
Tidak bisa dielakan lagi raka benar- benar terluka parah . Dia benar-benar di keroyok oleh rio dan anak buahnya . Rifa tidak bisa menolongnya, bukan karena dia tidak mampu melainkan berpura- pura lemah.
rifa berteriak " berhenti , rio kamu benar- benar seorang pengecut"
rio berhenti " pengecut katamu"
"iya kamu orang yang pengecut yang hanya bisa belindung di balik badan orang lain " rifa masih berteriak
"kamu benar-benar hebat " rio melihat raka lagi
" ingat ini ....... kamu jangan pernah lagi mencari masalah denganku " rio memegang kerah baju raka
"huhuhuhuhu" raka terus batuk
"kamu bukan tandinganku " rio melihat raka dengan tatapan mengejek dan berbalik ke arah rifa
" ini peringatan buatmu juga , apa kamu mengerti" rio berteriak di depan muka rifa
Rio meninggalkan raka dan rifa. Rifa langsung bergegas menolong raka. Dia membawanya ke UKS , disana rifa langsung mengobati raka.
" maafkan aku" sembari rifa mengobati raka
" untuk apa minta maaf" tanya raka
"gara-gara waktu itu kamu menolongku, kamu jadi incaran rio dan anak buahnya" rifa terus mengobati raka
"tidak apa , aku tidak suka melihat orang yang menindas perempuan" raka menahan sakit saat diobati
"apa ini menyakitkan, perlukah kubawa kamu ke rumah sakit" rifa tidak sengaja menekan dengan keras
"aaawww" rio reflek menggenggam tangan rifa
" maaf , maaf aku tidak sengaja"
Tanpa disadari ternyata wajah mereka saling berdekatan. Mereka akhirnyapun saling pandang, raka masih menggenggam tangan rifa. Mereka bertatapan cukup lama, hingga akhirnya dikagetkan dengan teriakan mahasiswa disana.
Raka akhirnya bergeser dan melepaskan tangannya dari rifa . Mereka tampak canggung satu sama lain .
"eeee... itu...... kamu tidak perlu mengobatiku , aku bisa melakukannya sendiri" raka memecahkan kecanggungan diantara mereka
"owh apa kamu yakin" tanya rifa
" hhmmm aku yakin , kamu balik ke kelas saja" suruh raka
" kalau begitu aku balik kelas"
" apa ada yang salah dengan dadamu "
" ahhh ohhh tidak , kamu pergi saja sana" raka mencoba mengusir rifa
Akhirnya rifa meninggalkan raka sendiri. ( apa yang terjadi denganku , kenapa aku jadi gugup seperti ini , kenapa dengan jantungku, apa yang salah ? kenapa aku mulai sesak nafas ) gumam rifa
" wooooiiiii " lina mengagetkan rifa dari belakang
" ya ampun lina , kamu mau bikin aku jantungan ya " kesal rifa
" habisnya kamu jalan sambil melamun begitu"
" aku tidak melamun ok" bantah rifa
" ok ok bagaimana raka , apa lukanya parah" tanya rifa sembari merangkul tangan rifa
" untungnya tidak parah "
" syukurlah, mulai dari sekarang lebih baik kamu menjauhi masalah dengan rio"
" hmmm aku tau, ayo ke kelas sekarang" ajak rifa
" baiklah "
Mereka akhirnya mengikuti pelajaran . Rakapun kembali ke kelas , dia juga mengikuti pelajaran. Saat jam berakhir, rifa kembali menghampiri raka.
" apa kamu bisa pulang dengan mengendarai motor" tanya rifa khawatir
" kau tenang saja , ayo pulang"
"lebih baik kita naik taksi saja" ajak rifa
"tidak usah" jawab raka
"baiklah kalau begitu " rifa akhirnya menyetujui raka
Hari demi hari berganti , rifa terus menggali informasi . Dia lebih fokus pada penjualan vitamin -vitamin itu .
Hingga dia mendapatkan titik terang. Dia sudah tau bahwa yang dijual oleh rio itu bukan vitamin , melainkan obat-obatan terlarang. Obat itu dikemas menyerupai obat-obatan pada umumnya.
Rifa menyelidiki itu secara diam-diam. Dia selalu memperhatikan orang-orang yang membeli vitamin itu . Setelah meminum itu , mereka tampak seperti orang yang berbeda. Itulah yang membuat rifa yakin bahwa vitamin itu berbahaya.