
Pertengkaran antar Bayu dan Dimas mulai mereda semenjak kedatangan Mahen. Hal ini sudah biasa terjadi jika ada pertengkara dan apabila salah satu tokohnya adalah geng aroya, saat Mahen datang akan bubar seketika dikarenakan mereka tahu bila pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang mampu membuat anggotanya menghargai akan kehadirannya tak terkecuwali dengan Bayu, meskipun ia jengkel dengan Mahen namun ia tetap menganggap Mahen sebagai pemimpinnya.
"Hai Bay lo ngak papa kan, ayo ikut gue".Sambil merangkul bahu Bayu, Mahen berusaha menenangkan sahabatnya itu.
"Gue bisa jalan sendiri".Tolak Bayu saat Mahen berusaha mengajaknya.
Tidak berakhir disitu pertengkaran mereka pun berujung di ruang BK dimana Bayu dan Dimas diskors selama dua hari, pertengkaran yang mereka buat membuat orang tua mereka berdua dipanggil oleh kepala sekolah dan tentu saja hal itu membuat papanya Bayu malu dan mama Dimas pun kecewa karnanya.
* * * * *
Sesampainya dirumah mereka berdua di hadapkan oleh mama dan papa mereka. Bayu yang sangat keras kepala selalu membantah apa yang dikatakan oleh papanya, sedangkan Dimas hanya menundukkan kepalanya sambil menahan emosinya.
"Kamu seharusnya tau malu sedikit lah Bayu, kamu ini putra pengusaha yang namanya suda dikenal banyak orang dan kamu sebagai calon pewaris papa sudah semestinya kamu tau aturan".Papa Bayu mencoba menjelaskan.
"Aku hanya muak dengan omongan dan muka dia pa".Sahut Bayu sambil menodongkan jarinya ke Dimas.
"Bayu kamu tidak boleh seperti itu dengan adikmu sendiri".Suara serak bercampur tangisan mamanya Dimas berusaha untuk menenangkan Bayu.
"Apa lagi dengan wanita itu, bisakah anda keluar dari sini... istrinya papa??, jika anda dan anak anda yang sok perhatian ini keluar dari rumah yang dibangun dari hasil kerja keras mamaku, aku pasti akan tinggal, bagaimana??."Sambil memasang wajah kerasnya Bayu menjelaskan.
"Berani sekali kamu ya, anak tidak tau diuntung"Sorak papa Bayu sambil memukuli Bayu terus menerus. Dimas yang merasa terkagetkan hanya bisa diam dan menonton Bayu yang dipukuli papa tirinya itu sedangkan mamanya berusaha memisahkan mereka dan menyairkan suasana.
"Sudah cukup jangan lagi, dia adalah anakmu kamu harus ingat itu, dia masih labil kamu yang sudah seharusnya menenangkannya bukan malah seperti ini".Deru tangisan mama Dimas yang berusaha menjelaskan kesuaminya.
"Aku pergi dulu pa"
"Percumah juga aku ngomong sama papa".Bayu yang penuh dengan luka diwajahnya karena pukulan keras dari papanya itu membuatnya sedikit sempoyongan saat menyangga beban tubuhnya.
"Pergi sana kalau bisa tidak usah kembali, jika kamu ingin kembali minta maaf dulu kamu ke mamamu".Teriak papa Bayu yang melihat anaknnya itu meninggalkan rumah lagi.
"Sudah jangan begitu".Sambil mengelus dada suaminya mama Dimas menagis di pelukan suaminya itu.
Saat menyadari bahwa tindakannya itu sudah keterlaluan terhadap anaknya, papanya Bayu pun mulai meneteskan air mata kesedihannya, sebenarnya papa Bayu sangat menyayagi anaknya itu namun entah kenapa Bayu malah makin membencinya semenjak kedatangan mama tirinya.
"MEREKA HANYA TAHU DARI APA YANG MEREKA LIHAT, NAMUN TIDAK DENGAN APA YANG AKU RASAKAN"(Bayu)