu mengakhawatirkan aku"


" tidak " raka membantahnya " kamu terlalu banyak bicara"


" baiklah sekali lagi terima kasih , kamu juga berhati-hatilah , aku takut rio dan anak buahnya masih mengikuti "


" Oke aku pergi sekarang"


Raka meninggalkan rumah rifa. Di rumahnya rifa menuliskan laporan karena sudah mendapat sedikit informasi.


" syukurlah aku telah mendapat informasi, walau ini belum ada apa-apanya , setidaknya ini bisa menjadi pedomanku membongkar kasus ini" kata rifa sambil melihat ke arah jendelanya