YOU HALF MY BOYFRIEND

YOU HALF MY BOYFRIEND
03 Teman



Hari seleksi bela diri untuk mewakili sekolah akan diadakan dalam waktu seminggu lagi,Dengan jumlah pendaftar yang saat ini tertera berjumlah 59 siswa dan siswi dari segala macam kelas,yang nantinya akan diambil 9 orang yakni 5 perwakilan siwa laki-laki dan 4 siswa perempuan,pengumuman tersebut terpampang amat jelas di mading sekolah.


Tidak lah mustahil jika jumlah peminat untuk perlombaan bela diri ini menyakup cukup banyak yang mendaftar,sebagaimana yang telah diketahui bahwa SMA 4 Sitera sering kali membawa kemenangan,meskipun belum pernah ada yang meraih juara 2 ataupun 1 untuk kelas putri.Dan sekolah bertanggung jawab akan memberi beasiswa penuh untuk 1 tahun,bagi mereka yang membawa kemenangan .Ditambah lagi untuk perlengkapan


ekstra bela diri yang cukup lengkap,sehingga memiliki banyak peminat.


"Eh... Ellia kamu jadi mendaftar ya,tadi aku baca dimading ada namamu disana"Kiki menanyai Ellia yang sedang minum air dan duduk disampingnya,Kiki merupakan sahabat Nita sejak mereka duduk dibangku SMP.Dengan anggukan Ellia menjawa.


"Aku yakin Elliku pasti bisa lolos seleksi,semangat......!!"


Sahut Nita sembaring memeluk erat bahu Ellia yang berada didekatnya.


"ishh najis misi-misi a'ak Dimas numpang lewat"Sela Dimas yang memisahkan tangan Nita dari bahu Ellia dan duduk disela-sela mereka.


"Apasih ni bocah"Nita yang merasa terganggu dengan candaanya ,memukuli punggug Dimas dan tertawa dengan bahagiyanya.


"huh mereka berdua memang dijodohkan untuk bersama"desahan Kiki saat melihat mereka bertengkar lagi.


Melihat tingkah mereka Ellia sedikit tertawa,Toni yang mengetahui mereka yang sedang bercanda menghampiri mereka dan menawarkan minuman kaleng yang dibawanya.


"Terimakasih"Nita tersenyum manis kepada Toni yang memberinya minuman.


"lah giliran dapat gratisan diem tu mulut hhahha"Canda Dimas yang membuat sekelilingnya tertawa


Toni menawarkan minuman kepada Ellia dan mengajaknya bicara.Mereka mulai berbincang tentang perlombaan yang akan mereka ikuti.


Oh ya hubungan pertemanan mereka berlima mulai tumbuh saat Toni dan Ellia mendaftar untuk ikut seleksi,Diawali dengan perbincangan mereka lah yang membuat kedekatan mereka semakin rapat,mereka juga sering kali berkumpul di kantin sekolah,perpustakaan,bahkan diluar rumah.


"Ahhhh capek sekali,males banget ih olahraga bikin gosong badan aja"


"ngeluh aja teruss!!!,


ni mie goreng sepesial sudah datang plus teh manis buat neneng......!!!"


"Neneng manis aaaa tentu,makasih banyak lo Dim!!!,perhatian banget deh kamu".


Sambil menampakan senyum genit,Nita mengambil minuman yang dibawa Dimas.


"Eh ..eh ...sapa yang mau ngasih sih,gr banget sih ni orang,ini tuh pesenan neng Ellia!!!.


"Mbak... ini mie nya mbkk udah jadi"Teriak ibu kantin.


"Nah tu punyamu ambil sendiri"goda Dimas sambil mengambil es yang dipegan Nita,dan memberinya ke Ellia.


"Jahat banget sih"


Ucap Nita membuat Dimas tersenyum dan mengulurkan lidahnya,hal itu membuat Nita marah hingga akirnya membuat mereka berantem dan saling enjek.


"Udah-udah ini sudah siap,cepat makan"


Kiki menarik Nita yang sedang bertengkar dengan Dimas.


Menyuruh mereka untuk segera makan.


"Dim"Ellia mencoba memanggil Dimas yang sedang makan disamping Toni.


"apa apa....,neng Ellian,giliran sama Ellia aja,sok imut ,ih jijik "


"yah....ini beda ceritaya Nit"


"Kata Toni dulu kamu lolos seleksi bela diri dan ikut dalam perlombaan,kenapa sekarang tidak mrncoba lagi???"


Pertanyaan Ellia seketika menghentikan tawa mereka,dan membuat muka Dimas yang awalnya ceria menjadi sedikit murung.


"Eh Ellia,bukannya kamu disuruh pak Agus kekantor buat melengkapi data yang kemarin kamu belum lengkap itu".


"Kan masih nanti Ton"Jawab Ellia dengan tegas membuat Toni merasa gagal mengalihkan pembicaraan.


"Eh Ellia mie mu cepat makan, bentar lagi dingin tu ,ngak enak lo!!".dengan sigap Nita juga berusaha memalingkan pandangan Ellia kepadanya.


"Ini ada apa sih,aku lagi nanya Dimas ,kok pada ribut sendiri"


Dengan tatapan tajam Ellia membungkam mulut Nita


"Sudah Ell cepat makan ,bentar lagi masuk,Dimas juga habisin nih cekernya"


Dengan senyum tipisya Dimas mengangguk kepada Kiki yang sedang memberinya ceker ayam rica-rica kesukaannya.


"Tet tet,Jam kelima akan segera dimulai$($$@$$"($"!'"''@"


"Tuh kan ayok cepat"Dengan terburu-buru Nita menghabiskan makananya dan segera berdiri.


Ellia yang masih penasaran ,mencoba kembali menanyai Dimas.


Namun saat Ellia mendekat kearah Dimas dan mencoba menanyainya kembali,sebelum perkataanya keluar dari mulut Ellia,Toni menarik tangan Ellia dengan kuat kearahnya,mencoba untuk menghentikan Ellia.


Namun hal itu malah membuat Ellia dengan tidak srngaja mengunci tangan Toni dan membuatnya terjatuh.


"Toni...."


Teriakan Nita dan Kiki dengan sepontan saat melihat Toni yang sedang terjatuh, dengan cepat Ellia membantu Toni berdiri.


"Kamu kenapa sih"Teriak dimas sambil melepaskan tangan Ellia dari tubuh Toni.


"Kamu ada masalah apa ha.."


Mendengar ucapan Toni ,membuat Ellia merasa bersalah,ia meminta maaf dan langsung pergi meninggalkan mereka.


Perhatian semua orang tertuju kearah Ellia,dengan tatapan yang aneh mereka memandanginya.


Nita dan Kiki yang menyadari segerah menyusul Ellia dan menggandengnya,Nita tau bahwa sesugguhnya Ellia tidaklah bersalah,ia hanya tidak sengaja.


Toni dengan sedikit kesal menjelaskan kepada Dimas bahwa Ellia tidak sengaja melakukannya,karena sebenarnya dialah yang duluan menarik tangan Ellia,dengan tarikan yang kuat membuat Ellia terkaget dan dengan sepontan menjatuhkannya.


Toni juga menjelaskan bahwa Ellia tidaklah tau permasalahan tentang apa yang telah terjadi di perlombaan bela diri yang dialami oleh Dimas.


Dengan sekejap Dimas terdiam dan melepas nafas beratnya,tidak biasanya dia bersikap emosional seperti ini.