YOU HALF MY BOYFRIEND

YOU HALF MY BOYFRIEND
26 Pertengkaran kakak adik



Nita berdiri tepat di pinggir jalan sambil menunggu angkot yang tak kunjung datang, tak lama kemudian datanglah Dimas dengan sepeda motornya.


"Oi lagi ngapain neng".Godanya


"Biasa mau ngubur lo idup-idup, udah tau lagi nunggu angkot pakek nanya lagi!!".Ujar Nita


"Wih-wih ngegas banget, takut lo akunya hhhh".Dimas menggodanya lagi.


"Dahlah pergi sana".Sahut Nita kesal


"Yaudah aku pergi dulu ni ya Hemm".Sambil menutupi tawanya Dimas mulai menyalakan motornya kembali.


"Eh Eh.... tungguin lah, aku juga mau nebeng, gak peka amet jadi cowok, Lo teman gue apa bukan sih".


"Dih tadi main nyuruh pergi, kok malah nyalahin orang".Dimas membela diri


"He ferguso yang namanya cewek tu suka ngode, klo bilangnya tidak itu berarti mau, tau ngak sih,ngak banget lo jadi cowok". Jawab Nita sebal.


"Hai cewek mau gue peluk ngak??.Tanya Dimas sambil ketawa menggoda.


"Dih apasih, ogah lah!!, ayok cepet kita ke sekolah".Jawab Nita sabil berjalan dan bersip untuk naik ke motor Dimas, belum juga Nita naik ke motor, Dimas malah turun dari motornya lalu menarik tangan Nita dan memeluknya sekejap lalu melepasnya.


Nita yang terkaget hanya bengong dan menatap Dimas dengan kekagetannya.


"Hai jadi nebeng ngak, mau telat nih ayok cepat".Ajak Dimas sambil tersenyum. Nita yang terbangun dari lamunannya langsung naik ke motor Dimas sambil tersenyum malu.


Sesampainya di sekolah Dimas terus memandangi Nita sambil tersenyum dan menyamai langkah Nita.


"Ngapain ketawa-ketaw??". Tanya Nita.


"Ngak kok".Jawab singkatnya.


"Ngapain tadi pakek.. melu....k.. meluk segala??, najis tau."Sambil menutupi pipi merahnya Nita berusaha basa-basi.


"Katanya kalo cewek bilang ngak berati iya, gue kan cuman mastiin, ya kan Ton???". Dimas mencoba mengalihkan pembicaraan yang dimulai oleh Nita karena sebenarnya Dimas juga malu hal itu membuat jantungnya berdetak tak karuan, dan saat melihat Toni juga memasuki kelas Dimas mencoba untuk mengalihkannya pada Toni yang tak tau apa-apa.


"Ngomong apa sih ni anak".Jawab Toni sambil menyingkirkan tangan Dimas yang merangkul bahunya.


* * * * *


Disamping itu saat istirahat berlangsung suara brisik terdengar dipenjuru kantin sekolah, hal itu dikarenakan para gerombolan Aroya sedang merayakan akan kedatangan Bayu yang telah kembali ke sekolah setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit, tidak hanya itu mereka semua yang berada disekitar kantin pun ikut merayakannya.


Lalu saat Ellia,Nita,dan Kiki masuk ke dalam kantin tiba-tiba para grombolan aroya terdiam dan menatap mereka, memang sih yang sebenarnya mereka tatap hanyalah Ellia, mereka sebenarnya tidak heran mengapa pimpinan mereka yaitu Mahen bisa tertarik pada gadis seperti Ellia yang cantik dan cerdas, jago bela diri pula, akan tetapi yang membuat mereka heran adalah bagaimana bisa Mahen mengegar cewek yang tidak tertarik kepadanya sama sekali.


Tentunya hal itu membuat Ellia sedikit tidak nyaman akan tetapi Roro datang dan mencairkan suasana. Dan disusul oleh kedatangan Toni dan Dimas. Namun tiba-tiba bukannya menghampiri mereka, Dimas malah menghampiri Bayu dan menanyai keadaannya.


"Gimana keadaan lo??".Tanya Dimas


"Udah pergi sana lo".Jawab acuh Bayu.


"Gue cuman nanya kok, ngak perlu ngegas, jangan lupa baca pesen gue!!".Sahut Dimas yang berusaha meluruskan bahwa sebenarnya mama dan papanya selalu kawatir dan berharap Bayu untuk segera pulang kerumah dimana hal itu disampaikan Dimas melalui SMS namun tidak pernah sekalipun Bayu meresponnya.


Bayu justru lebih nyaman tinggal di rumah pribadi yang Bayu tempati sendiri daripada dengan rumah dimana papa dan ibu tiri serta adik tirinya tinggali.


"Ngomong apa lo??".Bayu yang salah tangkap dan menganggap Dimas hanya cari muka ditambah lagi Bayu yang sudah emosi terlebih dahulu karena mengetahui bahwa Mahen malah tertarik kepada Ellia cewek yang Bayu taksir.


"Brukk..".Suara pukulan yang mendarat di muka Dimas membuat seisi kantin ricuh dan berusaha memisahkan mereka.


Toni yang melihat sahabatnya itu dipukul oleh Bayu pun berusaha untuk membelanya.


"Apa masalahnya sih woi, Dimas cuman nanya keadaan lo gimana, labil banget sih lo main pukul-pukul, inget ya.. Dimas ini adek lo, kakak model apa lo ini,mikirr..".Toni yang biasanya tidak suka berbicar mulai angkat bicara untuk membela sahabatnya itu.


"Bacot lo anjing"


"Tau apa lo".Sahut Bayu dengan penuh emosi.


Keadaan semakin ricuh dan para gerombolan aroya pun kewalahan saat menenangkan Bayu, disisi lain Roro juga ikut serta dalam menahan Bayu tak lupa Nita dan Kiki yang juga berusaha menenangkan Dimas dan Toni.


Beda lagi dengan Ellia, disaat teman-temanya berusaha untuk menenangkan suasana dan para siswa dan siswi menonton kejadian tersebut. Ellia malah keluar dari kantin berusaha tidak perduli dan berjalan menuju kelasnya yang sepi.


"Hai... Brakkk".Suara bentakaan dari Mahen diiringi dengan gebrakkan pintu membuat semua terdiam, tak terkecuwali dengan Bayu dan Dimas.