YOU HALF MY BOYFRIEND

YOU HALF MY BOYFRIEND
28 Obat penenang



Hari mulai larut, hujanpun turun dengan derasnya, terlihat Bayu yang sedang duduk dipojok teras mini market sambil menghisap rokoknya.


Luka memar yang semakin membengkak dan rasa perih didalam hati Bayu membuatnya seakan mati rasa, lamunan mulai memenuhi fikirnya, dimana terdapat isi kenangan-kenangan yang mana mama dan papanya dulu saat masih bersama tidak pernah harmanis dalam menjalankan hidup bersama, berbeda dengan keharmonisan papa dengan mama tirinya yang dalam menjalani hubungan keluarga sangat terlihat hangat.


Bayu selalu menyalahkan akan kehadirannya didunia. Dimana karna adanya dirinya hubungan mama dan papanya tidak pernah akur, ditambah lagi dengan adanya skandal bahwa Bayu adalah anak diluar nikah dimana mama dan papanya dipaksa untuk menikah muda karena kecerobohan mereka.


Dalam kehidupannya yang lalu mama dan papanya Bayu hanya berfokus pada bisnis yang mereka jalani masing-masing, bahkan hingga saat inipun mama kandung Bayu juga hanya mementingkan bisnisnya dibandingkan dengan anaknya, meskipun terkadang Bayu juga datang untuk mengunjungi mamanya namun dari dalam lubuk hati Bayu tidak merasa nyaman.


Seorang mama yang hanya mengajarkan bagaimana cara mengolah bisnis dan menjadi yang utama tampa melihat bagaimana perasaan yang dimiliki dan dirasakan oleh anaknya itu.


"Jika kamu ingin menjadi yang utama maka kalahkan papamu terlebih dahulu, mama akan memberikan seluruh aset yang mama miliki, jika kamu memilih berada di pihak mama!!".Ucap mama Bayu dengan angkuhnya.


"Mama!! bisakah mama dan papa berbaikan lagi".Sahut Bayu.


"Apa kamu masih kecil Bayu, coba kamu fikir bisahkan kamu memaafkan seseorang yang kamu cintai menghiyanatimu dan memilih untuk meninggalkan mama dan kamu demi wanita lain, sanggupkah kamu memaafkannya??".


"Mama menemaninya dari nol, dan saat papamu sukses dan melejit apa yang papamu lakukan ha".Sontak mama Bayu menjelaskan, sambil meneteskan air mata.


"Berfikirlah Bayu, mama keluar sebentar"


"Mbok ratmi, tolong siapkan makanan buat Bayu".


mamanya keluar meninggalkan Bayu yang masih termenung di soffa depan.


"Den, den Bayu mau makan apa??, mbok langsung buatin mau makan es teh, es campur, es kelapa muda, es cream, es doger atau esemannya mbok ratmi hhhh".Mbok ratmi berusaha menghibur Bayu.


"Ndak usah repot mbok, aku mau keluar dulu, udah ditunggu teman".Jawab Bayu yang membuat mbok ratmi semakin sedih.


"BTW mbok... itu tadi yang mbok sebutin minuman bukan makanan".Sambil tersenyum Bayu berbisik di telinga mbok ratmi, mbok ratmipun senang melihat Bayu yang masih bisa tertawa.


Bayu yang mengingat kekonyolan yang sering di buat oleh mbok ratmi membuatnya tertawa hingga tak sadar bahwa ada seorang perempuan yang berdiri tepat didepannya.


"Apa kau baik-baik saja??".Tanya Ellia yang melihat Bayu penuh dengan luka dan tertawa di teras mini market sendirian.


Bayu yang menyadari akan kehadiran Ellia langsung memeluk pinggang Ellia dan menagis lemah dihadapannya.


Ellia yang merasa tidak nyaman berusaha melepaskan pelukan Bayu di pinggangnya, namun Bayu malah semakin erat memeluk Ellia.


Ellia yang merasa kasihan dan tak kuasa melihat orang yang biasanya suka membuat onar dan suka tertawa paling keras diantara teman-temannya, bisa menangis dengan lemah seperti ini. Hal ini membuat Ellia luluh sehingga ia membiarkan Bayu tetap menanghis di pelukannya, sambil menepuk-nepuk punggung Bayu Ellia mencoba menenangkan.


"Sudah tidak apa".Sontak Ellia sambil membelai punggung Bayu dengan lembut.


"Tetaplah seperti ini, hanya sebentar saja El".Pinta Bayu dengan suara pelan dan serak.


"Hem..."Jawab Ellia sambil menghelan nafas panjang, Ellia mengawasi sekeliling jalan yang mulai sepi pengunjung dan hujan deras yang mulai mereda seiring dengan berjalannya menit demi menit yang melaluinya.