Your Police

Your Police
28



Rifa terus menemani raka di rumah sakit . Dia benar-benar menjaga raka dengan baik .


"oh ya raka , apa kamu tidak menghubungi orang tuamu" rifa bertanya kepada raka sembari mengupas apel di tangannya


"tidak perlu lagian mereka semua pasti sibuk" raka tampak acuh saat membicarakan orang tuanya


" tapi mungkin mereka khawatir denganmu" rifa mencoba memberi pengertian kepada raka


"mereka tidak akan perduli, berhenti bicara tentang mereka, ada kamu disini itu sudah cukup untukku"


Rifa tidak banyak bicara lagi , dia tau betul sifat raka . Kalau dia sudah bicara sangat sulit untuk merubah pendapatny.


" oohhhh aku mengerti , sekarang makanlah ini " rifa memberikan potongan apel yang dia kupas sebelumnya


" hmmm terima kasih" raka tampak dingin lagi seperti biasanya


"ok ok berhenti marah aku tidak akan memberi tau orang tuamu" rifa mencoba menghibur raka


"aku tidak marah kepadamu" raka bicara sembari memakan buahnya


"iya iya maafkan aku" rifa menarik kupingnya sendiri seolah menghukum dirinya


Melihat rifa melakukan itu raka hanya bisa tersenyum melihat tingkah konyol rifa. Saat mereka sedang beebincang reza datang mengunjungi raka.


"bagaimana keadaanmu raka" reza bertanya kepada raka


" saya jauh lebih baik sekarang, terima kasih bapak sudah datang menjenguk saya"


"itu bukan apa-apa , ini juga salah kami yang melibatkan kamu dalam penangkapan kemarin"


"tidak apa itu kemauan saya sendiri , lagi pula ada baiknya saya seperti ini" raka mulai dengan senyun liciknya itu


"apa maksudmu " reza tampak bingung


" saya bisa dirawat oleh dia dengan penuh perhatian" raka menunjuk rifa yang membuatnya terkejut


Melihat hal itu reza hanya bisa tersenyum. Dia yakin ada sesuatu terjadi antara keduanya.


Dia bisa melihat itu dari sikap rifa yang gugup.


" apa yang kamu lihat" raka tampak malu dan sedikit kesal


"tidak apa-apa , oh ya bolehkah saya berbicara dengan rifa sebentar" reza bertanya pada raka


"memangnya ada apa "


"kenapa bertanya dengannya , kamu ingin bicara denganku harusnya bertanya padaku " dia berjalan meninggalkan raka ke arah luar


" hanya sebentar kamu tenang saja" reza menenangkan raka yang tampak kesal dengan rifa


Reza menyusul rifa keluar, dia mulai meledek atasannya itu. Rifa biasa saja dia tidak tampak kesal kepada reza seperti biasanya saat diledek oleh bawahannya itu.


" ok berhenti bicara tentangku, ada perkembangan apa sekarang" rifa mulai bicara serius


" sayang sekali penangkapan kemarin tidak bisa mengungkap siapa bos besar geng naga merah itu, karena semuanya anggota yang baru di rekrut "


" sama sekali tidak ada jejak tentang ketuanya''


"iya, tapi menurut mereka ketuanya itu berada di kampusmu menyamar"


Mendengar kata menyamar rifa baru sadar bahwa dirinya selama ini masih melaksanakan tugas.


"kenapa kamu melamun" reza mengageti rifa


" oh tidak apa-apa........jadi dia berada di kampus itu, itu bagus sekarang kita hanya tinggal fokus pada satu tempat ini"


" baik komandan, tapi maaf saya hanya mengingatkan saja tentang misimu , setelah misi selesai saya tidak ingin melihatmu sedih , kamu paham apa yang aku maksudkan" reza menepuk pundak rifa


" hmmmm " rifa kembali masuk ke kamar inap menemui raka


Rifa benar-benar lupa akan misinya, dia juga lupa tentang statusnya . Dia lupa bahwa dia sedang berbohong kepada raka. Dia mulai memikirkan apa tanggapan raka terhadapnya. Bagaimana sikapnya nanti kalau dia tau bahwa dia adalah seorang polisi yang memiliki umur yang berbeda dengannya.


*kenapa aku begitu bodoh, rifa apa kamu lupa siapa kamu, kamu tidak pantas dengannya, bagaimana dengan sikapnya nanti dia pasti akan sangat membencimu , kenapa kamu harus menyalakan api kalau tidak bisa memadamkannya* rifa bergumam di dalam hatinya


Raka hanya memperhatikan sikap rifa yang aneh setelah berbicara dengan reza. Dia melihat rifa yang melamun dan mengagetkannya . Rifa hanya diam dan duduk di samping raka.