
MALAM
KAU DATANG SAAT HATI INI MERASA BIMBANG
HADIRMU MEMBERI KETENANGAN SERTA KEDAMAIAN
BERKATMU FIKIR INI DAPAT MENUNDUK SEJENAK,SEMBARING MERENUNGKAN AKAN KESALAHAN.***
Asap rokok berterbangan dimana-mana,alunan lagu malam tak lupa menemaninya juga,dimalam yang kelam ini,Ellia menikmati kesendirianya dengan duduk disamping jendela kamar dan menghisap sebatang rokok yang ia pegang.
"Ayo sini,lempar bolanya kearahku"
"kesini adit,kamu gimana sih"
"mana bolanya"
"blablabla@/5$$/5\=5'5@@5'55'8@6/65'5'5'5'85''62"5"//6,68*-@2'2/@2(5(5:'7'\=8"6$$6"6"
Suara gaduh terdengar di luar jendela kamar Ellia,Ellia melihat keluar jendela dan melihat beberapa anak kecil yang menangis karena memperebutkan sebuah bola.
"Mungkin akan lebih menyenangkan ,bila bola itu diganti dengan sebilah pisau "
Ujar Ellia disat ia melihat mereka yang sedang menangisi sebuah bola,dengan nafas berat dan tawa ringan dibibirya.
"tok tok tok!!"ketukan pintu terdengar
"Elli apa kamu sudah tidur....???"
Ellia yang mendegar ketukan pintu itu,bergegas mematikan rokok yang sedang ia pegang dan bebaring ditempat tidur ,seakan-akan ia telah tertidur dengan pulas.
Tak lama kemudian,terbukalah pintu kamarnya dan menampakkan wanita separu baya yang sedang mendekati Ellia dengan membawa selembar kertas ditangannya.
Wanita itu merupakan mama angkat Ellia,dia mengangkat Ellia menjadi anakn angkatnya sudah dua tahun lamanya.Yuyun adalah nama wanita itu,bu Yuyun memperlakukan Ellia dengan sangat baik,sepertihalnya dengan anak sendiri,meskipun suami bu Yuyun tidak terlalu menyukai Ellia dan hampir tidak setuju untuk mengagkat menjadi anak mereka.Dengan alasan karena mereka mengetahui siapa sesungguhnya Ellia.Sedangkan bu Yuyun mengabaikan hal-hal buruk tentang Ellia,dia hanya memandang Ellia sebagai gadis kecil yang kehilangan arah dan sangat membutuhkan dorongan darinya.
Sentuhan lembut menyentuh kepala Ellia.
"kamu belum tidur kan??"
Ellia membuka matanya dan duduk disamping wanita tersebut,serta menggelengkan kepalanya.
"kamu habis rokok?"
Dengan anggukan lembut,Ellia menjawap pertanyaan yang diujarkan bu Yuyun.
"Jangan diulangi lagi ya..,ini dirumah ngak pantas kamu itu cewek, kalau papamu lihat bisa marah dia
Cobak dikurangi kalau ngerokok,lama-kelamaan juga akan terbiasa,mama ingin kamu ngak rokok lagi."
Ujar bu Yuyun dan dengan anggukan Ellia menjawabnya.
Tak lama setelah itu bu Yuyun melihat Ellia, lalu tersenyum manis dan menodorkan selembar kertas kepadanya.
"Apa ini tante??"tanya Ellia
"Tante!!!"
"Maaf ,maksudku m. ma..mama",dengan terpatan-patah Ellia memanggil bu Yuyun dengan sebutan mama,tawa kecil bu Yuyun terdengar oleh Ellia,yang membuat isi kepala Ellia bertanya-tanya dan merasa canggung atas prilakunya sendiri,memang sebelum mereka pindah rumah.Ellia tidak pernah memanggil bu Yuyun dengan sebutan mama,namun Ellia tak dapat menahan kuasa saat bu Yuyun memintanya untuk membiasakan dirinya dengan memanggil bu Yuyun dengan sebutan mama.
"Tidak perlu merasa ragu saat memanggilku mama ya...,lama-kelamaan juga akan terbiasa,ini kamu bisa membacanya"
Memberikan selebar kertas ke Ellia.
"Olimpiade bela diri tingkat SMA"Ellia membacanya dengan lantang,dan mengeryitkan dahinya dengan sepontan,sambil menatap bu Anna yang sedang tersenyum disampingnya.
"Tapi,tapi aku rasa tidak bisa melakukannya"jawab ragu Ellia,atas perkataan mama angkatnya
"Cobalah memulai hidup yang baru ditempat yang baru ini,sepertihalnya dengan mama,kita harus saling dukung ok,dan jangan lupa cobalah untuk mencari teman,tak perlu banyak-banyak teman,sedikit namun baik dan pengertian,itu sudah cukup baik."
Dengan senyum tipis bu Yuyun meninggalkan kamar Ellia,dan menutup pintu perlahan.
Untuk sejenak Ellia memandangi foto dirinya bersama Clara yang terletak di meja samping tempat tidur.Clara merupakan sahabat masa kecilnya,dengan mata berbinar Ellia mengambil foto tersebut dan memeluknya.
"Asal kau tahu ini semua salahku,dan aku akan menepati janjiku padamu, akan membayar semuanya atas perbuatanku"Sambil menuding foto Clara.
Keesokan harinya Ellia berada disekolah seperti biasa,namun untuk hari ini mungkin sedikit berbeda dari hari-hari membosankan yang biasa dijalaninya,setelah mendengar perkataan mamanya semalan,ia mulai berfikir untuk mencoba memulai kembali.
Ellia mengajak Nita berbicara saat dikelas,ia mencoba akrab dengannya dan bertanya soal perlombaan bela diri disekolahnya itu,serta menanyakan fomulir pendaftaran dan bagaimana cara untuk mengikuti tes seleksi untuk mewakili sekolah.
"woww kamu bisa bela diri ya"
Ellia dengan sepontan membungkam mulut Nita yang sedang terbuka,membut semua perhatian kelas tertuju ke arah mereka berdua.
"Diam diam"
Pak Agus mempelototi Nita yang sedang tersenyum malu.
"Emang siapa yang pandai bela diri??"
Tanya Toni kepada nita
"E L L I A,Ellia"
Nita mengejah nama Ellia, dengan tawa lebarnya itu menunjuk Ellia yang sedang memegangi kepalanya.
Dengan jawaban Nita membuat pak Agus bertanya kepada Ellia dan Nita,yang pada akhirnya membuat gaduh seisi kelas,membahas soal perlombaan bela diri,yang selalu diadakan setiap tahunya.
Ellia hanya tersenyum miris saat Nita menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan oleh pak Agus.
"Apa kamu sungguh ingin mengikuti seleksi ha.....anak baru,eh maap salah-salah."
"hahahhahah"suara tawa terdengar dimana-mana karena kekonyolan pak Agus .
"maksud saya lilia....eh salah lagi,Ellia Ellia"
"Pelan-pelan pak kalo ngomong,ntar kepleset tuh lidah bapak,bukanya manggil Ellia malah keliru manggil ellien lagi hahhah"
Dimas membuat seisi kelas makin gaduh dengan lawakan khas nya,yang membuat semua tertawa terbahak-bahak.Memang seperti itulah Dimas,banyak orang yang menyukainya,karena bakat ngelawak yang handal.
"Sudah-sudah,ini lagi pelajaran lo,ko mlah ngelawak"
"Sudah ya ,kita lanjutkan pelajaran.Dan untuk Ellia sama Toni nanti setelah pulang sekolah bisa menemui saya diruang guru jika benar-benar berminat untuk mendaftar.
"Iya pak"Jawan Toni
Elliapun menjawabya dengan anggukan
"Yahhhh,pak-pak"
Desahan para murit yang lebih suka bercerita dan malas untuk diajar oleh pak Agus.
Disamping pembelajaran pak Agus,teman sekelas Ellia,mulai membicarakannya,dan menanyai Nita tentang dirinya,Nita yang sangat ramah kepada siapapun,menceritakan hal-hal konyol yang membuat teman-temannya mulai mendekati Ellia lagi,dan dengan memaparkan senyum tipis yang tidak disengaja Ellia membuat teman-teman sekelasnya,mulai menyukainya.
"TIDAKLAH TERLALU BURUK
UNTUK MEMILIKI HAL BARU"(Adellia putri)***