
Mahen sedang asik berbincang dengan Bayu dikamarnya,Bayu menceritakan ketertarikannya dengan Ellia kepada Mahen serta membahas seleksi untuk olimpiade bela diri yang akan diselenggarakan diesok hari.
"udah gue pulang dulu"ujar Bayu ke Mahen
"ngak sekalian nginep lo??"tanya Mahen
"ngak dulu ,gue ada urusan nih"jawab Bayu sembaring berdiri dan melakukan tos dengan mahen lalu keluar dan Menutup pintu kamar Mahen dengan pelan.
"ELLIA"gumam Mahen sambil berfikir tentang cewek tersebut.
Ia mulai teringat tentang Ellia saat bertemu dengan dirinya di tempat jym pada pagi hari
dan disaat sore hari ia melihat Ellia kembali ke tempat jym tersebut sendirian,dan menuju ke tempat kursus boxing.
Mahen terdiam ditempat dan tetap mengawasi Ellia dari kejahuhan, yang sedang berlatih dengan beberapa pria yang terlihat sangat akrab dengannya,disitu Mahen melihat bahwa Ellia cukup mahir dalam seni meninju.
Dan tidak hanya itu saja,kejadian pada hari ini saat disekolah dia juga mengingatnya,saat dirinya hendak keluar dari UKS setelah tertidur pulas dia melihat Ellia yang sedang memakan makanan ringan sambil menggunakan handset di telinganya,duduk dengan santainya di ranjang uks yang tempatnya tepat disamping tempat Mahen tadi dirawat dan mengunjing soal dirinya bersama Sabita.
•••••
Hari seleksi untuk mengikuti perlombaan bela diri telah tiba,dimana semua siswa dan siswi yang sudah terdaftar namanya berkumpul digedung olahraga sekolah untuk mengikuti kegiatan tersebut dengan runtut.
Para siswa dan siswi berbaris dengan rapinya,taklupa para guru olahraga mengapsen mereka satu-persatu dan membagikan selembar kertas kepada mereka semua,yang isinya tentang pertandingan satu lawan satu seperti yang sudah tertera di dalam kertas tersebut sesuai dengan nama dan urutannya masing-masing.
Dengan tujuan menyeleksi para siswa dan siswi dengan sistem gugur.
"he kamu Ellia dari kelas sebelah kan"tanya seorang cewek kepada Ellia yang sedang berbaris di dekatnya.
"Anak ipa 3??"tannya Ellia kembali
"ohh iya,Fiha"jawabnya sambil mengulurkan tangannya,dan Ellia membalas uluran tangan tersebut dan tersenyum padanya.
Suasana disini mulai terlihat gaduh,para siswa dan siswi mulai dipanggil satu persatu untuk dipertandingkan.
"Fiha...,Crista... dipersilahkan untuk maju"Fiha yang mendengar panggilan tersebut langsung maju kedepan dan mengikuti seleksi.
Terlihat Ellia yang sedang mengawasi Fiha,menurutnya ia cukup mahir dalam menghindar dari serangan musuh namun tidak cukup mahir dengan serangan,taklama kemudian Fiha memenagkannya dan disusul dengan para siswa dan siswi lainya.
Taklupa juga dengan Ellia yang juga maju ke seleksi berikutnya setelah seleksi pertama.
Seleksi kedua akan dilaksanakan setelah istirahan 1 jam,para siswa dan siswi mulai keluar dari gedung olahraga untuk beristirahat maupun untuk mencari makanan.
"congratulation"Toni menghampiri Ellia dengan membawakannya air meneral.
"Kacamatamu ilang??"canda Ellia sambil mengambil air mineral yang diberikan Toni untuknya,dan Toni merasa sedikit malu karena candaanya Ellia sambil menggaruk kepalanya.
"inikan lagi seleksi bela diri Ell masak mau pakek kacamata"Jawab Toni,yang serentak membuat Ellia tertawa.
"yahh lumayan-lumayan"Sambil menaikkan alisya, Ellia meminum air.
"lumayan apanya??"tanya Toni sambil tertawa
Tak lama kemudian waktu istirahat telah selesai,disana dikumpulkan para siswa dan para siswi yang tadi lolos keseleksi pertama dan bagi yang gagal masih diperbolehkan masuk ke gedung untuk menonton dan menyemangati mereka yang akan dipertandingkan kembali satu lawan satu.
Seleksi dimulai kembali,disana Roro melihat Ellia yang sedang bertanding dengan lawannya,Roro yang sudah berhasil dalam seleksi pertama dan kedua dengan percaya dirinya berada di samping guru pembimbing seleksi tersebut.
"Bruukkk"suara bantingan terdengar,yang merupakan berasal dari Ellia yang berhasil mengalahkan musuhnya.
"Sepertinya si Ellia ini bakal ikut olimpiade!!,gimana menurut kamu Ro"tanya guru pembimbing kepada Roro.
Seleksi kedua telah selesai,tersisa 16 siswa dan siswi yang nantinya akan diambil 9 orang.
Terlihat Ellia sedang membenarkan kaki Fiha yang keseleo.
"kamu hebat Ell,selamat ya"kata ucapan dari Fiha
"kamu juga"jawab singkat Ellia.
"tapikan aku ngak lolos"jawab Fiha kembali.
"setidaknya sudah usahakan"
"ini sudah selesai"Ellia menurunkan kaki Fiha perlahan.
mendengar perkataan Ellia ,Fiha tersenyum dan mengucapkan terimakasih.
Roro merasa risih setip kali ada orang yang membicarakan Ellia,Roro yang merasa kesal mencoba untuk mendekati Ellia.
"Selamat ya"ujar Roro yang mendekat ke Ellia.
"Ok"jawab Ellia dan langsung menjauh dari Roro.
"Ok katanya dasar cewek sialan"gertak Roro yang semakin kesal karena sikap Ellia.
Ellia yang sudah menjauh dari Roro mulai menyiapkan diri untuk seleksi berikutnya,Ellia berbincang dengan Toni soal cara menghindar dari musuh dan lain sebagainya.
Sedangkan Roro mulai membicarakan Ellia dengan teman-temannya yang terdengar oleh Ellia dan Toni.
Toni yang merasa risih menghampiri Roro dan teman-temanya.
"lo kalo mau arisan jangan disini,brisik tau ngak"gertak Toni ke Roro.
"apaan sih lo ikut campur aja"jawab Roro
"tau tu"teman-teman Roro juga mulai ikut-ikutan,dan membuat Toni semakin kesal.
"lo mau lawan gue,lawan cowok dong masak lawan gue,banci lo ya"ejek Roro ke Toni sambil ketawa.
"lo itu..",belum sempat Toni membalas ucapan Roro, Ellia menaik tangan Toni dan berkata kepadanya.
"cewek ****** mana waras"ejek Ellia ke Roro.
"Sialan lo,sini lo kalo berani"Teriak Roro ke Ellia yang membuat rusuh dan terdengar oleh para pengawas, pengawas menegur Roro karena telah membuat keributan,dan itu membuat Roro semakin emosi karena Ellia.
Tak berselang lama,Mahen dan Bayu datang di tengah-tengah seleksi dan mulai bersalaman ke guru pengawas dan menyapa teman-temanya yang sedang mengikuti seleksi.
"Hei Ellia"Terlihat Bayu sangat bersemangat menyapa Ellia.
Sedangkan Ellia tersenyu miris dan menatap Mahen kembali yang sedang berdiri disamping Bayu,karena mengetahui dari tadi Mahen metatapnya dengan tatapan tajam kearahnya.
"Anjing...gue disenyumin Ellia Hen"girang Bayu sambil tertawa yang merasa bahwa dirinyalah yang disenyumin oleh Ellia.
"apaan sih lo,gila ya"Pekik Mahen dan langsung menjauh dari temannya tersebut.
"kenapa sih ni orang"gumam Bayu.