
Kemudian ia menghampiri kevin dan meletakkan nasi goreng di atas meja.
Hampir 5 menit nasi yg sudah di masak oleh anggri tak kunjung di makan.
Anggri mendengus kesal lalu mengambil piring tsb, kemudian menyuapi kevin.
"Aaaaaa" ucap anggri sambil menyodorkan sendok yg berisi nasi goreng tsb.
Kevin membuka mulut nya dengan lebar lalu mengunyah makanan nya.
"Gini kek, dari td di tungguin juga" gumam kevin dalam hati yg menunggu anggri untuk menyuapi nya.
"Makan yang banyak biar pintar" ucap anggri sambil menyodorkan sendok yg berisi nasi ke dalam mulut kevin yg kedua kali nya.
Anggri menyuapi kevin sampai nasi tak tersisa. Sampai ada ide jahil muncup kembali di otak nya.
Ya anggri memang gadis cuek yang memiliki banyak kegabutan.
Dan kevin lah menjadi korbannya.
Tapi bagi kevin itu bukan lah masalah, toh juga anggri melakukan itu kepada nya. Akan lebih parah jika anggri melakukan itu kepada orang lain, bisa saja anggri menjadi santapan nya setiap hari di kampus.
Anggri yang melihat kevin sedang serius mencoba untuk berfoto ria sambil menyender di pundak kevin. Kevin membiarkan gadis nya itu melakukan segala hal.
Kemudian anggri mencubit pipi kevin, memutar mutar nya, menggosok-gosok nya dengan telapak tangan anggri, lalu menampar pelan pipi kevin. Kevin masih tak berkutik. Ia memilih fokus untuk membantu mengerjakan tugas anggri.
Anggri yg melihat respon kevin hanya diam saja malah di banjiri kesenangan yg membludak.
Lalu setelah bermain dengan pipi kevin, anggri mengalihkan ke rambut kevin yg sedikit gondrong itu untuk mengingkat nya dengan karet rumah.
Mengucir kuda menjadi ide anggri.
Anggri terkekeh ketika melihat kevin sudah seperti iblis bertanduk 2.
"Yank, kok rambut aku di giniin sih" kata kevin yg ingin melepas karet nya.
"Ya jangan di lepas" ucap anggri panik sembari menghempas tangan kevin.
Kevin mendengus kesal lalu melanjutkan dengan laptopnya sambil menggeleng gelengkan kepalanya pelan.
Beralih dari itu, anggri memijit pelan pelipis kevin.
"Ada ada aja tingkah nya" gumam kevin dalam hati di barengi senyum nya.
Karena di lihat nya kevin duduk dengan menyilangkan kedua kaki nya, dan laptop yg berada di atas meja, anggri berinisiatif untuk memasukkan kepala nya kedalam kaki kevin.
"Kamu ngapain yank?" Tanya kevin lembut saat anggri memasukkan kepala nya ke dalam kaki kevin.
"Ga ngapa²in, cuman pengen kaya gini sama calon suami, emng ga boleh?" Tanya anggri kesal
"Iya boleh" jwb kevin dengan senyum nya yg heran melihat tingkah laku anggri dari tadi.
Anggri memainkan ponsel nya di pangkuan kevin. Ia mendongakkan kepala nya menatap wajah kevin lumayan lama.
Kevin masih fokus ke arah depan.
Anggri beranjak dari tidur nya, lalu duduk di pangkuan kevin mengarah ke arah nya. Kevin kaget melihat anggri yg tiba² ingin duduk di pangkuannya.
Anggri langsung memeluk erat kevin seperti tak ada pembatas bagi mereka. Anggri mencium aroma parfum kevin yg sangat membuatnya terasa damai dan tentram.
Kevin tetap fokus mengerjakan tugas anggri, ia tak merasakan berat sekali pun karna memang tubuh anggri yg sangat mungil membuat nya gampang jika di peluk.
"Kamu kenapa tiba² meluk aku?" Tanya kevin yang tak mendengar anggri bersuara.
"Pengen peluk aja" ucap anggri
"Dasar gadis manja" goda kevin yg mendapatkan jambakan dari anggri.
Anggri mengangkat kepala nya menatap wajah kevin.
"Ada apa?" Tanya kevin curiga
"Kamu kok ga panggil aku sayang sih, tadi manggil nya sayang, sekarang uda engga" kata anggri kesal sambil membuang wajah nya ke sembarang arah.
"Kamu senang ya aku panggil sayang?" Tanya kevin sambil tertawa
"Iya, kenapa? Ga boleh?" Kata anggri jutek
"Hm lucu bgt sih" kata kevin sambil mencubit pipi anggri.
"Yaudah, nanti seterusnya aku panggil sayang" ucap kevin kembali sambil melebarkan senyum nya.
Anggri yg mendengar perkataan kevin, langsung memeluk erat kembali kevin, seakan akan tak mau kehilangan orang yg selalu menerima sifat random nya.
Anggri mengangkat kepala nya kembali lalu mengecup bibir kevin sekilas.
Kevin mematung karena sifat anggri yg tiba² mencium nya.
Disaat kevin mematung, anggri mencoba mencium bibir berwarna pink itu berulang ulang.
Cup
Cup
Cup
Cup
Cup
Lalu memeluk erat kembali kevin.
Kevin memeganggi bibir nya yg di cium anggri tadi.
Rasa manis dan lembab melekat di bibir nya. Rasa gerah dan jantung berdetak kencang membuatnya menggeleng-gelengkan kepala untuk tak berbuat lebih.
...
Setelah selesai mengerjakan sebagian tugas anggri, kevin memerintah anggri agar menyelesaikannya.
Anggri beranjak dari pangkuan kevin. Ia menatap lembaran pdf yg sudah di kerjakan kevin.
"Ini seriusan, uda sebanyak ini?" Tanya anggri tak percaya
"Iya, siapa dulu dong, kevin" ucap sombong kevin
"Cih sombong amat" jwb anggri tanpa menoleh ke arah kevin.
Anggri melanjutkan pekerjaan kevin.
Kini selanjutnya, kevin lah yg bersikap manja ke anggri.
Kevin memeluk anggri dari samping dan meletakkan kepala nya di bahu anggri.
Ia memperhatikan anggri bekerja.
Suara ketikan keyboard membuat kevin tertidur pulas di bahu anggri. Desiran nafas nya pun sampai terasa.
Anggri menoleh ke arah kevin lalu mencium rambut kevin sekilas.
"Pasti dia kelelahan" gumam anggri dalam hati lalu tersenyum.
"Dasar big baby" gerutu anggri