
Saat Sabita menelfonya,Mahen bergegas menjemput Sabita,meskipun ini sangat merepotkan Mahen,namun Mahen tetap menjemputnya dan menunggu Sabita diparkiran motor.
Mahen memiliki rasa perduli kepada sabita ,karena keluarga mereka sangatlah akrab dari dulu,dan mereka sering menjalin kerja sama dalam bidang bisnis,maka dari itu Mahen dan Sabita sudah terbiasa bersama sejak mereka masih kecil.
"Hai Hen,lama nungguin ya???"tanya Sabita yang keluar dari club malam.
"Banget,ayo cepet,gue tinggal nih"jawab ketus Mahen sambil mengancam Sabita.
"iya-iya ni gue naik,lo ngak mau mampir kemana gitu??"tanya Sabita sembaring berpegangan erat kepada Mahen.
"ngak gue sibuk,lagian ngapain lo malem-malem ditempat beginian??"tanya Sebel Mahen.
"lo kawatir ya hhhh"ejek Sabita
"ngak juga"jawab Mahen.
"ni langsung gue anterin ke rumah pokoknya!!"
"ngak mau ih,main dulu ayok"paksa Sabita.
"Bodo"jawab Mahen kembali.
"ayolah Hen"ajaknya kembali.
"bodohhh"sahut Mahen.
* * *
Suasa kelas yang ricuh.
"Oi Dim,beneran ni jam kosong??"tanya Nita ke Dimas yang sedang memberi pengumuman bahwa jam saat ini kosong.
"of course,lo ngak percaya sama gue ya,lihatlah wajah-wajah yang tampa dosa ini,masa lo ngak percaya"sambil merangkul pundak Nita Dimas mulai mengodannya.
"Emang lo tau dari mana ha??"tanyanya kembali sambil mendorong tubuh Dimas.
"kan lo bisa liat sendiri nyet,dari tadi juga udah ngak ada guru masuk"Dimas menyakinkan.
"Bener juga sih kata lo"jawab Nita kembali.
"Kalau begitu gimana kalau kita kekantin??,gimana kawan-kawan hhhh"ajak Dimas kesemua orang sambil tertawa lepas.
Belum juga keluar kelas,Pak Agus masuk kedalam kelas.
"Tai lo Anjing"bisik salah satu teman sekelasnya kepada Dimas.
"Dasar tai monyet"sahut Nita dengan tatapan penuh dendam ke arah Dimas sedangkan Kiki hanya tertawa saat melihat temanya Nita yang kesal.
"loh...kok malah gue sih"Dimas merasa bingung.
"nyadar broo nyadar"sahut Toni dari belakang sambil menepuk punggung Dimas.
"Ok anak-anak,hari ini saya akan membagikan hasil ulangan kalian"
"Dimas,kenapa nilaimu bisa kembar begini sama Toni??"tanya pak Agus ke Dimas.
"ya mana saya tahu pak,namanya juga ngak sengaja"jawab Dimas santay,yang membuat Toni memasang muka ngak enak.
"ini juga Nita sama Kiki juga sama,ini juga siapa lagi nih :Andre,Adit,Riski,ini kok sama semua ya,dari jawaban sampai nilainya kok pada sama-sama.
Semua diam saat pak Agus menegur mereka semua,karena mereka menyadari bahwa mereka semua pada nyontek Toni,karena disaat genting seperti ulangan dadakan itu,hanya Tonilah si peringkat satu yang dipastikan bisa membatu mereka semua.
"lo ngasih jawaban gue ke siapa aja hah"bisik Toni ke Dimas dengan muka datarnya.
"Cumam ke Nita sama Kiki"jawab Dimas menyakinkan,dan membuat Toni menolehkan wajahnya ke Nita.
"Kasian Andre ngak bisa jawab ,kan dia baru masuk semenjak sakit hhhh"Penjelasan Nita sambil ketawa ciut saat melihat Toni menatapnya.
"Sabar pak namanya juga ulangan bersama hhh"sahut Dimas sambil tertawa.
"Sabar-sabar apanya yang sabar"bentak pak Agus yang membuat sekelas terdiam.
"Adellia"pak Agus mulai memanggil Ellia.
"Ellia nilai kamu adalah nilai tertinggi,tolong dipertahankan ya"Sambil tersenyum pak Agus memberikan selembar kertas nilai ke Ellia.
"Padahal kemaren dia ngk mau lo tak kasih jawabanya si Toni"Bisik Nita ke Kiki.
"serius??"tanya Kiki kagum dan membuat Nita menganggukan kepalanya.
"Baik pak"Ellia mengambil hasil ulangannya dan kembali duduk dikursi dengan santai dan seketika seisi kelas kagum menyorakinya.
Tak lama kemudian Jam istirahat dimulai,Ellia,Nita dan kiki berjalan menuju kekantin,dan saat dilorong tidak disengaja ia berpas-pasan dengan gengnya Sabita.
"Belagu banget lo jadi cewek"Sabita mulai mengejek Ellia,dan membuat Ellia menghentikan langkahnya.
"Udah tau kalah dari Roro masih belagu aja"Sahut Andin
"gimana muka lo,baik-baik aja kan junior,maaf kemaren gue ngak sengaja"sambil mendekat ke Ellia,Roro mencoba memegang wajah Ellia.
Sebelum tangan Roro menyentuh wajah Ellia,ia memegang tangan Roro dengan erat dan menariknya ,sehingga berposisi lebih dekat.
"Kak Sabita,lain kali aku pinjam temanmu ini ya,kayaknya bakal seru"Ellia menatap Roro dengan senyum psychonya yang membuat Roro terdiam sejenak,lalu melepaskan tangan Roro dan kembali melanjutkan langkannya bersama Nita dan Kiki.
"Cewek jalang lo"teriak Roro yang emosi
"Masak lo diam ajah sih Ro,aneh banget sih lo"sahut Andin.
"Bacot lo"Jawab Roro kembali dan menjauh dari mereka.
"Tapi... Elli itu berani juga ya Zebb"Bisik Mawar ke Sabita.
"Gue juga terkejut,sepertinya akan lebih menarik"Jawab sepontan Sabita sambil tersenyum tipis dan memandangi punggung Ellia yang bejalan menjauh.