
Suara nafas yang ter enga-enga terdengar keras bak hembusan angin yang tertera,Bayu terus berusaha untuk berjalan,sambil menahan rasa sakit karena ada beberapa luka dibagian tubuhnya.
"Oi cari sebelah sana"
"dan yang lain ikut gue"terlihat ada beberapa pemuda sedang mencari keberadaan Bayu yang menghidar dari mereka.
"Bang ini udah larut malam,bagaimana kalau kita istirahat dulu"Salah satu gerombolan dari mereka berusaha memberanikan diri dan mengatakan pada atasan mereka.
"Brukk"Suara pukulan keras dari lucas.
Lucas merupakan tangan kana dari pimpinan blok barat,ia memiliki peran penting dalam kelompok ini,ia selalu dipercaya dalam membersihkan kekacauan yang dibuat oleh blok timur.
Awal mula mengapa di daerah ini dibagi menjadi dua.
pada tahun 2001 dimana daerah ini masih bersatu,daerah ini memang terkenal akan banyaknya preman serta geng pembuat onar,tawuran sudahlah hal yang sangat wajar terjadi di sini,hingga para satpol sampai dengan polisi merasa takut untuk menangani daerah sini.
Terdapat satu pemimpin serta wakil yang berperan penting dalam menghadapi berbagai macam masalah yang menimpa daerah ini.
pimpinan itu bernama Aroy yang merupakan paman Mahen dan Rozi yang merupakan sahabat dekat Aroy,mereka berdua selalu bersama dan tak terkalahkan,hingga siapapun yang menyebut nama mereka merasa ketakutan.
Tak heran bila Aroy berkuasa di daerah sini,ia merupakan putra tunggal kaya raya,dimana keluarganya memiliki seperempat tanah dari daerah sini,ditambah lagi dengan Rozi yang juga merupakan anak dari pengusaha kaya.
Lebih dari 500 pengikut yang bersedia untuk setia terhadap mereka,memicu banyak geng motor,berandal-berandalan,serta para perusuh daerah sana,mulai membubarkan geng mereka.
Pada tahun 2004 ada beberapa orang yang berencana menghancurkan kelompok mereka,hingga pada suatu hari mereka bertarung untuk menentukan siapa pemimpin sesungguhnya.
Rencana orang-orang yang ingin membubarkan kelompok mereka berjalan dengan mulusnya,yang membuat salah satu dari mereka merenggang nyawa.
waktu itu Aroy tidak sengaja membunuh Rozi saat ingin menyelamatkan saudaranya yaitu Bopa.
Dan pada saat para polisi mengusut kejadian ini bukannya Aroy masuk penjara namun malah terbebeskan begitu saja,dengan alasan tidak sengaja dalam membunuh seseorang dan berusaha untuk membela dirinya.
Hal itulah yang membuat kelompok mereka bubar serta daeran ini dibagi menjadi dua bagian dan memiliki dua pimpinan,namum pengikut Rozi tidak tinggal diam,karena mereka merasa hal ini tidaklah adil untuk mereka.
Waktu itu banyak orang-orang yang memanfaatkan keadaan, hingga ada banyak tawuran yang terjadi
Rasa dendam itu masih mereka simpan hingga saat ini dan akan mereka balaskan suatu saat nanti,untuk membuat pimpinan mereka menjadi tenang dialam sana.
* * *
"Woi itu Bayu woi"Putra yang menyadari bahwa itu adalah Bayu segera berlari dan membopongnya dibantu yang lain.
"He Bayu,bangun"
"Cepat ambil air"Teriak Mahen kawatir saat melihat temannya itu lemas tak berdaya.
"Cepat siapin mobil To,lebih baik dibawa ke rumah sakit sekarang"Dito yang mendengar perintah dari Zaki segera menyiapkan mobil.
Sesampainya dirumah sakit dan Bayu mulai sadar
Bayu berusaha membuka mataya yang terasa berat dan melihat-lihat sekelilingnya.
"Eh Hen Bayu sudah sadar"Zaki yang menyadari bahwa Bayu sudah sadarkan diri membuatnya merasa senang dan memberitahukan kepada teman-temannya yang menunggu diluar.
Beberapa saat kemudian setelah paman Aroy dan Mahen keluar dari tempat istirahat Bayu para anggota geng Aroya mulai berdatangan dan menjenguk Bayu yang sedang berbaring di ranjang rumah sakit.
"Bang Roy,mari saya antar pulang"Salah satu anggotanya menawarkan diri untuk mengantarkan pulang.
"Udalah paman ngak usah kawatir,biar aku sama yang lain,yang mengurus Bayu disini"Sontak Mahen berkata sambil tersenyum pada pamannya.
"Baik kalau begitu paman balik dulu ,kalau ada apa-apa jangan lupa kabarin ya"sambil mengelus pundak Mahen,Aroy percaya penuh kepadanya dan mulai melangkahkan kakinya"
"hati-hati bang"para anggota kelompok yang berada di rumah sakit tersebut mulai bersalaman dengan Aroy satu persatu.
"Masa lalu mungkin bisa terulang kembali,sandiwara apa lagi ini??"gumam Mahen dalam hatinya.
"Bang ayok makan dulu bang"Tawar Dito sambil memberikan bingkisan makanan kepada Mahen.
"Makasih"jawab singkat Mahen sambil menerima bingkisan yang diberikan Dito untuknya.
"ayo kesini semua,butuh makan ngak!!!,ambil sendiri nih,gue taruh sini ya"Sontak Dito.
"Jangan taruh di situ,bagiin gih"Sahut Zaki yang membuat Dito tak berkutik.
"hhh iya bang maaf,cuman bercanda bang"ekspresi Dito yang memalukan membuat para teman-temannya menertawainya.
"hahhahahahhaha"