YOU HALF MY BOYFRIEND

YOU HALF MY BOYFRIEND
13 Terlalu membanggakan diri



Pelatihan untuk perlombaan olimpiade sudah dilakukan beberapa hari yang lalau ,dan ini adalah pertemuan yang ketiga kalinya.


"Untuk hari ini,materi yang haruns kita pelajari adalah teknik menyerang"Setelah melakukan pemanasan,Pelatih mulai memberikan materi pada mereka.


"Mahen coba kemari"panggil pelatih


"iya pak"Mahen menaggapi panggilan tersebut dan mendekat ke pelatih.


"coba kamu awasi yang lain,suruh mereka berpasangan,biarkan mereka saling bertukar fikiran dahulu,untuk sementara watu bapak percayakan pada kamu,saya mau keluar ada urusan sebentar,setelah saya selesai nanti saya balik lagi kesini,mengerti??"pangawas memberikan instruktur kepada Mahen.


"Mengerti pak"Jawab Mahen


"Baik saya tinggal dulu"pelatih mulai berjalan keluar dari gedung olahraga


Tak lama setelah itu Mahen mulai mengambil alih untuk pelatihan,dan memberikan materi sesuai dengan instruktur yang di percayakan padanya.


"hallo lagi"dengan wajah ceria Bayu menyapa Ellia.


Bayu merasa senang karena temannya Mahen sangatlah mengerti tentangnya,hingga membuat dirinya saat pelatihan pun masih diberi kesempatan untuk mendekati Ellia dengan cara memasangkan mereka berdua.


Melihat Ellia yang berpasangan dengan Bayu,membuat Roro merasa iri dengannya,karena sebenarnya ia sangat menyukai Bayu dari awal masuk SMA hingga sekarang,meskipun hanya bertepuk sebelah tangan dan rasa iri itupun tumbuh menjadi rasa cemburu.


"Ok seperti yang sudah saya sampaikan tadi,mulailah berlatih dengan rekan kalian sekarang"Mahen dengan lantangnya memberikan arahan kepada mereka semua.


"Serangan seperti apa,yang kau andalkan??"Tanya Ellia kepada Bayu.


"Apa..,apa hah,kamu ngomong apa"Jawab Bayu bingung ,setelah terbangun dari lamunannya.


"Serangan"dengan nada pelan Ellia membisikan ketelinga Bayu.


"oh..serangan!!,biar aku contohkan dan coba lihat dulu"Bayu yang terkaget saat Ellia mendekat,lansung menjauhkan badanya dan mulai mempratekkan serangan yang seriang ia gunakan untuk diperlihatkan kepada Ellia dengan antusiasnya.


Meskipun Bayu terlihat banyak tingkah dalam mempragakan serangannya,Ellia tetap mempelajarinya dengan serius,karena ia tahu bahwa serangan yang dimiliki Bayu,merupakan salah satu serangan yang cukup ampuh dalam menyerang lawan yang ukuran badannya lebih besar dari ukuran tubuhnya.


"Boleh aku peragakan??"Tanya Ellia kepada Bayu


"Ok Coba serang aku,aku juga penasaran sampai mana yang kau pahami"dengan senyum percaya diri Bayu menantang kemampuan Ellia.


"Brukkk...."Suara bantingan yang menjatuhkan lawan dengan keras.


"auu sakit Ell lepas-lepas,orang belum siap main serang aja,lo jahat banget sih"Rengek Bayu ,yang kesakitan saat Ellia tiba-tiba menyerang.


"sorry.. kelepasan kak"dengan senyum ejeknya,Ellia membantu Bayu nerdiri.


Roro yang mengetahui hal tersebut membuatnya sangat jengkel,hingga tak sadar ia terkena serangan rekannya.


"aduhhh...,gimana sih lo,orang belum siap juaga"rengek Roro


"maaf kak,tadi kan kakak yang nyuruh nyerang"Jawab Risma rekan Roro.


"Omong kosong lo"dengan jawaban kesal Roro kembali menyerang balik Risma.


* * *


Tak lama setelah istirahat selesai dilakukan,pelatih kembali menggambil intruksi.


Sesuai yang dikatakan pelatih,Roro di perintahkan untuk mempratikkan kemampuannya kepada Ellia dan begitu pula sebaliknya,seperti yang sudah dipelajari sebelumnya.


"Oke mulai"pelatih memberikan aba-aba setelah mereka salingemberi hormat.


"gue bikin bonyok lo"dengan penuh percaya diri Roro berbisik kepada Ellia saat pemberian hormat dilakukan.


pertarungan mereka sangatlah sengit,tidak ada yang memberi ruang untuk menyerang.


mereka berdua adalah rival yang seimbang,Ellia yang duduk di kelas dua membuat pelatih kagum dengan keahliannya ,karena sebanding dengan Roro yang saat ini bersetatus sebagai senior Ellia dan juga berpengalaman dalam seni bela diri.


"dia sangat pandai dalam menghindar"Jawab Toni saat Risma memuji Ellia.


"Roro juga tidak kalah hebatnya"Sahut Yohana teman seangkatan Roro.


Mereka semua mulai membicarakan dan mempelajari


gerakan yang dipertontonkan kepada mereka semua.


"brukk"bunyi Roro yang terjatuh saat tertendang oleh Ellia,saat tidak sengaja memberika peluang untuk menyerang.


Roro kalah di ronde satu,dan juga ronde dua,Roro merasa tenaganya sudah mulai berkurang.


* * *


beberapa hari yang lalu saat Sabita dan geng mereka mengetahui Ellia masuk dalam pelatihan.


"lo gimana sih,belagu doang yang lo gedein,nyali lo kagak punya"Andin yang melihat Sabita terdiam, menyalahkan Roro.


"gue ngak ada urusan sama lo,bisa diem ngak"teriak Roro ke Andin.


"Diem lo"teriak Sabita yang menghentikan pertengkaran mereka.


"Santai aja kali,main halus dikit napa?"sambil tertawa Sabita menggandeng Roro dan merangkulnya.


"Ngak usah ngomong ngawur lo Ndin"sabil menatap Andin,Sabita mengajak Roro menjauh dari mereka(the gegnya).


"Permaluin dia Ro"Kata-kata yang terucap dari mulut Sabita yang membuatnya menghentikan langkahnya.


Mengingat perkataan Sabita Roro bangkit dan mulai menyerang kembali Ellia.


Ellia yang kehilangan keseimbangan terjatuh,dan Roro mulai menyerang wajah Ellia hingga hidung Ellia terluaka.


"Sudah berhenti"Pelatih menghentikan pertarungan mereka dan alhasil ronde ketiga Roro lah yang memenangkannya.


Roro tertawa dengan bangganya dan menatap Ellia dengan angkuhnya.


Ellia yang tergeletak dilantai dibantu berdiri oleh Mahen.


"gue bukan anak kecil"Ellia menempis tangan Mahen saat ingin membantunya.


Ia langsung segera berdiri dan menjauh dari arena dan meminum air yang diberika oleh Toni yang terlihat mencemaskannya.


"Ell ini tisunya,ada darah dihidung lo"Bayu yang tak mau kalah dengan Toni memberikan tisu ke Ellia.


"Makasih"Ellia tersenyum tipis pada Bayu dan tak sengaja melihat dua bola mata yang mengintainya dengan tatapan tanjam ke arahnya.


Mahen yang menatapnya dengan tajam tiba-tiba tersenyum pada Ellia.


Ellia yang melihat Mahen, mengeryitkan dahi dan memalingkan pandangannya.


Mahen mengetahui dengan sangat jelas bahwa Ellia membiarkan dirinya kalah oleh Roro,karena dalam setiap gerakan Ellia sangatlah ketahuan selalu membuka peluang untuk Roro.


"cewek licik"gumam Mahen dan tersenyum.


"KAU TIDAK AKAN MENGERTI


JIKA KAU TIDAK MENGETAHUI


APA YANG MEMBUATNYA BERHENTI


SEPERTI TIDAK MAMPU MENGAKHIRI".