
Ellia membanting hpnya di kasur,dan sejenak ia berfikir.
"Mahen?!,apaan sih orang ini,ngak jelas banget"gumam Ellia sambil mengganti pakaiannya.
Sesaat ia mengingat panggilan yang baru saja ia teriama.
"ya hallo"
"SELAMAT MALAM"jawabnya.
"whatt"
"Good night,from me to you"
"MAHEN"jawab si penelfon kembali
"Mahen siapa??,kamu siapa??"tannya Ellia yang merasa kebingungan,yang sebelumnya dikiranya Bayu tapi malah orang lain yang menelfonnya.
Saat Ellia menanyakan,si penelfon malah diam saja dan langsung mengakhiri panggilannya.
"aaakkh bodo amat lah"gumam Ellia saat tersadar dari lamunannya.
"Elli....bisa bantu mama bentar"panggil mama Ellia dibalik pintu kamanya.
"iya mah,bentar"Ellia segera keluar dari kamar dan membantu mamanya.
* * *
Keesokan paginya.
"nuttt nuttt nutt"bunyi getar hp Toni.
"Siapa tu"tanya Dimas
"Eh... Ellia"jawab Toni dan segera mengangkat telfonnya.
"ya Ell,ada apa??"tanya Toni
"aisss cie-ciee bang Toni hhh"canda Dimas
"Diem lo ngak denger ni,iya Ell kenapa-kenapa??"tanya Toni kembali karena tidak terdengar terlalu jelas.
"bisa bantuin gue ngakk,ini ban motor gue bocor"jawab Ellia.
"posisi kamu dimana??"tanya Toni kembali dan Ellia kembali menjelaskan tempatnya.
"eh Dim gue cabut dulu ya"Toni bergegas berlari untuk mengambil motornya.
"lo kan disuruh kekantor nyet"sontak Dimas
"Ntar aja...,gue mau bantuin Ellia dulu"jawab Toni menegaskan.
"tunggu-tunggu gue juga ikut"Dimas menawarkan dirinya.
Dan sesampainya dipakiran motor saat Toni dan Dimas hendak melewati gerbang,pak satpan menghadang mereka berdua,dan tidak memperbolehkannya keluar.
"pak teman saya lagi ada masalah pak,tolong pahami lah pak"Toni berusaha menjelaskan.
"maaf ya ngak bisa,ini 10 menit lagi gerbangnya sudah mau ditutup"ujar pak satpam.
"Eh Ton..,Tonnn"Dimas mencoba memberitahu Toni yang lagi sibuk berbicara,kalau ada guru BK yang sedang mengawasi mereka.
"apa sih"jawab Toni kesal sambil menepis tangan Dimas.
"tuuh tuhh noh liat sono"Dimas menunjuk-nunjuk ke arah belakang,yang terlihat pak Harto sedang mendekati mereka berdua.
"MATI DEH KITA TOOOON"teriak Dimas ke Toni dan segera kabur meninggalkan,motornya beserta temannya itu.
"ini Toni napa ngak datang-datang sih??"gumam Ellia sambil mendorong motornya.
"telfon lagi deh"Saat Ellia hendak menelfon kembali Toni,ia terkaget dengan bunnyi klakson Truk,yang mebuatnya tak sengaja melempar hpnya.
"aiis hp gue!!,anjing lo tolol"teriak Ellia ke truk yang melaju cepat
Dan ia segera berlari memungut hpnya yang terlempar kejalan.
"Haduh ini. ...,ini gima mati lagi"
"aaa ****"teriak frustasi Ellia sambil membanting helemnya.
"Ngapain lo"tanya Mahen yang menghentikan motornya.
"Ngak ngapa-ngapain"ujar Ellia sambil mendorong motornya kembali.
"Hehh..tunggu,diem disini"Mahen memegang erat lengan Ellia sambil menelfon seseorang
"apaan sih kak,lepasin ngak"Bentak Ellia,yang malah membuat Mahen tertawa.
"mana kontak lo??"tanya Mahen kepadanya,dan saat Mahen menyadari kontak motornya masih tergantung dimotor,Mahen segera merampasnya.
"Ngapain sih kak??"Ellia tambah menjadi kesal,keduanya pun beradau mulut di penggir jalan.
Tak berselang lama kemudian ada dua pria menghampiri mereka berdua.
"Gimana bang??"tanya Nino,yang merupakan teman Mahen.
"Nih"Mahen memberikan kontak motor Ellia ke cowok tersebut,dan mereka berdua segera mengurus Montor Ellia yang terpakir di pinggir jalan.
"Naik"ujar Mahen ke Ellia menyuruhnya untuk segera naik kemotornya.
"Ngakk usah"jawab ketus Ellia.
"Mau jalan kaki??,yaudah jalan kaki sono,ton nantinya motor lo juga ngak balik??"ancam Mahen sambil tersenyum tipis.
Ellia menyadari bahwa Mahen sedang mengerjainya,di balik helemnya itu terdapat senyuman kemenangan,yang ia sembunyikan.
Karena tidak mau ambil pusing dan berfikir panjang,Ellia langsung naik ke motor,saat Mahen yang sudah menyadarinya dengan sengaja menancap motornya secara dadakan hingga membuat Ellia tak sengaja memeluknya.
"Pegangan.... kalo masih mau nyawa utuh"ujar Mahen sambil ketawa yang membuat Ellia semakin kesal kareannya dan mencoba menahan emosinya.
Sesampainya mereka disekolah,ternyata gerbang sudah ditutu.
"pak izinkan saya masuk pak"ujar Ellia sambil menjelaskan apa yang sudah terjadi.
"Buruk banget cara ngerayu lo"ujar Mahen penuh kemenangan.
"Udah masuk saja sana"Pak satpan membuka gerbangnya dan mempersilahkan mereka masuk.
"Untung kaka kelas"gumam Ellia sambil menatap Mahen dengan amarah.
Mahen yang mendengar,menahan tawanya sebisa mungkin sambil mengiringi langkah Ellia,disaat mereka mau menuju kelas masing-masing mereka malah dihadang oleh guru BK.
"Mau kemana kalin,enak aja telat masuk langsung mau kekelas"bentak pak Harto guru BK.
"Maaf pak,saya kira sudah diperbolehkan masuk pak"Jawab Ellia dengan polosnya.
"hhhh mana ada telat ngak dihukum bocah"jawab Mahen sambil ketawa kareana tak mampu menahannya lagi.
"bener-bener ni orang"gumam Ellia sambil melotot ke arah Mahen.
"Mahen!! kamu lagi kamu lagi sampai bosen saya ngehukum kamu"
"Maaf pak"ujar Mahen.
"Baik untuk hukuman kalian berdua,bersihin gudang sekolah dengan benar dan rapikan semuannya.
Setelah jam pertama selesai segera membuat laporan di ruang saya dan segera kembali ke kelas kalian masing-masing"perintah pak Harto.
"Baik pak"jawab Ellia dan Mahen dengan sesama,dan mereka berdua langsung melaksanakan hukuman mereka.
Tak berselang lama kemudia Ellia kembali ke dalam kelas dengan muka penuh amarah hingga membuat Nita dan Kiki tidak berani menanyainya.
"Ell ini buku catatanku,tadi waktu jam pertama ada catatan matematika"Nita berusaha mendekati Ellia dan menaruh buku catatannya di bangku milik Ellia daengan perlahan.
"kamu mau minum dulu"Sahut Kiki dan menaruh minuman di meja Ellia dengan perlahan sambil menundukkan kepala.
"Emang Elli habis olahraga??"bisik Nita ke Kiki.
"Ell maaf Ell,tadi gue sama Toni ngak dibolehin keluar plus dapat masalah pula sama pak Harto,jadi gue sama Toni ngak bisa bantuin lo"Dimas mencoba menjelaskan.
"Maaf Ell tadi..."belum selesai Toni menjelaskan Ellia malah berteriak.
"Diem lo sialan"teriak Ellia yang seketika membuat teman-temannya kaget dan terdiam.
"Ah maaf"Sahut Ellia perlahan dan membaringkan kepalanya di meja.