Your Police

Your Police
05



" iya iya saya tau kamu memang begitu" kata reza


" besok aku harus melanjutkan misi ini" keluh rifa


" kamu harus semangat , siapa tau kamu bisa bertemu jodoh disana"


Rifa menoleh kearah reza "apa kamu gila mereka umurnya jauh di bawahku , bagaimana bisa aku berbifikir mengencani mereka"


" euheuh kamu ini memang keras kepala"


" ea memang begitu " timpal rifa dengan meregangkan tangan


Mereka berbincang tentang kejadian yang menimpa rifa. Reza hanya mendengarkan sembari melongo dan tertawa. Tanpa disadari jam pulang kerja pun tiba.


"ya sudahlah waktunya pulang , aku harus istarahat untuk menyiapkan mentalku besok, sepertinya mulai besok tidak akan mudah" mengambil tas dan berdiri


" ok sampai jumpa lagi, jangan sampai nanti ketemu kamu udah jalan sama mahasiswa sana ya " goda reza yang dibalas tatapan tajam rifa


Rifa akhirnya sampai di rumahnya . Dia membersihkan diri dan merebahkan tubuhnya di kasur. Dia berfikir tentang kejadian hari ini.


" menjadi mahasiswi lagi lebih sulit ketimbang terjun langsung menangkap penjahat"


" jaman sekarang mereka terlalu bebas , aku hampir tidak bisa mengikuti mereka"


" hari ini melelahkan sekali" rifapun tertidur


Paginya dia sudah bangun bersiap berangkat. Dengan menggunakan setelan rok pendek dan jaket dia melaju dengan mobilnya. Saat tiba di parkiran rifa melihat geng rio sudah berada disana.


"benarkan mereka pasti akan mencariku" membuka mobil "ok apa yang akan mereka lakukan sekarang"


" hei kamu wanita yang sudah membuatku malu" menarik tangan rifa "kamu punya nyali datang ke kampus haaaa" bentaknya


" memangnya aku harus takut" melepaskan tangannya


" lihatlah ,,, aku bahkan belum tau namamu , tapi kamu sudah mencari masalah denganku"


"apa begitu penting dengan namaku"


" kamu masih berani melawan " mencoba meraih rifa


" aku rifa kamu bisa mengingat itu" menginjak kaki rio dan meninggalkannya


"huuuffffttt untung aku bisa melarikan diri sekarang, kalau aku terus disana sudah dipastikan aku tidak bisa menahan diri lagi dan si botak itu akan marah lagi padaku" batin rifa


Rifa sampai di kelasnya disana lina sudah datang . Dia melihat ke arah raka dan memperhatikannya . Dia sadar kemarin dia sudah memarahi raka yang mencoba menolongnya. Rifa marah padanya karena dia tidak ingin melibatkan siapapun dalam tugasnya. Dia tau betul bahwa tugasnya kali ini tidak mudah. Dia harus membongkar kelompok gangster incarannya kali ini.


" rifa apa kamu bertemu rio pagi ini" tanya lina


" ya aku bertemu mereka tadi"


" apa yang mereka lakukan padamu"


" tenang saja mereka tidak melakukan apapun" menoleh kearah lina "oh ya kamu tau nama orang itu" menunjuk kearah raka


" ooohh dia raka " penuh selidik " kenapa kamu bertanya namanya"


" aku hanya ingin tau untuk mengucapkan terima kasih"


Rifa menghampiri raka "raka terima kasih kemarin sudah membantuku"


raka menoleh "bukan apa-apa"


"apa mukamu baik-baik saja , perlu kuantar keruamah sakit"


" tidak perlu aku baik-baik saja"


"apa kamu yakin" melihat wajah raka


"aisshhh wanita ini , tidak usah mengurusi aku "


"hhheeeiii ni anak , aku berusaha baik masih saja kaya freezer gitu dingin banget sikapnya" gumam rifa


Saat istarahat seperti biasa rifa masih mencari informasi. Dia bertanya pada lina tentang gangster di kampus itu. Meskipun dia tidak percaya sepenuhnya pada lina dia mencoba bertanya padanya.


" kamu kenapa penasarn dengan kelompok gangster ini " tanya lina penasaran


" tidak ada , aku hanya ingin tau saja"


" owh , yang aku tau kelompok ini bernama naga merah , mereka pembuat onar"


" apa kamu yakin" tanya lina