YOU HALF MY BOYFRIEND

YOU HALF MY BOYFRIEND
04 PERTEMUAN



Bel sekolah telah berbunyi,gerbang sekolahpun sudah tertutup dengan rapat,suara lagu kebangsaan Indonesia terdengar dengan lantangnya dipenjuru sekolah,serta menampakkan siswa dan siswi yang sedang berbaris dengan rapi.


"Haii... turun turun,cepat turun,,TURUN.......!!"


Segeronbol siswa kepergok pak satpam yang sedang menjaga pagar, saat mencoba naik kegerbong sekolah untuk masuk kedalam.


"hehehe pak,ini cuman telat 10 menit lo pak,masak ngak boleh masuk pak"


"iyaa... pak"serentak menjawab


"Itu coba lihat pak,semua orang juga masih pada ngumpul di lapangan pak,masak kita kita ngak boleh ikut upacara"


"Kalian ini ngeles aja,cepat ikut saya masuk ke ruang guru"


"pak-pak ini saya punya rokok pak dua bungkus lo pak, kalau bapak berkenan nati saya beliin lagi"


Bayu yang sedang berbisik ketelinga pak satpam mencoba untuk membujuknya.


"kamu bisa saja"dengan senyuman pak satpam mengambil dua bungkus rokok yang diberikan Bayu untuknya.


Jam pertama untuk pelajara fisika


"Eh ell kamu mau kemana"Bisik Nita yang melihat Ellia sedang meminta izin Bu Nina.


"Ruang guru"Jawab Ellia.


"Maaf Bu,apa saya boleh menemani Ellia,soalnya dia siswa baru disini "


"Bukannya sudah satu bulan kamu disini Ellia"


"Belum bu belum,baru hampir satu bulan hhhh,takutnya dia belum mengerti soal a...."


"Bu saya mau izin ke ruang guru juga,mau ngasih tugas saya ke pak Agus,soalnya kemarin ketinggalan bu."


Sela Dimas disela-sela pembicaraa Nita dengan bu Nina.


"Ini lagi...., apa nanti habis istirahat saja tidak bisa"


"Kata pak Agus nanti Beliau mau keluar bu saat jam ketiga"


"Yaudah...... ,sekalian kamu nemani Ellia juga dia mungkin belum terlalu menghafal ruangan disini"


"siappp bu"Jawab Dimas dengan semangatnya.


"yahhh........


"Dasar tu Dimas alesan tu bu....


"tau tu mau bolos kan pelajaran fisika"teriak para teman-teman Dimas yang sedang iri padanya.


"Lah terus saya gimana bu"


"Buat kamu Nita,coba kamu mengerjakan soal no.4 dipapan"


"kok malah ngerjain soal bu"


"hhhhahahhhahahahahhh"


"DIAM.."Gertakan bu Nina seketika menghentika tawa mereka ,dan membuat keadaan kelas menjadi hening.


HADUH SEREM.......


"Emm.. lo mau ngapain kekantor Ell"Tanya Dimas mengawali kecanggungan mereka agar segera berakhir.


"Data perlombaan"


"Bukannya kemarin sudah selesai"


"Untuk anak baru sedikit berbeda"


"Elll"Suara henti kaki Dimas menghentikan langkah Ellia.


"Maaf untuk kemarin"


"Tidak masalah,bersikaplah seperti biasa dan lupakan apa yang telah terjadi"


"kau tidak marah"


"Tidak"Sambil berjalan kearah kantor Dimas mencoba bercanda seperti biasa dengan Ellia.


"kalian sudah berapa kali seperti ini ha,ini pasti ulahmu kan dalang dari semua teman-temanmu"


"Sudah pak sudah ngak enak dilihatin murid-murid


"ini keterlaluan lo bu,masak berani-beraninya mereka main nyogok rokok,ini mereka masih SMA terus mau jadi apa kalau sudah gede ha..."


Terlihat ada perdebatan di luar ruang BK yang bersebelahan dengan kantor kepala sekolah,yang menampakkan beberapa murid yang sedang kena marah,dan terlihat beberapa siswa dan siswi lain sedang menonton.


"Eh Ell gue cabut dulu ya"


"ngak jadi nyerahin tugas??"


"Mana ada tugas,orang cuman ngaterin lo doang"


Melihat Ellia yang sedan tertawa ringan


karenanya,Dimas berlari menjauh dari Ellia dan melambaikan tangannya, sedangkan Ellia menuju keruang kepala sekolah, saat berada disana ,Ellia disuruh menunggu karena kepala sekolah masih ada urusan.


Suara berisik yang terdengar mulai berkurang saat kepala sekolah datang dan pak harto guru BK membawa dua siswa laki-laki keruangan, terlihat dari kursi depan yang didudukinya kepala sekolah sedang menasehati mereka dengan lembut meskipun kadang pak Harto menentang kepala sekolah atas hukuman yang diberikan karena terlalu ringan menurutnya,Ellia yang masih terduduk diruangan tersebut masih tetap diam dan berusaha tidak perduli.


"Ada yang bisa saya bantu"


Terlihat Bu guru yang sedang menawarkan bantuan kepada Ellia,Ellia berdiri dan memberikannya data-data yang telah diisinya kepada guru tersebut.


"Kamu boleh kembali kekelas,ini biar saya yang urus,tinggal meminta tanda tangan kepala sekolah kan"


Degan anggukan Ellia menghiyakan


"Eh tunggu sebentar bisa batu ibu membawa buku-buku ini keruang BK"


Dengan senyuman Ellia membantu guru tersebut membawa beberapa buku yang berada di samping kursi tempat duduknya tadi,buku itu sudah tertata dengan rapi dan ditali,saat berada diruangan, guru itu terlihat sangat ramah,kepada para guru dan siswa lainya yang berada diruangan,ia teryata merupakan guru BK juga yang bernama bu Sana.


terlihat ada beberapa siswa lelaki yang berada diruang BK ,yang sedang menjalani hukuman,tak lama setelah Ellia menaruh buku dan ingin keluar para siswa terlihat sedang memandang Ellia,seakan pandangan itu tidak lepas darinya,Ellia yang merasa sudah selesai membatu bu sana,berpamitan kepada bu sana untuk kembali keruang kelas.


Disaat Ellia sedang berjalan menuju kelasnya,pecahan telepon gengam mengenainya.


"Kan sudah kubilang hati-hari kena orang kan,lo sih..!!"


Terlihat ada dua siwa laki-laki yang sedang berpapasan dariya,yang salah satunya terlihat sedang meggambil pecahan hp.


"eh maaf ya temenku ini orangnya.....


"he anak baru"


Terlihat Bayu yang sedang menghampiri Ellia saat menyadari bahwa itu dia.


"eh lama ngak ketemu!!!,itu yang ngelempar tadi temenku jadi jangan salah paham ya"


Bayu mencoba basa-basi dan menggoda Ellia


"Namamu Ellia kan,nama yang bagus...!!!!!!"


"ohhhh ya kemarin pas ..$@(?!!":#""$$(:--$:#####


....


Ellia yang merasa risih langsung pergi melalui Bayu yang sedang berbicara denganya.


Dan pada saat Ellia hendak melewati teman lelaki yang bersama dengan Bayu tadi.


"woii"


Tarikan tangan menghentikan langkah Ellia,seketika membuat menoleh kearahnya,dan menatap lelaki tersebut tampa satu kata pun terucap dari mulut Ellia.