YOU HALF MY BOYFRIEND

YOU HALF MY BOYFRIEND
29 Malam yang terlalu singkat



Malam harinya saat Bayu berada di ranjang tempat tidurnya, Bayu terus memegangi luka memar yang telah terobati dengan sempurna, ia teringat saat tadi Ellia membawanya untuk singgah di toko kue milik mamanya.


Bayu terus mengingat hal-hal yang membuatnya bahagia itu, hingga tertawa riang keluar dari bibirnya, untuk menutupi kebahagiyaan dan tawa kerasnya Bayu menutupi mukanya dengan bantal.


"Auuu iiis.... sakit".Sotaknya saat ia merasakan sakit di lukanya, dan pada saat Bayu teringat lagi akan Ellia ia mulai tertawa dan merasa malu sendiri.


Dua jam yang lalu, Ellia mengajak Bayu untuk mampir di tokonya, karena Ellia tidak tega meninggalkan Bayu sendiri dengan luka memar diwajahnya.


"Apa kau mau terus menangis seperti ini??".Tanya Ellia kepada Bayu yang masih memeluk pinggangnya, dan dengan gelengan kepala Bayu menjawab.


"Aku harus pulang. jaga dirimu kak!!".Ellia melepas pelukan Bayu dengan paksa, dan segera membalikan badannya. Akan tetapi Bayu dengan sergap meraih tangan Ellia dan memeganginya sambil menundukkan kepala.


Ellia yang sedikit teringat akan masa lalunya yang terasingkan oleh orangtua kandungnya mengajak Bayu untuk mampir ke toko kue mamanya.


* * * * *


Sesampainya di toko kue


"Assalamualaikum".Sapa Ellia saat memasuki toko yang diikuti dengan Bayu dibelakangnya.


"Waalaikumsalam...Eh mbak Ell udah pulang, loh ini mas Bayu ya..... yang temannya mbak Ell kemaren??"Seru mbak Mina sambil menanyai Bayu yang berada disamping Ellia.


"hhh iya mbak".Jawab Bayu ramah.


"Loh mukanya mas Bayu kenapa kok babak belur gini??"Tanya mbak Mina kawatir.


"Ceritanya panjang mbak...!!!".Jawab Bayu yang belum sempat selesai namun dipotong oleh Ellia.


"Habis jatuh dia mbak!!, mbak Min tolong ambilin obat luka di gudang belakang ya mbak!!"Sontak Ellia, yang membuat mbak Mina berhenti bertanya dan langsumg mengambilkan obat luka beserta minuman.


"Ini mbak Ell obat dam minumannya".Sambil menyerahkan obat dan minuman.


"Makasih mbak".Sontak jawaban Ellia dan Bayu yang bersamaan, yang membuat mereka memandan satu sama lain, dan Elliapun dengan cepat menggalihkan pandangannya.


"Emm mbak, memangnya mbak Mina mau pulang sekarang??".Tanya Ellia sambil menerima kotak obat yang diberikan mbak Mina.


"Iya mbak saya mau pulang dulu, kata nyonya kuncinya disuruh kasih ke mbak Ell".Mbak Mina menjelaskan.


"Iya mbak ngk apa".Jawab Ellia sambil tersenyum ke mbak Mina yang membuat Bayu termenung saat melihat senyumnya.


"Beneran mbak Ell ngak apa, makasih buanyak pokok ya mbak Ell".Sambil memeluk Ellia mbak Mina menampakkan wajah lega.


"Oh ya, mas Bayu sering-sering mampir kesini ya, dan tolong jagain adik kecil saya ini!!".Sambil tersenyum kepada Bayu mbak Mina berpamitan pulang.


"Pasti mbak pasti".Jawab Bayu dengan sergap sambil berdiri yang membuat Ellia menatapnya dengan tatapan aneh sambil menaikkan satu alisnya. Dan mbak Mina pun tertawa karena tingkah Bayu yang aneh.


"Iya mbak, saya masih usaha, doakan ya mbak!!"Bisik lirih Bayu ketelingga mbak Mina yang membuat mereka berdua jadi senyum-senyum satu sama lain.


"Masih lama ni senyum-senyumnya??".Tanya Ellia yang merasa kesal karena tidak tau apa yang dibisikkan Bayu ke mbak Mina.


"Yaudah mbak Mina pulang dulu ya..., keburu kemalaman ini udah jam setengah 9, Assalamuallaikum"Sontak mbak Mina.


"Waalaikumsalam"Jawab Ellia.


""Waalaikumsallam hati-hati mbak!!"Jawab Bayu


"iya.. lain kali jangan jatuh-jatuh lagi ya!!".Sahut mbak Mina yang membuat Bayu tertawa.


Setelah mbak Mina meninggalkan toko, hanya tersisa Ellia dan Bayu di dalamnya, Bayu yang menyadarinya merasa canggung dan tidak bisa berkata apa-apa.


"Lepas jaketmu !!".Pinta Ellia yang seketika membuat Bayu salah paham padanya.


"Lo mau apa Ell??".Tanya Bayu yang merasa gugup dan kebingungan.


Melihat tatapan Ellia yang tajam kearahnya membuat Bayu tampa berfikir panjang langsung melepaskan jaketnya tampa berkata satu kata apapun lagi.


Ellia dengan fokus melihat sekujur tubuh Bayu yang terdapat luka.


Bayu yang hanya menggunakan kaos tampa lengan membuat badan dan otot lengannya terlihat nampak jelas, yang mana hal tersebut membuat Bayu sedikit malu saat Ellia melihatnya.


"Apa ini sakit??"Tanya Ellia sambil memegang bagian dada Bayu yang nampak lebam karena pukulan.


Bayu yang merasakan jari-jemari Ellia menyentuh tubuhnya membuat jantung Bayu berdegup kencang, sangking kencangnya Ellia pun menyadarinya.


"Maaf".Sambil menarik tangannya kembali.


"Tidak apa, aku yang minta maaf karena banyak merepotkanmu hari ini".Jawab Bayu canggung. Dengan memberanikan diri Bayu meraih kembali tangan Ellia dan memintanya untuk membantu mengobati lukanya.


Proses mengobati Bayu pun berjalan dengan mulusnya Ellia yang hanya terfokus dengan luka-luka Bayu membuatnya serius saat mengoleskan beberapa obat luka beserta dengan sedikit menggunakan hansaplast di wajah Bayu.


Sedangkan Bayu terus menikmati setiap detiknya, yang mana ia merasa nyaman dan senang akan kehadiran Ellia yang tengah mengobati lukanya.


Dan saat tiba-tiba wajah Ellia mulai mendekat dikarenakan mengobati luka Bayu yang berada di samping hidung, membuat Bayu terpanah dan menelan ludah. Bagaimana tidak saat itu bibir mungil Ellia hanya berjarak beberapa cm saja sudah dapat bersentuhan dengan bibirnya.


Dan ingatan itulah yang membuat Bayu senyam-senyum sendiri saat ini diiringi dengan malu yang tak karuan.


"Menggapa malam ini terasa singkat aaaaa......sial".Kata Bayu sambil berguling-guling diranjangnya dan memukuli gulingnya.