YOU AND HIM

YOU AND HIM
Cemburu



Pulang dri kuliah, angga mengajak anggri untuk makan di pinggir jalan dekat kampus nya.


Anggri mengiyakan permintaan angga.


Di sela² mereka makan dtg dosen kedokteran yg sempat menyuruh anggri untuk mengambil berkas² nya.


"Hei anggri, kalian makan disini juga" kata pak dokter


"Iya pak, bapak makan disini juga?" Tanya balik anggri


"Iya saya sering makan disini" kata pak dokter sambil duduk di samping anggri.


Angga yg melihat itu langsung membuang wajah nya ke sembarang arah.


"Nih dokter ngapain disini sih, ganggu aja" gumam dalam hati angga.


"Oh ini nak angga temen kami nggri" tanya pak dokter sambil menggulurkan tangannya


Angga yg semula membuang wajah nya kini membalikkan arah ke depan dan menyambut uluran tgn dokter tsb.


"Iya pak, saya angga temen nya anggri" kata angga sambil tersenyum paksa.


Setelah mengobrol dengan obrolan yg tidak penting tibatiba suasana menjadi hening ketika pak dokter menanyakan soal keluarga anggri.


Angga yg mendengar nya pun terasa panas, ia beranjak dri kursi nya tetapi anggri mencegah nya.


"Mau kemana?" Tanya anggri


"Pulang" kata angga


Pak dokter yg merasa anak murid nya itu cemburu pun langsung beranjak dri kursi nya dan membayar makanannya.


"Anggri, Angga, bapak duluan yaa, ada urusan mendadak" kata pak dokter


"Iya pak gapapa" kata anggri sambil mencium punggung tangan pak dokter itu.


Anggri yg melihat sikap angga tidak sopan td pun langsung menjewer telinga temannya itu.


"Lu apa²an sih, ga sopan ****" kata anggri dan tangannya pun belum melepas jewerannya dri telinga anggri


"Iya iya ini tangannya di lepas dulu" kata angga yg menahan sakit


"Lu kenapa td? Malu²in aja, ga sopan tau, dia itu dosen kita, lu mau ga lulus 1 semester gara² kaya gtu" ucap anggri dengan nada kesal


Anggri menghela nafas panjang lalu pun iya memaafkan tingkah laku angga td.


...


Di perjalanan angga masih terdiam dan tak ingin berbicara sepatah kata pun.


Anggri yg merasa teman nya itu mencueki diri nya berusaha untuk diam juga. Tetapi anggri tidak tahan di diemin.


"Ngga! Lu marah sama gue ya?" Kata anggri sambil menggandeng lengan angga


"Ga" jwb angga dengan pandangan masih fokus ke depan.


Karna kesal anggri menghalangi jalan angga dengan berdiri di depan nya.


Angga yg menyadari tingkah laku anggri berusaha untuk tetap jalan tetapi anggri terus mengikuti langkah nya. Angga ke kanan anggri juga ke kanan, angga ke kiri, anggri juga ke kiri.


Lalu angga mendekatkan wajah nya ke wajah anggri, sontak anggri memundurkan kepalanya.


Ia mendorong kepala angga dengan jari telunjuk nya, dan angga langsung menarik tangan anggri sehingga membuat anggri terjatuh di dekapan angga.


"Lu jgn deket² dosen itu td yaa" bisik angga di telinga anggri


Anggri yg masih tidak paham dengan perkataan angga pun melepaskan pelukan angga.


"Kenapa?" Tanya anggri sambil menaruh kedua tangannya di pinggang.


Angga yg tak menghiraukan anggri tetap berjalan meskipun anggri memanggil manggil namanya.


Karna kelelahan mengejar langkah angga yg panjang, anggri menarik baju angga dan membuat angga menoleh ke arah anggri.


"Ngga lu kenapa ngelarang gua deket pak dosen?" Ucap anggri dengan nafas ngos²san


"Atur dulu dong nafasnya" kata angga sambil memerintah anggri untuk menarik dan melepaskan nafasnya agar normal.


"Ha kenapa jwb gue" kata anggri


"Gue cemburu" bisik angga dengan nada lembut di telinga anggri lalu mencium pipi anggri.


Anggri yg masih mematung karna tingkah laku angga, di tinggalkan oleh angga.


Angga melanjutkan jalannya dan ada seringai senyum bahagia disana.