
Toni dan Dimas berjalan mendekat.
"Hay Dim disini??"Nita mengisaratkan untuk duduk bersama-sama.
"Ton itu kamu bawa apa??"Tanya Kiki
"Oh nih....,dimakan ok,aku sendiri yang pilih"Toni memberikan bingkisan ke Ellia.
"Buat gue??"tanyanya.
"Of course,coba kamu bukak"Kata Toni sambil tersenyum manis.
"Lah gue mana Ton??"pekik Nita
"Sini lo sama gue aja,kita ke kantin sebelah yuk??"Ajak Dimas yang lagi berusaha mendekatkan Ellia dengan Toni.
"lo mau gue tlaktir ngak??"tanyanya kembali.
"Tumben amet lo"jawab Nita sambil mengecek dahi Dimas,apa ada yang salah darinya.
"Mau kemana lo??"tanya Ellia.
"Makan bareng-bareng aja disini,Dimas kan yang nelaktir"Sela Kiki.
"hhhh tapi kan gue mau beli bakso di kantin sebelah,disini kan kagak ada"Dimas mencari alasan.
"Nit bantuin gue dong,ngapain diem aja lu"Bisik Dimas sambil menjubit-cubit lengan Nita.
"Sakit tau Dim"pekik Nita.
"Yaudah gue aja yang pesenin,lo tlaktir kan Dim??"Sahut Toni.
"Eh eh lo mau kemana??"Dimas semakin frustasi karena sahabatnya itu tidak peka.
"Ton boleh ikut??"Sontak kiki
"Ayokk..."jawab Toni dan mereka berdua mulai menjauh
"Lo kenapa Dim??"Tanya Nita yang melihat Dimas mengelus-ngelus dahi.
"Diem lo,tulul lo nyet"Bisik Dimas di telinga Nita.
"Puding"Ellia terkejut saat membuka isi dari bingkisan yang dibawa Toni.
Sebelumnya,saat Toni bilang dia mau ke kota Makasar,Toni menawarkan kepada Ellia mau dibawakan oleh-oleh apa,dan Elli bercanda minta dibawakan puding manis khas sana.
"Waah imut sekali pudingnya,gue boleh minta dikit ngak??"Tanya Nita yang penasaran rasanya.
Ellia terdiam saat Nita meminta pudingnya,lalu menatap Nita dengan tajam.
"eh.. Ell,kalau ngak boleh ngak apa-apa kok hhh"Pekik Nita yang merinding melihat tatapan Ellia.
"Nih dikit aja"Ellia menawarkan pudingnya.
Tak lama kemudian Toni dan Kiki datang dan membawa bakso.
"Nih Nit bakso lo"Sahut Nita sambil memberikan semangkuk bakso kepadanya.
"Eh bentar Ki,eeh ..eh"
"Dukkk"Suara puding yang jatuh kelantai.
"Ehh lo gimana sih Ki,kan gue bilang bentar ,jatuh kan jadinya"Pekik Nita sambil cemberut.
"Kan aku juga kepanasan Nit pegang baksonya"Kiki menjelaskan"
"Brakkkk"Suara gebrakan meja yang membuat semua terkaget.
"Gua masuk kelas dulu"sontak Ellia yang langsung berdiri dan menjah dari mereka.
"Eh Ell mau kemana"Tanya dimas sambil mengejarnya.
"Lo tu ada-ada aja"
"udah otak lelet,suka cari masalah pula"Sontak Dimas kepada Nita.
"Loh kok jadi gue sih"
"Ayok Ki"Bayu yang ngambek,langsung menarik Kiki untuk menyusul mereka.
"Gue ditinggal sendiri,haaa sial banget nasib gue,Elli tunggu"rengek Nita dan langsung ikut menyusul mereka.
* * *
Terlihat Mahen yang sedang bersantaiy di depan rumah sambil menikmati pemandangan sore.
"Abang,beliin tia puding dong yang ada disamping kedai kopi milik pak Aris"Pinta tia.
Tia adalah sepupu Mahen,ia merupakan gadis manis yang baru duduk dibangku SMP
"Kau ini nganggu abang aja"jawab Mahen sambil berdiri dan menyiapkan motornya.
"Tia ikut ya bang"Sontak Tia yang senang.
"Ngak usah,diem aja dirumah,puding kayak biasanya kan??"sontak Mahen dan langsung menyalakan motornya.
"Abangggg"rengek Tia murung.
Tak lama kemudian Mahwn sampai di toko puding,dan disana ia melihat Ellia yang sedang memakan puding dengan santainya.
"Mbak ini dua,tolong bungkus ya"
"dan ini satu saya makan disini"Pinta Mahen ke pelayan.
"He bocah"Sapa Mahen dan langsung duduk di kursi kosong depan Ellia.
Ellia berusaha tidak menghiraukan Mahen,dan melanjutkan memakan pudingnya.
"Oi kalu diajak bicara tatap lawanya,bukannya nunduk emang lo pelayan gue"ejek Mahen yang membuat Ellia menatapnya.
"Suka makanan yang manis-manis??"tanya Mahen mengawali.
"ngakk"jawab singkat Ellia.
"Terus ngapain makan puding kalau ngak suka"tanyanya kembali.
"kak,aku emang ngak suka makanan manis,kecuali puding ok"jawab Ellia dan langsung melanjutkan makannya.
"Judes amat"gumam Mahen sambil menyembunyikan tawanya.
"Ini mas silahkan"Pelayan datang dan memberikan pesanan Mahen.
"Ya makasih"sambil tersenyum
"Mau coba!!,gue ngak terlalu suka puding"Mahen menawarkan pudingnya ke Ellia.
"Kalau ngak suka ngapain beli"gumam Ellia yang terdengar oleh Mahen.
"Ayo cepet cobain"sontaknya
Ellia yang tidak mau cari gara-gara,langsung menyendok puding milik Mahen.
"Enak??"tanyanya.
"Lumayan"Jawab Ellia sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
"Masak??,sini gue cobain"Mahen mengambil puding milik Ellia yang hambir habis dan langsung memakannya.
"Eh eh itu milik gue"Ellia terkaget dan berusaha menghentikan Mahen memakan puding bekasnya.
"Dah... habis"
"Lumayan manis ya"sambil meletakkan wadah puding Ellia yang sudah ia habiskan.
"Kak,kamu kan punya puding sendiri ,ngapain main ambil punya orang"pekik Ellia kesal.
"Udah lo makan kan punya gue"Mahen mencoba memutar pembicaraan.
"lah situ sendiri yang suruh nyobain"tegas Ellia.
"Yaudah habisin gih,gue balik dulu"
"Selamat sore"ucap Mahen sambil mengelus kepala Ellia.
"Resek banget sih tu orang"gumam Ellia kesal.
"Eh Rl maaf aku telat"sapa Toni yang baru saja datang.
"Apa lagi"sambil menoleh
"Eh maaf kukira siapa"bentak Ellia yang dikiranya Mahen.
"El kamu ngak apa-apa kan"tanya Toni cemas.
"Ngak,cepet ganti pudingku yang tadi"ketus Ellia,yang membuat Toni bergegas memesankan puding untuk Ellia.
"Loh kok banyak banget"Tanya Ellia saat Toni membawakan beberapa puding dengan rasa yang berbeda.
"Liat kamu yang hampir habis dua puding,kayaknya kamu laper deh,makanya aku beliin lebih banyak hhh"canda Toni.
"Yaudah,nih makan"Ellia menodorkan puding untuknya.
"Cepet makan"perintahnya
"Oh iya-iya"Dengan segera Toni melahap puding yang Ellia suapkan padanya.
Toni selalu berusaha berada di sisi Ellia,ia sebenarnya berniatan untuk mengungkapkan perasaannya,namun ia takut jika Ellia malah meninggalkannya,karena Ellia sudah menganggap Toni sebagai sahabat.