YOU HALF MY BOYFRIEND

YOU HALF MY BOYFRIEND
30 Kembali semula



Pak Agus yang merupakan wali kelas XI IPA 4, sedang memberi pengumuman bahwa minggu depan akan diadakan penilaian akhir semester satu.


"Anak-anak jadi gini untuk ujian akhir semester satu akan dilaksanakan minggu depan, apa kalian semua mengerti."Sontok pak Agus memberi pengumuman.


"Mengerti pak".Jawab para siswa dan siswi dengan kompak.


"Apa ada pertanyaan lagi yang mau disampaikan??".Tanya pak Agus.


"Tidak pak"


"Kek nya tidak dulu deh pak"


"Mungkin besok pak tanyanya!!".Jawab para siswa dan siswi dengan penuh gurauan yang membuat suasana menjadi berwarna.


"Sudah-sudah kalian ini, Dimas gimana apa ada pertanyaan, tumben kamu diam saja??".Pertanyaan yang di lemparkan pak Agus ke Dimas seketika tidak ada yang berkutik, apalagi mengingat setelah ada kejadian pertengkaran Dimas dengan Bayu kakak tirinya.


Setelah pertengkaran lalu, Dimas sedikit agak berbeda dari biasanya, ia sedikit menghidar dari teman-teman sekelasya tidak hanya itu dia juga tidak ceria dan konyol seperti biasanya, hal itupun membuat teman-temannya merasa ada yang kurang dan hilang dari temannya itu.


"Eeem Dimasnya masih lemas belum sarapan pak hhh".Sahut Toni sambil menepuk pundak sahabatnya itu.


"Hhhh gak dulu deh pak, ntar kalo saya tanya pak Agus mana bisa jawab".Sahut Dimas yang membuat teman-temanny terpanah karena ucapan dan tawanya telah keluar dari mulutnya.


"Yaudah saya tanya deh, tayang kamu udah makan belom??".Tanya Dimas yang diarahkan ke Nita, dan sontak membuat seisi kelas rusuh dan gaduh.


"Cieeeer... cieee."


"Fiuitttt.."


"Langgeng terus pokok".Sontak satu kelas menyoraki Dimas dan membuat Nita malu tak karuan karena tindakannya.


"Dih Najis tau ih, ngipi ap lo??".Sahut Nita.


"Ditanya tu Dim mimpi apa, kenapa ngak dari kemaren tanyanya hhhh".Sahut salah satu teman sekelasnya.


"Cieeeeee".Seru teman-teman sekelasnya kembali dan membuat senyum di bibir Dimas semakin lebar.


"Huuuuu pak pak"


"Inget usia pakkk hhhhh"


"Tak bilangin bu Ajeng lo pak hhhh (Yang merupakan istri pak Agus) ".Sorak para siswa dan siswiemggoda pak Agus.


Seisi kelas mulai bercanda kembali, apalagi setelah Dimas terlihat ceria kembali membuat Toni, Ellia, Nita dan Kiki mulai menggodanya.


"Kalian kapan jadian, kok ngak bilang-bilang sih??".Tanya Kiki polos.


"Iss apaan sih ngak jelas banget".Jawab Nita sambil menyembunyikan malunya.


"Duh udah main jadian aja nih."Sahut Toni sambil menepuk punggung sahabatnya itu.


"Hhhh yang pasti ntar aku tlaktir deh, mau kumpul dimana sepulang sekolah??"Tanya Dimas yang seketika membuat mereka terdiam.


"Asem lo, lo beneran udah jadian??, berani sekali ya lo nyembunyiin dari kita".Sahut Toni terkaget karena ucapan Dimas sambil memukul-mukul punggung sahabatnya itu.


"Mana ada, ngak ada!!!"Nita kebingungan yang membuat Ellia tersenyum karna tingkahnya.


"Woi sakit tau, ngak-ngak cuman bercanda, bercanda.... denger ngak sih".Teriak Dimas yang membuat seisi kelas menatapnya.


"hhhh maaf, Kalian silahkan lanjut!!".Sontak Dimas sambil duduk kembali di bangkunya.


"Lanjut-lanjut dasar anak kurang ajar ya kamu Dimas".Teriak Pak Agus sambil berjalan crpat menuju ke arah Dimas.


"Pak....,mau ngapain pak??."Tanya Dimas yang melihat pak Agus mendekat ke arahnya sambil membawa penggaris kayu.


"Sini kamu Dimas, woii Dimas.......".Pak Agus mulai berteriak dan berlari saat melihat Dimas berusaha lari darinya yang membuat seisi kelas tertawa karena tingkah guru dan murid tersayangnya itu.


"Ampun pak......".Teriak Dimas sambil berlari keluar kelas.