
Ellia yang penasaran ,menanyai Roro yang sedang berbaring disampingnya.
"Boleh tanya sesuatu??"tanyanya
"Mau tanya apa??,soal Sabita??"jawab Roro.
"Bisa jadi"sahut Ellia.
"Yaudah tanya aja"Roro mulai meladeni pertanyaan Ellia dengan serius dan ia mulai duduk dengan santay.
"Kak,lo bilang tadi kalo yang ngasih saku lo itu,Kak Sabita maksudnya??"Ellia mengawali pertanyaannya.
"Lo penasaran banget"jawab Roro sambil tertawa
"Gini ya,selagi gue nurutin apa yang disuruh Sabita,maka gue dapet bayarannya"jawabnya.
"Brati lo bukan Sahabatnya dong??"Canda Ellia.
"Gue bukan teman ataupun sahabatnya,melainkan anjing peliharaannya"jawabnya dengan tatapan lesu.
"Sekarang gue bingung,mau cari duit gimana"keluhnya.
"Bukannya bisa minta orang tua??"tanyanya kembali.
"Lo pikir gue anak mama gitu,Nyokap gue udah ngak ada,sekarang gue tinggal di kosan dekat sini"jawaban Roro yang semakin membuatnya penasaran.
"Terus yang bayarin sekolah sama kosan lo siapa??"tanya Ellia
"Lo tau kepala sekolah kita yang sekarang??"tanya Roro sambil merangkul bahu Ellia.
dan dengan anggukan Ellia menjawab
"Nyokap gue dulu tu selingkuhannya,jadi soal kosan sama sekolah dia yang bayar??"jawabnya
"Jadi lo anaknya??"tanya Ellia kembali.
"Ya bisa dibilang begitu,sial banget kan nasib gue hhhh"walaupun Roro mengatakannya dengan tertawa namun jauh dari lubuk hatinya berkata lain.
"Gue juga anak pungut"Sontak Ellia menenagkan Roro.
"Lo serius??"Roro tergaget,saat meliat mata Ellia,ia tahu bahwa itu bukan candaan.
Roro yang menyadari langsung memeluk Ellia dengan erat.
"sudahlah kak,namanya juga hidup"sambil melepaskan pelukan Roro.
"oh ya kalo lagi butuh duit mampir aja ke toko kue mamaku,lo bisa kerja paruh waktu disana"Ellia menawarkan pekerjaan.
"serius lo??"tanyanya terkejut
"Lo pasti mau balas dendam ke Sabita kan,makanya lo baik sama gue,lo butuh bantuan gue??"
"Ngak"jawab singkat Ellia
"Terus lo mau gue ngapain buat bayarannya??"Tanyanya kembali.
"Kak lo ngingetin gue ke sahabat gue,mulai sekatang jadi temen gue ok"jawab Ellia dengan tulus.
Roro yang mulanya tidak menyukai Ellia,sekarang malah penasaran dan ingin tahu lebih jauh tentangnya,Roro yakin dibalik wajah lesu dan sikap dinginnya itu,ada rasa sakit yang Ellia sembunyikan.
"Hai Ton"sapa Ellia saat melihat Toni berjalan mendekatinya.
"Lo ngapain kesini??"Roro yang terkaget melihat kedatangan Toni.
"Lo sendiri ngapain??"
"Ton gue ada acara nih,anterin Kak Roro pulang
ya"pinta Ellia.
Beberapa menit yang lalu Ellia menghubungi Toni dan memintanya untuk datang kemari.
"apa"sontak Toni dan Roro.
"Kenapa sih??"tanya Ellia bingung.
"Ogah gue dianterin sama si cupu ni"tolak Roro
"Lo pikir gue mau nganterin cewek berandalan kayak lo"
"woi sopan dikit napa,gue tu kaka kelas lo"
"Terus apa masalahnya"
Mereka berdua terus beradu mulut hingga membuat Ellia merasa membuang-buang waktunya.
"Gini Ton ,gue titip temen gue ya"Pinta Ellia dengan wajah lesu,yang membuat Toni tidak berdaya melihatnya.
"Iya iya..,nanti kalo sudah nyapek rumah,kabari gue ya"jawab Toni.
"He Ell,lo serius mau ninggalin gue ha"sontak Roro
"Pelan aja kalo ngomong,dasar ngak tau malu"gumam Toni.
"Lo bisa diem ngak cupu"bisik Roro.
"sorry,gue pergi dulu"Ellia segera keluar serta melambaikan tangan kepada mereka dan mengendarai motornya.
"Ayo naik"Seru Toni.
"Ogah gue,lucu banget gue disuru adik kelas gue"pekik Roro.
"Terus mau gimana kak"tanya Toni kembali.
"Nah gitu dong yang sopan,sini biar gue yang nyetir"Roro menyuruh Toni untuk mundur dan ialah yang menuetir.
"Masak cowok dibonceng cewek"pekik Toni
"Alah diem lo,cepet pegangan,kalo mau masih hidup"Jawab Roro sambil ketawa bangga atas kemenangannya.
"Oi pelan-pelan aja oi"Teriak Toni yang terkaget saat Roro berkendara dengan kecepatan penuh.
"huuuuhuuu,aakakkakk"Teriak Roro yang kesenangan.
"Dasar cewek gila"
"ngomong apa lo???"
"gila lo"
"gue emang gila hhhhh"Teriak Roro yang membuat Toni pasrah dengan kegilaanya.
KENALILAH LEBIH LAMA DAN LEBIH DALAM LAGI
KARENA DENGAN WAKTU KAU AKAN TAHU SIFAT ASLINYA
DAN LEBIH DALAM KAU AKAN MENGENGERTI MENGAPA IA BERBUAT SEPERTI INI***