
JIKA KAU BELUM MASUK LEBIH DALAM
MAKA KAU TIDAK PANTAS UNTUK MENILAINYA TERLEBIH DAHULU.
KARENA SEJAUH ITU
KAU HANYA DAPAT MELIHAT TOPENG YANG IA KENAKAN
BUKANNYA SIFAT YANG IA SEMBUNYIKAN.***
"Hello everyone"
"hayyyy zebby"serentak teman-teman Sabita membalas sapaanya"
"Hayy juga Ro"Roro yang berjalan disamping Sabita membalas sapaan teman-temanya dengan senyuman .
"Eh kalian mau makan apa,Roro mau nelaktir lo"
"seriously"jawab salah satu teman Sabita yang sedang duduk bersama dengannya.
"Beneran... lo Ro"
"Iya dong,pastinya "Sabita dengan semangatnya mengatakan penuh dengan keyakinan.
"Makasihhh Roo,Lo cantik banget sih hari ini "Mawar memeluk gemes Roro
"Tumben sampek,repot-repot banget nelaktir,disini mahal lo,apalagi ini restoran jepang"Andin dengan gaya mengejek Roro, Sedangkan Sahra tertawa geli mendengar ejekan Andin yang ditunjukkan untuk Roro.
"Udahlah ngak usah banyak bacot lo,sana pesen sesuka lo,ntar gue yang bayar,tenang ok"Roro yang sedikit emosi terlihat dari rau wajahnya,sedangkan Sabita hanya duduk manis dan tertawa sekilas.
"Kok lo malah ketawa sih sab,"tanya Roro
"Ngak kok",Ayo semua pesen mumpung si Roro baik hati lo"
"Ok ok,aku mau pesen yang ini
aku mau yang itu,itu juga sekalian,jangan lupa hidangan penutupnya juga '!5$9'9?\=5\=!89:9"!\=8'4('6/5\=56**5/'5@,"6?9?".?9!5!2!5/','9"5((1"6!6?,'!6!6',@,(2'*"*'"Keributan terdengar saat mereka mulai memesan makanan.
"teng teng teng...........................................................
..............................
Pagi ini terasa ku nikmati
Ku sambut pagi dengan segelas kopi
Beraroma kan kupu-kupu ee
Lunturkan rasa kaku bercampur pilu
Senyuman pun bertebaran di mana mana
Itu bertanda begitu ramahnya dukungan di sekitarku"Terdengar getaran hp Ellia berbunyi.Tettt...
"hallo"
"hallo El ,lagi apa"
"Sibuk"jawaban Ellia yang singkat menghentikan sejenak mulut Toni.
"ooh gini Ell besok kamu kan luang,Kata Nita kamu mau nge gym"
"Ya kenapa memang"dengan buru-buru Ellia ingin menutup telfonya,karena dia sedang sibuk membantu mamanya memindahkan peralatan-peralatan kue ke toko barunya.
"Elli coba kamu telfon mbak mina atau mbak lastri dulu,ini mama bingung mau naruh barang-barang di mana"
"iya bentar ma"
"cepet ngomong"desak Ellia
"gini gini..., Nita ngak bisa nemenin loo..,soalnya ada urusan sama kakaknya"
"Ok"
"eh... tunggu jangan ditutup dulu"
"Apa lagi..."
"Besok aku free kok,gimana kalo aku yang ngantiin Nita"
"Ok"
"Apa ,apa... Ok"tiiiit tiit tiitt,bunyi telefon yang telah dimatikan
"Aisss.. ni cewek ngak bener nih,sambil tertawa manis Toni memandangi hpnya dan menirukan suara Ellia
"loh kok aku malah senyum-senyum sendiri sih,aneh...."sambil masih tersenyum Toni berjalan dan menuangkan air dingin untuk diminumnya.
"Eh Zebby,lo tau ngak si anak baru yang kita ketemu dikantin waktu lalu"
"Ya emang kenapa Ndin"
"Rumornya kemaren dia mbating cowok lo,sampek jatuh gitu"
"Itu katanya cumak rumor Ndin palingan dia ngak segaja nyadung terus cowoknya sepontan jatuh gitu"Sahut mawar
"Engak lah tanya tu sono sama si Sarah,dianya liat tuh ,secara langsung"
"Gimana rah"tanya Sabita kepadanya
"Ya kelihatanya sih gitu Zebb,gua juga ngak tau detilnya sih"
"Gila banget ya tu cewek baru aja pindah,udah jadi buah bibir aja,mana dibicarain sama cowok-cowok lagi"
"Bilang aja iri..,susah banget sih Ndin"
"apaan sih lo Ro, bukannya iri ya ,gue kan cumak ngasih tau aja,si anak baru itu cewek yang bagaimana,lo tau ngak dia juga ikut olimpiade bela diri,dikalahin mampus lo,hahahaha"sontak perkataan Andin membuat Roro marah.
"Lo ngejek gue ya"
"Sudah-sudah kalia ini kayak bayi aja"
"Gue kan cumak bercanda Zebb,maaf lah Ra,canda kali"
"it's okay "jawab singkat Roro
"Cumak bocah baru aja,kita tuh senior ok,jadi harus lebih hati-hati dalam permainan"
"Firasat gue ngak enak zebb kalo lo ngomong gitu,dia tu kayaknya beda dari cewek-cewek yang lain"
"Sarah... tenang aja,gue berani taruhin uang gue kok,Roro pasti bisa habisin mental cewek sialan tu,ya kan Ro"
"Tenang aja"dengan tawa percaya diri Roro menjawabnya
"waaah hebat lo,gue dukung lo"
"gue juga"sorak mawar dan sarah
"gue juga tentunya,gue percaya sama lo,"dengan senyum arogannya Andin mendukung Roro
"thanks"ucap Roro
"Pastinya siapa dulu Roro"Sahut Sabita sambil menepuk pundak Roro.
"eeh udah sore nih ngak pada cabut"tanya Sahrah
"kalian duluan aja,gue barengan sama Roro "
"oke deh"satu per satu mereka bepamitan ke Roro dan Sabita,tak lama kemudia saat mereka sudah menjauh,Roro pergi ke kasir dan hendak membayar makanan mereka.
"Berapa mbak"tanya Roro ke mbak kasir.
"ini semua totalnya 776.000,00 mbak,mau dibayar secara tunai atau menggunakan ATM juga bisa",Roro yang masih tercengang melihat total makanannya,terdiam sejenak lalu tak lama kemudian Sabita datang.
"Ini mbak pakek kartu saya"
"loh kok lo yang bayar sih Sab"
"Tenang aja kalik lo kan sahabat gue"
"Ini mbak sudah,terima kasih dan sampai jumpa kembali"mbak kasir menggembalikan kartu milik Sabita dan tersenyum ,tak lama kemudian Sabita dan Roro pulang mengendarai mobil pribadi milik Sabita.
"Makasih Sab,lo sudah banyak banget mbantuin gue"
"Santai sajalah Ro, noh dah sampai rumah lo"
"Yaudah gue masuk dulu ya"
"ehh Ro, gue mau ngomong,gue mau minta bantuan lo nih"
"Ngomong aja kali ,lo kan sahabat gue"Sabita yang awalnya didalan mobil keluar dan berbisik kepada Roro.
"Gue ingin lo kasih pelajaran si cewek busuk itu (Ellia)buat dia jera dan tunduk sama gue,seperti cewek-cewek yang biasa lo ladenin saat bikin kesel gue"bisik Sabita ditelinga Roro.
"Kalo bisa lebih parah ya hahahaha",sambil ketawa Sabita menepuk pundak Roro, dan tak membuang waktu ia pergi dengan mobilnya.
"Itu baru yang namanya Sabita hahaha"
"sebelumnya,gue udah nduga,ahh.. siall "gumam Roro dengan tawa ringanya sambil berjalan dan masuk kedalam rumah yang ia tinggali"