YOU HALF MY BOYFRIEND

YOU HALF MY BOYFRIEND
24 Khawatir



Sudah tiga hari lamanya Bayu tidak terlihat di penjuru sekolah.Roro yang menyadari hal tersebut merasa cemas dan sangat kawatir hingga ia tak sadar berlarian menyusul Mahen yang terlihat memasuki kelas.


"Hen lo tau Bayu dimana kan??"Tanya Roro dengan wajah kawatir.


"Ya kenapa emang"jawab singkatnya


"Dia kenapasih kok ngak masuk masuk??"Tanyanya kembali.


"Bonyok"Bisik Mahen


"Lo kok khawatir banget,naksir Bayu"Ejek Mahen ke Roro sambil ketawa tipis.


"Apaan sih lo,resek banget"


"Terus Bayu sekarang dimana??"Sahut Roro


Belum sempat Mahen menjawab,terlihat Sabita yang datang menghampiri mereka.


"Ada apa ini"Dengan muka mejengkelkan Sabita melirik ke arah Roro.


"Ngak ada"Sahut Roro dan segera menjauh dari mereka berdua,karena ia tahu kalau dia terus-terusan menanyai Mahen maka Sabita akan membuat keributan dengannya.


"Kenapa sih,ngak jelas banget"Gumam Sabita sambil menatap punggung Roro yang berjalan menjauh.


"Eh Hen lo mau kemana?"Tanya Sabita yang melihat Mahen berjalan menjauh darinya juga.


"Hemm"Ujarnya sambil memperlihatkan korek api yang mengkode bahwa ia ingin merokok dengan teman-temannya di gudang belakang yang biasa ia pakai untuk berkumpul dengan gengnya.


"Mulai lagi"gumam Sabita sambil menggelengkan kepala,ia sangatlah paham akan Mahen,memang benar kalo Mahen itu jarang merokok dengan teman-temannya,namun saat ia merasa cemas dan kawatir dapat dipastikan kalau Mahen akan ikut merokok sambil menceritakan rasa cemas dan kawatirnya.Kebiasaan ini sudah Sabita ketauhi sejak dulu,pada saat mamanya Mahen dirawat inap dirumah sakit .Mahen terus menggumam dan menceritakan kesahnya ke Sabita sambil menyalakan sebatang rokok tampa meneteskan air mata.


* * *


Waktu berjalan dengan cepatnya,bell pulang sekolahpun berdering.Ellia berkemas dan segera pulang menyusul mamanya ditoko kue.


Tak lama kemudian Ellia sampai di toko mamanya,dan menjumpai Roro dengan aura kecemasan di depan pintu.


"Ayo ikut gue"Sontak Roro dan mengandeng tangan Ellia.


"Ini ada apa??"Tanya Ellia kebingungan.


"Udah ikut gue aja"Bisiknya


"Madam ma,saya izin dulu untuk hari ini ya dan emm.... Ellia saya pinjam sebentar"Sotak Roro meminta izin ke mamanya Ellia dengan sopannya dan segera berpamitan.


"Eh kalian ngak ganti baju dulu!"Ujar mama Ellia.


"Ngak perlu Madam,cuman sebentar kok"Dengan tawa manisnya Roro merayu mamanya Ellia sambil menarik tangan Ellia dengan sekuat tenaga.


"Eh ini mau kemana??"Tanya Ellia kembali.


"Udah ikut aja"


"Madam kita berangkat dulu ya,Assalamualaikum"Sontak Roro dan segera menaiki motor Ellia dengan wajah tampa dosa.


Beberapa saat kemudian mereka berduapun sampai di rumah sakit.


"Ngapain kesini??"Tanya Ellia lagi dan lagi.


"Temen gue lagi sakit,gue mau njenguk!!,makanya dari tadi gue udah siapin tentengan buah,nih lo ngak liat??"Jawab Roro sambil menunjukkan parcelan buah ke Ellia.


"Bilang kek dari tadi"Kernyit Ellia.


Mereka berdua segera masuk dan mencari ruangan no 011B.


"Ini bener ruangannya?"Tanya Ellia.


"Keknya sih gitu,bentar gue cek hp dulu"


"Ya benar,kata Mahen disini"Jawab Roro.


"Eh.. kak gue ke depan dulu ya"


"Mau ngapain benar diasini dulu,pegang ini!!,lo masuk duluan gue mau ke kamar kecil sebentar ok"Sahut Roro dan segera berlari mencari kamar kecil.


Ellia yang merasa kesal hanya bengong saja dan menyandarkan punggungnya ditembok.


"Lo jadi dijemput Bokap lo hari ini??"


"Hemm"


"Beruntung banget lo punya bokap kek gitu hhh"


"Jangan asal ngomong lo"


Terdengar suara keributan dibalik pintu 011B,dan saat pintu itu terbuka,Ellia segera meliat ke arah pintu.


"Lo"Dengan wajah gembira Bayu menatap Ellia yang ia jumpai di samping pintu.


"Itu cewek lo??"Bisik Dito di telinga Bayu.


"Berisik diem lo"gertak Bayu sambil mengkode Dito untuk segera pergi.


"Oh ya gue beli makan dulu"


"Mbaknya bisa masuk,silahkan"Dengan senyum ramah Dito mempersilahkan Ellia dan Elliapun menganggukan kepalanya dengan halus.


"Mau masuk??"Bayu menanyai.


"Emm ngak perlu,gimana kabarmu??"Tanya Ellia mengawali.


"Bukannya lebih enak kalo bicara di dalam"Sahut Bayu sambil tersenyum.


Bayu merasa senang dengan kehadiran Ellia yang tidak diduganya.


"Hai Bay"Terlihat Roro yang datang dari kejahuan menghampiri mereka.


"Gimana keadaan lo??"Tanya Roro cemas.


"Ini sudah lebih baik,gimana kalo masuk dulu"Tawar Bayu yang berkeinginan lebih lama dengan Ellia.


"Iya ayok masuk"Sontak Roro.


"Eh aku keluar dulu ya kak"Ellia berusaha meninggalkan mereka berdua dan pergi menjauh,karena ia tidak mau berurusan dengan Bayu.


"Loh kenapa??"


"Kamu ngak mau ngobrol dulu gitu"Tanya Bayu kecewa.


"Aku cari makan dulu"dengan senyum tipis Ellia menjauh dari mereka.


"Hai hati-hati"Teriak Roro,sambil menatap punggung Ellia yang menjauh.


"Lo ngak nyuruh gue masuk"Sontak Roro ke Bayu yang terlihat sedang memandangi Ellia.


"Iya iya ,sini masuk Ro"Ajak Bayu ke Roro.


Ellia yang berhasil menghindari masalah bernafas dengan leganya,dan ia berjalan kaki mencari tempat makan di sekitar rumah sakit.


Di samping rumah sakit terdapat kedai nasi dan mie goreng sepesial cak Nan,Ellia memasuki kedai tersebut dan memesan makanan.


Setelah memesan, nasi gorengpun siap disajikan,dan saat Ellia hendak memasukan sesendok nasi goreng kemulutnya,matanya teralihkan saat ada segerombolan laki-laki yang memasuki kedai.


Dan perasaan Elliapun menjadi lebih buruk saat melihat laki-laki yang berada di barisan depan,


yang tak lain adalah Mahen,cowok yang sering membuatnya kesal.


"Hai"Sapa Mahen ke Ellia dengan senyuman.