YOU HALF MY BOYFRIEND

YOU HALF MY BOYFRIEND
09 Hari seleksi olimpiade 02



Seleksi terakhir akan segerah dimulai ,bagi siswa dan siswi yang berhasil menuju seleksi berikutnya di persilahkan untuk mempersiapkan dirinya masing-masing.


Dalam seleksi ini hampir sama dengan seleksi sebelumnya,yang jadi pembeda, senior akan menguji teknik menghindar dan menyerang dengan cara menentukan lawan untuk masing-masing peserta,


Sedangkan para pengawas akan menentukan poin yang diperoleh,siapapun dengan poin terbanyak maka merekalah yang berhak mewakili sekolah.


para senior yang dimaksud disini adalah Mahen,Bayu,dan Roro.


Sebenarnya masih ada satu lagi yaitu Mira namun dirinya tidak mengikuti Olimpiade lagi dikarenakan cidera pada kaki kirinya masih belum sembuh akibat kecelakaan yang menimpa dirinya.


Mereka sangat dipercaya untuk membimbing para junior,karena mereka telah berpenglaman mengikuti olimpiade-olimpiade sebelumnya dan membawakan kemenangan, meski tidak untuk kemenangan terbaiknya.


"Ellia"Bayu menunjuk Ellia untuk maju dan memperlihatkan kemampuannya,dan Bayu juga yang memilihkan lawan untuknya,dimana lawan tersebut merupakan kakak kelas Ellia.


"Semangat Ell"Toni menyemangati Ellia dengan teriakannya ,dan seketika membuat Bayu risih melihatnya.


"Ok"jawab singkat Ellia yang diiringi dengan senyum khasnya membuat para cowok-cowok bersorak untuknya.


Tak berselang lama Ellia dengan mudahnya mengalahkan kakak kelasnya tersebut,dan membut Toni memperlihatkan senyum lebarnya,Roro yang merasa emosi menyuruhnya untuk bertanding lagi melawan yang lainnya.


Dengan setatusnya sebagai senior Roro mulai sewenang-wenang dalam memperlakukan Ellia.


Ellia yang tidak mau berfikir panjang langsung menyetujui kemauan Seniornya Roro itu dan kembali bertanding, melawan lawan yang lebih hebat dari sebelumnya.


"Brukk"Ellia yang tidak fokus malah terbanting oleh lawan.


"Masih mau lanjut??"tanya pengawas ke Ellia.


"Masih pak"jawab Ellia dan langsung berdiri menghadapi lawannya kembali.


Disamping itu hal yang membuat Ellia tidak fokus adalah disaat Toni dihadapkan untuk melawan Bayu secara langsung.


Terlihat Bayu yang melawan Toni secara bertubi-tubi tiada henti hingga membuat Toni mengalami luka diwajahnya.


Ellia yang melihat Toni dan Bayu dipisah oleh para pengawas,dengan segera Ellia mengakiri musuhnya lalu menghampiri Toni dengan segera.


"Ton ngak papa??"tanya Ellia dengan muka cemasnya.


"ngak papa kok"dengan senyumnya Toni menjawab Ellia agar terlihat baik-baik saja dihadapannya,walaupun sebenarnya ia merasakan sakit pada seluruh tubuhnya.


Suasana di gedung olahraga menjadi sangat gaduh saat Bayu membuat ulah.


"Kamu sebagai senior itu yang profesional,jangan seenaknya,sudah berapa kali kamu seperti ini,jawab Bayu!!"tegur salah satu pengawas yang terlihat emosi saat melihat Bayu yang sewenang-wenangnya memperlakukan para senior.


"Pak bukan maksud saya keras,saya merasa bahwa saya sebagai senior............."belum Bayu meneruskan kata-katanya bapak pengawas menyela perkataannya.


"Apa kamu sudah tidak ingin mengikuti Olimpiade lagi"bentak pengawas itu sambil menuding Bayu.


Bayu yang emosi hendak membalas pengawas itu,namun Mahen yang menyadari dengan cekatan langsung menarik tangan Bayu sambil membisikan sesuatu di telinga Bayu.


"Maaf pak"ujar Bayu sambil menunduk.


"Jangan minta maaf ke saya,minta maaf sama adek kelas mu ini"pengawas menyuruh Bayu untuk meminta maaf kepada Toni.


"ayo cepat"suruh pengawas.


Bayu yang emosinya diredakan oleh Mahen yang berada disampingnya,dengan berat hati memita maaf kepada Toni dan mengulurkan tanganya.


"Maaf Ton"kata Bayu


Toni yang berfikir tidak mau memperpanjang masalahnya,langsung membalas uluran tangan Bayu dan melaluinya setelah itu.


"Kok gue jadi takut ya"ujar Roro ke salah satu temannya.


Roro terkaget saat pengawas itu membentak Bayu dan memperlakukannya secara kasar.


"Emangnya kenapa Ro??"tanya salah satu temanya


"Rencana gagal total"jawab Roro dengan sebal dan langsung menyusul Bayu dan Mahen.


* * *


"Gimana menurut lo rencana gue hhhhh"Sabita yang sedang makan dikantin,asik bercerita tentang rencananya kepada the gengnya.


Sabita berencara untuk mempermalukan Ellia di area seleksi dan membuatnya gagal mengikuti olimpiade bela diri dengan memperalat Rara.


"Apa ngak terlalu kasar zeb,kan kasihan tu anak baru"sela Mawar.


"Anak baru apanya dia udah lama kali sekolah disini"jawa sahra sambil ketawa


"lo tu terlalu polos sih!!"dengan gregetan Sabita mencubit pipinya Mawar.


"Aduh... sakit tau zebb"pekik Mawar sambil menggosok pipinya yang sakit,dan seketika membuat teman-temanya ketawa.


"Kalo gue sih ya ya aja,apalagi anjing lo tu sangat patuh sama pemiliknya,bukanya begitu zeb??"sela ketus Andin yang seketika membuat tawa Sabita berhenti.


"lo ngomong apaan!!,lo mau gue gamparin"Sahut Sabita dengan amarahnya yang seketika membuat yang lainya merasa takut.


"oh ...a a..bukan gitu maksud gue zebb,sorry gue cuman bercanda"Andin yan merasa takut kalau Sabita akan emosi langsung meminta maaf padanya.


"gue juga cuman bercanda kali"


"ya kali gue marah hhhhh"


Sambil ketawa Sabita memukul bahu Andin dan membuat muka Andin yang sebelumnya terlihat tegang menjadi ikut tertawa bersamanya.


meskipun Andin merasa tawanya terasa hampar.


* * *


Kembali ke gedung olahraga,pengawas mulai mengumumkan siapa saja yang akan mewakili sekolah untuk olimpiade bela diri nanti dan akan mengikuti latihan secara khusus dalam waktu dua minggu bagi mereka yang berhasil.


Seperti yang sudah tertera bawa yang akan mewakili sekolah adalah 9 orang.


pengawas mulai mengabsen mereka yang lolos:


1.Mahendra


2.Roro ayu


3.Bobby


4.Farhan


5.Toni


"yesss"dengan wajah senangnya Toni bersemangat dan segera maju kedepan.


"Diem malu-maluin "bisik Ellia sebelum Toni maju kedepan,dan seketika membuat Toni terdiam namun masih meninggalkan senyumnya.


6.Adellia


Mendengar namanya disebut Ellia dengan muka datarnya maju kedepan.


"hutsss senyum dong"canda Toni yang posisinya sekarang berada disamping Ellia


"Diam"Jawab ketus Ellia yang malah membuat Toni ketawa.


7.Yohana


8.Risma


Melihat sudah banyak yang dipanggil namun namanya belum terpanggil Bayu yang merasa emosi langsung keluar dari gedung olahraga.


"Bayu"panggil pengawas


"Mau kemana??,ngak jadi ikut?Tanyanya


Bayu tidak menghiraukan pengawas itu dan masih tetap melangkahkan kakinya.


"Oi... lo dipanggil,budek ya??"teriak Mahen yang seketika membuat Bayu berhenti.


"Apa"jawab ketus Bayu


"Kamu masuk,cepat maju kedepan"Bayu yang mendengar perkataan pengawas langsung berlari kedepang dengan wajah senang.


"Saya kasih kamu kesempatan,jadi jangan disia-siakan mengerti"Ujar pengawas kepada Bayu.


"Siap pakk"jawab Bayu dengan tawanya,dan tak lupa dari itu Bayu melirik kearah Toni dengan tawa sinisnya,yang seakan-akan ingin membalasnya kembali.