
Senin 24 januari 2011
.
.
.
Perkenalkan nama saya Adellia putri,biasa dipanggil ellia.Sambutan suara rusuh terdengar dimana-mana.
"silahkan duduk Ellia"
Bu Ana mempersilahkan Ellia untuk duduk yang berada ditengah pojok kanan sambil menunjuk kekursi tersebut,saat Ellia hendak duduk kekursi ia melihat sekilas cowok berkacamata yang beada disebelahnya sedang sibuk mengerjakan tugas.Dua bola mata tertuju menatap Ellia sembaring tersenyum ramah disertai dengan uluran tangan.
"Hai Ellia namaku Toni"
Dengan nada pelannya Toni memperkenalkan diri,tak lupa dengan senyum yang lebar tak lepas dari mukanya membuat dua gigi ginsulnya terlihat,dan seketika membuat Ellia tersenyum miris sembaring menyambut tangan Toni.
"hai Toni simpan tuh taringmu nakutin orang aja"
Sahut Nita salah satu teman sekelasnya,yang membuat ruangan itu penuh dengan tawa.Tak berhenti disitu semua perhatian diruangan itu tertuju kearah Ellia,bagaimana tidak paras cantik nan menarik itu membuat semua mata enggan berpaling darinya.
Dengan muka datarnya Ellia mengabaikan teman sekelas yang sedang menyapa disertai dengan memalingkan wajahnya.
Tak lama kemudian bel istirahat berbunyi,semua murid membereskan buku dan barang-barang mereka untuk bergegas menuju kekantin.
Ellia dengan santainya berjalan sendiri menuju kekantin,setelah sampai ia membeli makanan dan duduk dibangku yang kosong lalu menyantap makanannya,banyak sorot mata yang tertuju kearah Ellia,namun Ellia tidak menghiraukan dan melanjutkan melahap makanannya itu,hingga sebuah tangan menyentuh bahunya.
"Hai anak baru ya?"
Tanya salah seorang cowok yang medekat padanya,dengan biasa Ellia mengabaikan sapaan itu.
"iss dicuwekin nin,gini-gini abang senior lo disini,hahahah".
Bayu merupakan kakak kelas Ellia,dia merupakan salah satu siswa yang sering berbuat onar disekolahnya,semua orang juga tau tentang dirinya dan the gengnya itu
Suara tawa terdengar dimana-mana.
"He kuno"
Sahut salah satu cewek yang bergerombol mendekat ,menanyai Bayu yang sedang mencoba menggoda Ellia.
"Mahen dimana,kok ngak kelihatan dari pagi??"tanya
Sabita ke Bayu.
"Mana aku tahu,emang aku emaknya"jawab Bayu sambil ketawa.
"eh sapa tu cewek,anak baru ya?"tanya teman sabita yang berada di sampingnya,dengan sepontanitas Sabita mealihkan pandangannya ke Ellia.
"cewek ku dong..."sahut Bayu.
"ngaco lo!!,sahut segerombolan orang dengan tawa mengejek.
"Eh kenalin aku Sabita dari XII IPS 2"
"Ellia"Jawap singkat Ellia dan langsung pergi menuju kelasnya.
segerombolan cowok dan cewek itu menertawakan Sabita, bagaimana dia dicuwekin anak baru,yang merupakan adek kelasnya,sedangkan dia merupakan senior yang banyak ditakuti oleh para junior di Sekolah tersebut.
Sabita merupakan cewek populer,dikarenakan banyaknya kasus pembulian yang dia lakukanya,dia hampir dikeluarkan dari sekolah gara-gara hal tersebut,namun Sekolah tidak jadi mengeluarkannya ,sebab orangtuannya merupakan salah satu penyumbang dana terbesar disana.
"Sombong amat tu cewek"Ucap Bayu,dan langsung pergi bersama temannya ,meninggalkan kantin karena bel masuk telah berbunyi,Sabita yang masih tersinggung karena tingkah Ellia,ia memandangi Ellia dengan tawa sinisnya,membuat Rara yang berada disampingnya,memiliki firasat buruk akan ada kejutan yang menyenangkan untuk Ellia si murid baru.
Disaat pulang sekolah Nita menyeritakan beberapa hal tentang kakak kelasnya Sabita itu,dikarenakan saat dikantin ,dia melihat Sabita yang nampak geram setelah mencoba mendekati Ellia.
"Kenapa kau memberitahuku?"tanya Ellia kepada Nita
"Aku hanya ingin kamu tidak terlibat masalah sama seperti teman sekelasku dulu"jawab Nita.
Ellia memberhentikan langkahnya,dan memandang Nita yang berada disampingnya,dengan keryitan didahinya ia bertanya-tanya tentang yang dimaksud teman sekelas Nita dulu.Nita yang merasa canggung,karena sifat Ellia yang menurutnya agak aneh,mengalihkan pembicaraa.
"Terimakasih"ucapan keluar dari mulut Ellia.
"apa...,apa kau mengatakan sesuatu?"Nita menanyakan tentang jawaban Ellia yang terdengar suram dan aneh ditelinganya.Elliapun tersenyum tipis dan berjalan mendahului Nita yang sedang berhenti memandanginya.
"JIKA TIDAK INGIN TERLIBAT SUATU MASALAH,
MAKA ABAIKAN DAN ANGGAPLAH TIADA MASALAH ITU".(Adellia putri)***