YOU HALF MY BOYFRIEND

YOU HALF MY BOYFRIEND
31 Semua akan membaik



Sepulang sekolah Ellia,Nita,Kiki,Dimas dan Toni janjian untuk berkumpul di kedai kopi di dekat tamam dimana tempat tersebut ramai dikunjungi muda-mudi karena tempatnya yang strategis. Ellia juga sering berkunjung disana karena Ellia sering melakukan olahraga semacam boxing dan lainnya secara rutin yang jelas tempatnya tak jauh dengan kedai kopi yang akan mereka kunjungi. karena tempat-tempat tersebut berjejer satu dengan lainnya.


Dimas yang sudah sampai ditempat terlebih dahulu, menyapa Nita dan Kiki yang sedang berjalan menuju kearahnya.


"Haiii disini".Teriaknya yang membuat Nitan dan Kiki terburu-buru menuju ke arahnya.


"Loh Elli belom datang ya??".Tanya Nita.


"Udah tuh orangnya duduk disampingmu, masak ngk liat, dia lagi mode transparan!!!".Canda Dimas yang membuat Nita menepuk punggungnya dengan keras.


"Dasar setressss hhhh"Sambil menabok i punggung Dimas yang ikut ketawa bersamanya.


"Caritanya aku ini jadi obat nyamuk ya."Sela Kiki diantara percakapan mereka.


"Obat nyamuk apaan sih, sini-sini".Sahut Nita sambil memeruk sahabatnya itu.


"Sini-sini bocah polos harus duduk."Dimas ikut membantu Nita mengandeng Kiki sambil mempersilahkannya duduk.


"Apaan sih kaian ini aneh banget".Sontak Kiki dan membuat mereka ketawa riang srperti biasa.


Disamping itu Ellia yang mengalami kesulitan dikarenakan motornya dipinjam pamannya (Yang merupakan teman baik papanya Ellia dan sangat dekat dan ramah dengan Ellia). Ellia yang tak enak untuk meminta pamannya untuk segera mengembalikan motornya, Ellia menelfon Toni dan memintannya untuk menjemputnya.


"Brrrrrrrr brrrrr".Bunyi getar handpon Toni yang ia abaikan karena ia sedang mengendarai sepeda motor dijalan.


"Brrrrr brrrrrr".Untuk yang ketiga kalinya Hp nya berbunyi dan itupun membuat Toni risi dan menghentikan motornya, berniat untuk me non aktif kan Hpnya.


"Apa Ellia!!?? ".Toni terkaget saat hendak me non aktifkan Hpnya ternyata yang menelfonnya sampai 3 kali adalah Ellia dan ia pun dengan segera menelfon balik.


"Hallo Ell ad ap?? ".Tanya Toni sambil merasa bersalah.


"Jemput q dirumah sekarang".Jawab dingkat Ellia


"Hhhh iya aku jem........ tut".Belum selesai Toni berbicara Ellia sudah mematikan telfonya.


Setelah beberapa menit mereka semua telah berkumpul di tempat yang sama, terlihat Ellia dan Toni berjalan berdampingan sambil berbincang kecil membuat Nita merasa iri.


"Emmm irinya!!".Sontak Nita sambil memandangi Toni dan Ellia yang menuju ke arahnya.


"Mereka emang serasi".Sahut Kiki yang ikut memandangi temannya yang berjalan menghampiri.


"Serasi sih, tapi lebih serasi klo yang cowoknya ganti aku aja hhh".Sahut Dimas sambil ketawa yang membuat bola mata Nita dan Kiki menatap Dimas jijik.


"Idih sapa juga yang mau sama lo Dim!! ".Sahut Nita jengkel.


"Lo mau kan!!".Jawab Dimas sambil berdiri dan menyambut Ellia dan juga Toni.


"Oi baik kan?? ".Tanya Dimas sambil menepuk punggung Toni.


"Kenapa?? ".Tanya Ellia yang melihat Nita bengong dari tadi.


"Eh sorry Elli, sini duduk sini".Jawabnya


"Ngak ada apa-apa kok".Sahut Kiki sambil menyenggol bahu Nita sambil menertawainya karena salting oleh perkataan Dimas.


Mereka berbincang dan bercanda ria, banyak sekali yang mereka bicarakan mulai dari menggoda Nita dan Dimas kapan jadian, hingga masalah makanan pun mereka bicarakan sampai-sampai membuat kedainya menjadi hidup dan ramai karena mereka.


"Boleh ikut gabung?? ".Seseorang dan juga temanya yang merupakan dari SMA sebelah.


"Boleh-boleh".Dimas mempersilahkan mereka berdua.


"Roy, dan ini temenku Ferry".Sambil menjaba tangan mereka satu-satu.


"Rokok?? ".Tawar Dimas


"Ngak nanti aja di belakang, banyak cewek disini kan ngak enak".Sambil ketawa menggoda Roy menolak.


"lo juga ngak sedang rokok, tapi nawari hhh".Sahut Ferry dengan canda tawa.


"Ada cewek gue disini".Jawab Dimas sambil melirik Nita, yang membuat Toni,Ellia dan Kiki, batuk-batuk tak karuan.


"uhuk-uhuk"


"Ahemm-Ehem".


"Apaan sih kalian".Nita yang malu mencoba menutupi wajah nya.


Mereka akrab dengan cepatnya, Roy mulai memainkan gitarnya dan merekapun mulai bernyanyian dengan ria.


Untuk sekejap Dimas melupakan masalah dan amarahnya ia mulai menikmati setiap detik yang ia lewati, dan hal yang menyenangkan itu berakhir saat Bayu kakak tirinya datang dang menghampiri Dimas bersama dengan geng Aroya yang mengawasi dari jauh.


Ellia yang melihat Bayu semakin mendekat membuatnya sedikit kawatir, sedangkan Toni mulai bergegas berada disamping Dimas sambil memasang wajah datarnya. Keadaan disana sangat berbeda dari sebelumnya, mereka yang berkunjung pada diam karena tau geng Aroya datang.


"Kllatakkk".Bayu meletakkan sebuah kunci di meja tempak Dimas duduk.


"Jangan buat jatuh, gue bunuh lo".Ucab Bayu dan langsung menggalkan Dimas yang tercengang melihatnya.


"Makasih kak".Ujar Dimas yang membuat Bayu menolehkan wajahnya ke dia lalu beralih melihat Ellia yang masih tetap duduk dikursinya.


Sambil tersenyum ke Ellia, Bayu membalikkan badannya dan melanjutkan jalannya bersa dengan gengnya.


"Ini kunci apa??".Tanya Toni.


Sambil tersenyum Dimas menjawab bahwa itu kunci montor kesayangannya.