YOU HALF MY BOYFRIEND

YOU HALF MY BOYFRIEND
18 Persiapan



Dua minggu pelatihan telah berlalu,Ellia bergegas mengemasi barang-barangnya dibantu oleh Nita dan Kiki ,yang akan ia bawa untuk persiapan perlombaan di esok hari.


"Elli sayang,ini udah selesai semua"Sontak Nita yang tampak bangga.


"makasih"jawab Ellia sambil tersenyum.


"Eh Ki,itu lo lagi masukin apaan kok tabletan gitu??"tanya Nita yang melihat Kiki sibuk memasukan sejumlah obat dan salap ke tas Ellia.


"Ini itu buat jaga-jaga aja,nih ini obat nyeri,yang dikotak ini p3k buat kalo ada luka-luka gitu,ini juga salap yang akurat kemaren aku baru beli di toko sebelah"jawab Kiki sambil menjelaskan.


"Berati tu salep masih baru dong!!,waah mana harganya mehong gini ki"Nita terkaget saat melihat harga yang masih menempel di salepnya.


"Ya... udah tak pakek sih sekali hhh"jawab Kiki dengan polosnya.


"eh ini juga mau dibawa Ell?"tanya Nita saat melihat paper bag yang isinya snack dan minuman.


"Ngak usah,makan aja sono snacknya"jawab Ellia


"beneran nih Ell"tanya Nita kembali.


"Yaudah aku makan ya"sahut Kiki sambil mengeluarkan isi paper bang.


"Ni lo makan juga Ell,masak lo yang beli ngak ikut makan"ajak Nita.


"Ngak usah,orang ini dibeliin Dimas"jawab Ellia.


"Baik banget tu orang hhh"


"Kalau sama lo"sontak Nita.


Tak berselang lama kemudian ,datanglah pak para beserta rombongannya yang sudah menunggu Ellia di depan rumahnya menggunakan elf,Ellia segera berpamitan kepada mamanya dan juga Nita beserta kiki yang sekarang berada dirumahnya dan ia langsung masuk ke dalam elf.


Ellia duduk di banggu no 3 dari belakang yang tempatnya tepat di depan kursi yang Mahen duduki.


Sepanjang perjalanan Bayu dengan sengaja mendorong-dorong kursi yang Ellia duduki,karena ia kesal pesan yang ia kirimkan tidak kunjung di balas oleh Ellia.


"Ngapain sih lo"sontak Mahen yang risih akan kelakuan temannya itu.


"Gue cuman bercanda hhh,jangan marah dong,gue berhenti nih"ujar Bayu sambil membenarkan duduknya.


"Ell,Ellia woi.."Bayu mencoba mengkode Ellia.


"lo bisa diem ngakk"ujar Mahen dengan tatapan mautnya yang membuat Bayu memeluk Farhan yang duduk disampingnya.


"eh eh jangan deket-deket dong"pekik Farhan


Mahen diam-diam memperhatikan Ellia di pantulan kaca, yang terlihat sedang terbaring dengan santaya bersama handset putih yang tertanam di kedua telinganya.


Tiba-tiba Mahen teringat kejadiat saat dirinya dan Ellia sedang dihukum bersama membersihkan gudang sekolah.


"Lo kalau kerja yang bener"ejek Mahen saat melihat Ellia sedang merapikan beberapa kardus.


"Ok"jawab ketus Ellia yang langsung melaluinya dan mengerjakan hal lain.


"Oi bocah lo mau kemana??"tanya Mehen dan mendekat ke Ellia.


"Nyapu"jawab Ellia singkat yang makin membuat Mahen kesal akan tingkahnya.


"Sini bantuin gue pindahin almari buku "Mahen menarik Ellia dengan paksa dan menuju kearah almari tumpukan buku.


Sebenarnya Mahen bisa mengesernya sendiri,namun karena ia kesal,dia berusaha untuk mengerjai Ellia.


"Apaan sih kak main tarik aja"pekik Ellia sambil menempis tangan Mahen.


"Ngak usah ngerengek,sini cepet bantuin"ketus Mahen.


"Geser!!"Ellia menggeser tubuh Mahen dan dengan sekuat tenaga Ellia mendorong almari yang berisikan tumpukan buku dengan mudahnya.


Seketika Mahen menatapnya heran dan mulutnya pun bungkam tidak dapat berkata-kata.


"Cih"lirik ejek Ellia tepat menusuk jantung Mahen.


Mahen yang merasa terhina segera memindahkan bangku,kursi,almari dan barang-barang lainnya dengan tenaganya tampa meminta bantuan Ellia,sedangkan Ellia hanya mengawasi Mahen dan minum air dengan santainya.


"Nih"Ellia berbaik hati memberikan Mahen sebotol air putih kepadanya.


Namun Mahen malah menempis tangan Ellia hinggan air itu pun terjatuh.


"Kalau ngak mau ya udah!!,aku mau balik ke kelas"ujar Ellia sambil mengendong tas ranselnya.


Saat Ellia hendak keluar dan melalui Mahen


Mahen tiba-tiba menarik tangan Ellia dan mengambil minuman yang Ellia minum tadi.


"apaan sih"pekik Ellia


"Makasih"ucapan itu Mahen utarakan setelah meminum air bekas Ellia.


Ellia yang sudah tidak dapat menahan emosinya,membuatnya menarik kerah baju Mahen dan berusaha memperingatinya.


Namun kesialan menimpanya kembali ,saat Ellia hendak memperingati Mahen,pak Para malah datang secara tiba-tiba yang membuat Ellia terkaget hingga terpleset air yang tertumpah tadi.


"brukk auuww..."rengek Ellia saat terjatuh.


Mahen terdiam saat melihat tubuh Ellia yang terjatuh tepat di bawah tubunya dan kedua tangan Ellia yang menyentuh dada berserta bahunya,seakan-akan menahan tubuhnya agar tidak lebih dekat dengan tubuh Ellia,membuat hati Mahen tergerak dan terdiam sejenak.


"Minggir lo"Sontak Ellia sepontan,mendorong tubuh Mahen menjau darinya dan Ellia segera berdiri.


"Maaf pak saya sudah selesai,saya izin membuat laporanya"Ellia yang merasa kesal langsung meninggalkan Mahen begitu saja dengan alasan membuat laporan.


"Ngapain!!,kalau mau tiduran pulang sana"Bentak pak Pak para yang menyadarkan Mahen.


Mahen yang tersadar segera berdi dan menyusul Ellia untuk membuat laporan juga.


Dibalik lamunan Mahen ,Bayu juga melamun mengingat saat Ellia mengembalikan jaketnya yang ketinggalan di toko kue milik mama Ellia.


Waktu itu Toni selalu mencium-cium jaketnya yang sudah dicucikan Ellia,yang membuatnya sangat gembira.


* * *


"Kalian berdua kenapasih??"Farhan yang meliat Bayu dan Mahen sedang senyum-senyum sendiri segera menanyai mereka.


"Ngak papa,sibuk banget sih lo ngurusin gue"Jawab Bayu yang masih meninggalkan tawanya.


Mahen yang tersadar langsung memasang muka datarnya yang membuat Bayu tidak jadi bertanya padanya.


Tiga jam telah Berlalu,mereka akhirnya sampai di villa tempat peristirahatan.


"Ayo semua turun,setelah makan Malan,nanti saya tunggu untuk penyelesaian materi,agar besok kita semua dapat mengoptimalkan kemampuan kalian semua ok"Pelatih mulai mengarahkan.


"Baik pak"Sontak semua menjawab.


"Sini aku aja yang angkat"Toni menawarkan diri untuk membantu Ellia.


"Gimana perjalanan tadi,pusing ngak??"tanya Ellia.


"Ngak kok,cumak pegel duduk aja hhh"sambil tersenyum Toni menjawab.


Didalam hati Toni masih merasa kesal saat disepanjang perjalanan tadi,saat ia melihat Bayu mencoba mendekati Ellia.


Namun semua itu terobati oleh pertanyaan Ellia yang seakan-akan mengkhawatikan keadaannya.


Disamping itu terlihat Bayu yang merasa kesal saat Ellia dekat dengan Toni,dan Mahenpun merasakan hal yang aneh saat ada orang lain yang mendekati Ellia.


"Bakal gue tonjok tuh orang"gumam Bayu yang terdengar oleh Mahen.


Mahen yang memahami temannya itu langsung menyeretya untuk masuk.


"Lo bisa pelan ngak sih,copot ni copot tangan gue"pekik Bayu.


"Bodo..."jawab singkat Mahen.