
Sesampainya dikantin.
"Ngapain pada liatin gue??"tanya Ellia yang merasa risih pada tatapan Nita dan Kiki.
"kamu keren Ell"Jawab Kiki,yang membuat Ellia mengeryitkan dahinya.
"Elli,sumpah gue tadi takut banget tau ngak??"
"Tapi gue kagum sama kamu Elli sayang"Jawab Nita kagum dan memeluk temannya itu.
"Tapi sebaiknya kamu jangan cari masalah sama mereka Ell,disekolah ini semua juga tahu kalau mereka suka cari bahan buat bulian"Kiki mencoba untuk memperingatkan.
"iya juga sih,asal kamu tahu dulu pas kelas satu,ada teman sekelasku yang namanya Serena,dia pindah sekolah karena dibuli sama mereka"Nita mulai mencoba menjelaskan.
Nita mulai bercerita tentang pembulian yang dilakukan oleh sabita dan the gengnya itu,hingga membuat Serena pindah sekolah.
Serena yang waktu itu dibantu oleh Mahen saat pingsan dan membawanya ke UKS,membuat Sabita marah saat mengetahuinya.
Tidak hanya itu Kiki juga menjelaskan bahwa pembulian yang dilakukan oleh Sabita,sebenarnya Rorolah yang melakukan,banyak kekejaman yang Roro lakukan mengikuti perintah dari Sabita sedangkan Sabita hanya menikmati permainan yang dipertontonkan untuknya.
"Darimana lo tahu??"tanya Ellia penasaran.
"Serena itu temanku jadi, tidak ada yang disembunyikannya saat bercerita denganku,Nita juga mengetahuinya!!"Jawab Kiki terhadap pertanyaan yang diajukan Ellia.
"Sudahlah-sudah ayok makan dulu"Nita berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Kok makananku belum dianter ya??"tanya Ellia.
"Biar aku yang ambilin Ell"Kiki menawarkan diri untuk membantu Ellia.
"Udah ngak usah,gue aja,sekalian ketoilet bentar ya"Sahut Ellia.
" Tenang aja gue tunggu kok hhh"canda Nita.
Tak lama kemudian terdengar hp Ellia yang berbunyi,menunjukkan ada pesan masuk.
"loh hpnya ditinggal nih,cobak kita liat Ki"ajak Nita ke kiki.
"Nanti Ellia marah gimana??"jawab kiki sambil mengunyah makanannya.
"Ini ada pesan masuk lo!!,16 pesan pula,sapa tau aja ada hal penting"Nita mencoba menyakinkan.
"yaudah coba aja dibaca"Kiki juga mulai penasaran.
Saat Nita membuka pesan yang masuk,belum sempat mereka membacanya tiba-tiba nomor itu menelefon,dan membuat mereka terkaget.
"ini gimana Ki??,diangkat ngak ??"tanya Nita yang kebingungan.
"Coba aja angkat Nit,kasihan tahu Ellia, kalau ini penting gimana??,udah tiga kali ngak kamu angkat-angkat."Kiki mencoba menyemangati
"gue angkat ya"
"hallo"Nita mencoba mengawali pembicaraan.
"Pulang sekolah,tunggu di parkiran ok,gue tungguin lo disana"Jawab si penelfon.
"eh maaf tadi.... tit tit tit"belum sempat Nita menanyakan siapa orang ini telfon sudah dimatikan.
"oi ada apa??"tanya Ellia yang datang membawa makanan ditangannya.
Nita dan kiki mulai menjelaskan apa yang sudah terjadi,dan meminta maaf padanya.
Ellia kemudian membaca pesan yang sebelumya dia sudah mengetahui namun malas untuk membacanya.
Dia hanya membaca pesan terakhir yang dikirim,bertuliskan untuk menunggunya di parkiran.
* * *
Setelah pelajaran selesai,Ellia hendak pulang dengan mengendarai motornya dan mulai berjalan menuju parkiran.
"Eh el,lo langsung pulang??"tanya Nita.
"iya"jawab singkat Ellia.
"gimana kalau kita nongkrong dulu??,ya ngak Ton"ajak Dimas.
"Kalau gue ngak bisa deh kan gue ada extra hari ini,toh Kiki juga udah pulang duluan,ngak enak kalo ngak lengkap,ya kan Ell"Jawab Nita menjelaskan.
"yaudah gue temenin lo extra ya Nit"Dimas menawarkan diri.
"lo Ton temeni Ellia pulang ya"Seru dimas yang mendorong Toni lebih dekat dengan Ellia ,dan langsung mengajak Nita menjauh dari mereka.
"eee a maaf Ell"dengan nada terbatah-batah Toni meminta maaf,karena tak sengaja memeluk punggung Ellia.
"Santai aja kali"dengan santainya Ellia menepuk dada Toni dengan pelan dan melanjutkan jalannya.
"Lagi sendiri atau gimana??"tanya Toni yang merasa agak canggung.
"gue bawa motor kok,gue duluan"sambil tersenyum Ellia pergi dengan montornya.
"dasar miss ok"gumam Toni sambil senyum-senyum sendiri dan memegangi dada yang tadi disentuh oleh tangan Ellia.
Ellia yang sedang menggendarai sepeda motor tidak sadar bahwa ia telah diikuti seseorang dibelakangnya.
Dan sesampainya Ellia di toko mamanya tiba-tina hp nya berbunyi lagi,Ellia yang risih dengan orang yang menelfonnya dari tadi, langsung mengangkat telfonnya dengan kesal.
"lo siapa??"tanya Ellia kesal.
"gue ada di sebrang jalan sekarang"jawab dari si penelfon yang membuat Ellia menoleh ke arah kaca tokon untuk melihat orang tersebut.
Saat tahu bahwa orang itu adalah kakak kelasnya yaitu Bayu,Ellia langsung menutup telfonnya dan tidak memperdulikannya,meskipun begitu Bayu tetap berdiri di sebrang jalan sembaring menatap Ellia.
Melihat cuaca di didepan toko yang tidak memungkinkan dan hujan mulai turun membuat Bayu kehujanan di pinggir jalan,membuat Ellia mengajak Bayu untuk masuk ke dalam tokonya.
"Mbak min tolong kasih minuman ketemanku"pinta Ellia terhadap mbk Mina.
"iya mbk ell"jawab mbk Mina.
"Ngak usah repot-repot lah ell"
"eh ngomong-ngomong ini toko punya lo??"tanya Bayu ke Ellia.
"Nyokap"jawab singkat Ellia yang membuat bayu hanya mengangguk-anggukan kepalanya.
"ini silahkan"mbak Mina datang dan membawakan dua cangkir kopi.
"Makasih mbk"dengan senyuman ramah,Bayu bersikap dengan sopannya yang membuat mbak Mina tersenyum malu.
"Ngapain ngikutin aku??"tanya ketus Ellia.
"Yaa penasaran aja"jawab Bayu sambil ketawa.
"lain kali kalau ngak penting ngak usah main telfon atau sms,NGANGGU!!"selepas berbicara kepada Bayu Ellia berdiri dan meninggalkan Bayu sendirian.
"eh mau kemana lo Ell??"pertanyaan Bayu yang tidak dihiraukan sama sekali oleh Ellia.
Bayu yang merasa kesal setelah menunggu Ellia yang tidak kunjung datang,membuat Bayu berdiri dan hendak meninggalkan toko tersebut.
"Berapa mbak minumannya??"tanya Bayu ke mbak Mina.
"ngak usah mas"tolak mbak Mina.
"ini mbak ngak apa-apa ambil aja mbak"paksa Bayu
"Ndak berani saya mas,ntar saya dimarahin mbak Ellia"
"ini juga masih hujan mas ,apa ndak ditunggu terang dulu??"tanya mbak Mina ke Bayu.
"ee ngak apa-apa mbk ini"belum juga Bayu menyelesaikan perkataanya Ellia keluar dari pintu belakang.
"mau kemana"tanya Ellia ke Bayu.
Bayu yang melihat Ellia keluar dari pintu belakang dan menodorkan sebuah handuk kepadanya,membuat wajah Bayu yang mulanya kesal menjadi senang.
"cepet ambil"sontak Ellia yang membuat Bayu bangun dari lamunannya.
"iya-iya galak banget"jawab Toni senang sambil senyum-senyum dan mengambil handuk yand diberikan untuknya.