YOU HALF MY BOYFRIEND

YOU HALF MY BOYFRIEND
32 Kejutan



Hari demi hari telah berlalu dan tibalah saat waktu pengambilan nilai ujian akhir semester, akan segera dilakukan pada pagi hari ini, seperti biasa Ellia dan teman-temanya membaca buku terlebih dahulu di luar kelas sebelum ujian berlangsung.


Ellia terlihat santay saat membaca buku, bahkan dia membaca buku sambil menggunakan headset di kedua telingganya, Toni mencoba mendekati Ellia sambil membawa buku yang tadinya ia baca.


"Ell serius amat".Sambil duduk didepan Ellia Toni tersenyum padanya.


"Nanti kira-kira pulang jam berapa?? ".Tanya Ellia ke Toni.


"Mungkin sekitar jam 12 an ya kan ton?? ".Sahut Nita.


"Ngak kok, jam setengah 12 udah pulang".Jawan Toni sambil menatap bukunya dan Ellia mengangguk-anggukan kepala.


"Emangnya ada apa Ell!!, tumben kamu tanya jam pulang?? ".


"ada sedikit urusan".Jawab singkat Ellia, dan Tonipun menatap Ellia berharap Ellia menjelaskan apa yang akan ia lakukan setelah pulang sekolah nanti.


Ellia yang merasa Toni penasan hanya tersenyum tipis dan mendengus kecil.


"Hemm??? ".Tatap Toni sambil mengkode ke Ellia, saat Ellia mau memcoba membicarakannya, namun bell masuk telah berbunyi.


Para siswa dan siswi mulai dari kelas 10, 11 dan 12 memasuki ruangan masing-masing seperti yang sudah ditentukan. Mereka semua mulai fokus saat akan mengerjakan mata pelajaran yang sudah ditentukan.


Begitupula dengan Toni, yang merupakan siswa teladan dan selalu mendapatkan juara 1 dikelasnya, Toni sebenarnya lumayan populer dikalangan para wanita apa lagi golongan anak kelas 10, sebelumnya Toni pernah diberi surat cinta oleh adik kelasnya yang bernama Dilla, yang merupakan cewek populer di kelas 10, namun sayangnya Toni menolak pemberian surat beserta hadiah yang Dilla berikan, disaat itulah nama Toni mulai terkenal di kalangan cewek kelas 10.


Dan pada hari ini Toni sedikit tertekan dikarenakan yang duduk disebelah bangkunya adalah Dilla cewek yang pernah Toni tolak, hal ini terjadi karena adanya sistem acak kelas saat ujian akhir semester dilaksanakan.


"ahemm ahemm". Dimas yang melihat Toni terliat canggung mulai menggodanya dan membuat teman-temannya tertawa.


"Jodoh emang ngak kemana Ton!! ".Bisik Nita sambil menuju bangkunya.


Dilla dan Toni tidak berbicara satu sama lain mereka berdua terlihat malu dan canggung. Disisi lain Ellia dan Nita yang berada di kelas sebelah terlihat fokus dalam mengerjakan ujian mereka.


"Ahemm".Kode yang diberikan oleh Dimas untuk Toni lagi dan lagi, Sedangkan Toni mengabaikan Dimas berkali-kali dan lanjut mengerjakan soal ujiannya.


"Dasar beang kerok".Sambil mendengus kesal Dimas menempelkan kepalanya ke bangku.


"Huss...,".Kode dari Nita yang membuat Dimas menoleh kearahnya.


"Dimasss..., kamu ngapain tolah toleh kebelakang, cepat kerjakan".Sontak pengawas ruangan ke Dimas.


"Baik pak".Dimas menundukan kepalanya dengan pasrah.


Dikarenakan Dimas yang sudah mendapatkan teguran, Nita tidak jadi melanjutkan niat baik untuk membantu temannya itu yang terlihat payah.


"Maaf pak saya izin ke toilet sebentar".Sontak Nita meminta izin untuk kebelakang.


"Ya silahkan, tapi jangan lama-lama ya".Pengawas mengizinkannya.


Setelah diizinkan, Nita keluar sendiri dan menuju kamar mandi putri tampa ditemani orang lain. Itu dikarenakan adanya peraturan saat ujian berlangsung bila berhalangan dan izin ke kamar mandi harus bergantian satu persatu atau tidak boleh ditemani oleh temanya, dan itu berlaku untuk para siswa dan siswi peserta ujian akhir semester.


Sesampainya di kamar mandi putri*


"Hai Nit".Sapa Kiki sambil menepuk pundak Nita.


"Astaga dragonbollll Ki..., kamu buat aku jantungan tau".Sontak Nita yang terkagetkan oleh kehadiran Kiki yang tiba-tiba muncul dari belakang.


"Hussssss".Sahut Kiki sambil membungkam mulut temannya itu dan menyeretnya ke dalam kamar mandi.


"Diem Nit jangan keras-keras".Sontaknya.


"Oh yaya... hhh, ya maaf Kiki cantik.. "Goda Nita.


"Eh... btw gimana, itunya".Kode Nita.


"Bentar-bentar aku keluarin kertasnya".Kiki mengeluarkan kertas yang telah ia persiapkan dengan senang hati.


"Hazzzzing.....,haziiing".Seketika Toni bersin-bersin, dan ia pun menutup mulutnya sambil menggosok-gosok hidungnya.


"Kenapa?? ".Tanya Dilla ke Toni yang hanya dibalas dengan menggelengkan kepala oleh Toni.


"Kok udaranya dingin banget ya".Dalam hati Dilla berkata. Yang membuatnya semakin canggung dan tak bisa bergerak.


"Assalamualaikum permisi pak".Sambil menampilkan senyum manis Nita menyapa pengawas yang berada di depan pintu ruangan yang sedang berbincang dengan pak Agus.


"Ya duduk sana" Sontaknya.


Nita berjalan dengan pedenya menuju bangkunya, dan saat ia melewati bangku Dimas, Nita menyelipkan kertas yang telah ia bawa dengan penuh kerja keras ke tangan Dimas dengan cepat dan seketika Dimas tersenyum dengan lebarnya.


"Huuh..." Toni mengendus lega dan tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya saat sudah mengetahui rencana teman-temanya berhasil dalam menjalankan misi gelapnya.


"Kringg.., Kringgg, Kringg".Bunyi bell pulang, Tak terasa jam untuk ujian hari ini telah berakhir. Semua siswa dan siswi mulai keluar dari ruangan masing-masing dengan perasaan lega.


"Uhhh Elli yang terbaik pokok".Puji Nita ke Ellia sambil tersenyum lebar.


"Dasar rampok".Sahut Toni


"Apaan sih lo Ton, iri ya lo ngk gue puji, oooh si taring pedang gingsul makasih banget lo buat hari ini".Canda Nita yang membuat teman-temanya tertawa, ya kecuali Dimas sih hhhhh.


"Apaan cobak geli tau".Sahut Dimas sambil menerobos ketengah-tengah.


"Ahemm-ahemm".Kiki memberi isyarat.


"Apaan sih ki".Nita kegeeran dan malu tak karuan.


"Oii Dim tunggu gue".Sorak Nita sambil mengejar Dimas diikuti oleh Kiki, yang pastinya Kiki mengikuti Nita bukan tampa alasan, dikarenakan Kiki hari ini berangkat bareng Nita teman paling pede yang ia miliki.


"Mereka emang ada-ada aja".Sontak Toni sambil ketawa.


"Ell hari ini, ayo coba mampir ke toko puding sebelah kedai kopi mau?? ".Tawarnya ke Ellia.


"Emm, ngak dulu ya, aku mau langsung ke tokoku".Tolak Ellia degan lembut.


"Ok lain kali juga ngak masalah"


"Ayok naik".Toni mempersilahkan Ellia untuk naik kemotornya.


"Maaf ya Ton repotin lagi".Sontak Ellia.


"Ngak apa kok".Sambil tersenyum Toni mengendarai motornya.


Sangat jelas bahwa didalam hati Toni merasa senang karena beberapa hari ini, Toni sering mengantar pulang Ellia. Namun sesungguhnya dalam hati Toni yang paling dalam juga merasa bimbang saat suatu saat nanti ia harus memutuskan antara memilih mempertahankan cintanya atau persahabatannya dengan Ellia.


"Makasih ya".Ucap Ellia sesampainya ia di toko mamanya.


"Ya ngak masalah kok, ramai juga tokonya, kapan-kapan aku mapir ya".Jawab Toni sambil tersenyum.


"Yaudah aku duluan, daa".Sambil melambaikan Tangannya Toni pergi dengan motornya, tak lupa Ellia juga membalas dengan lambaian tangannya.


Ellia melihat sekeliling tempat parkir tokonya yang terdapat beberapa motor yang terparkir, yang membuat hatinya senang karena toko mamanya sedang ramai, Ellia memasuki toko dengan senyum diwajahnya.


"Aku pulang".Sambil membuka pintu toko yang sedang ramai, Ellia terkagetkan saat melihat Sabita dan teman-temanya sedang duduk diantara pelanggan mamanya.


"Mbak Ell udah pulang, itu teman mbak Ellia udah nungguin, cantik-cantik ya temannya mbak Ell".Sontak mbak Mina sambil membawa kue pesanan Sabita dan teman-temannya.


"surprise....."


"Kamu ngak mau gabung kesini Ell".Sorak Sabita sambil tersenyum lebar kearahnya.