
Dikampus
Teng teng teng (suara bel tanda bahwa pelajaran hari ini selesai)
Anggri terpikir bahwa ia selama ini kurang baik kepada kevin. Terkadang anggri cuek, tbtb menjadi pendiam, terkadang marah dadakan kaya tahu dadakan, terkadang manja dan peduli. Tetapi kevin tetap sabar menghadapinya.
Mungkin inilah saat nya anggri mengakui bahwa ia mulai ada rasa ke kevin.
"Kevin, kita mampir kesesuatu tempat dulu ya" kata anggri setelah memasang sealbelt nya.
"Mau kemana?" Tanya kevin
"Ehm kaya nya ga jadi deh, kita ke rumah sakit kamu aja" pinta anggri sambil menoleh ke arah kevin dengan senyum kuda nya
"Rumah sakit? Kamu sakit nggri?" Tanya kevin khawatir sambil menempelkan tangannya di kening anggri.
"Tidak panas" gerutu kevin
"Hm aku pengen kesana, ke atas waktu itu" kata anggri sambil menundukkan kepala nya.
"Ngapain?"
"Pengen aja"
"Hufff oke kita kesana" jwb kevin sambil mendengus kesal.
....
Di rumah sakit pukul 16.00 WIB
Kevin menyapa seluruh suster di rumah sakit itu. Diiikuti juga anggri, dan ada beberapa suster yg masih terpelongo melihat dokter nya itu mengandeng tangan perempuan yg seperti nya anak kuliahan.
Sesampai di atas, anggri berdiri di atas balok kayu berbentuk segiempat agar ia dapat berdiri sejajar dengan kevin.
Anggri menarik udara tsb dalam² lalu mengeluarkan nya perlahan.
Lalu menoleh ke arah kevin yg masih memandangi sekitar sambil memejamkan mata nya.
Pokk... (suara pukulan anggri ke lengan kekar dokter tsb)
Kevin menoleh dan bertanya "ada apa?" Dengan suara lembut nya.
"Disini cocok buat ngilangin diri" ucap anggri santai
"Maksudnya?" Tanya kevin yang tak mengerti
"Bunuh diri" jwb anggri sambil menunjuk jalan raya yg padat akan kendaraan dari arah ketinggian.
"Sudah g*la kamu" kata kevin kesal
Anggri tertawa lalu kembali hening.
Ia sering beberapa kali melirik kevin dan hal tsb di sadari oleh kevin.
"Kalau ada sesuatu yang mau di omongin, katakan saja tidak usah pakai lirik² segala" kata kevin yg masih memfokuskan pandangannya ke depan.
"Kevin, do u love me? Really?" Ucap anggri menghadapkan tubuh nya ke arah kevin
"Ya, saya mencintai mu" kata kevin sambil menghadap ke arah anggri
"Apakah kamu tidak pernah berpikir untuk meninggalkan saya?" Tanya anggri kembali. Membuat pertanyaan itu mendapatkan tatapan tajam dari kevin.
"Kamu milikku. Kau mengerti!" Jwb kevin singkat seolah olah sudah mewakili semua pertanyaan anggri. Kevin membuang arah tubuh nya ke depan. Ia kesal karna gadisnya itu menanyakan hal yg tak seharusnya di tanyakan.
"Kevin" panggil anggri tapi tak ada respon dari kevin. Kevin tetap mengarah ke depan sambil memejamkan matanya menghirup udara sore dari gedung rumahsakit.
"Hei kevin, aku sedang berbicara padamu"
"Hm"
"Aku mencintaimu, apa kau mengerti?" Kevin yg mendengar pertanyaan dari anggri langsung menoleh ke arah anggri.
"Apa yang kau katakan?" Tanya kevin kembali memastikan.
"Tidak ada siaran ulang" kata anggri membuang arah tubuh nya ke depan.
"Hei katakan sekali lagi, aku ingin dengar" kata kevin
"Aku bilang tidak ada siaran ulang, apa kau tuli? Cihhh"
"Iya iya aku mendengarnya" jwb kevin dengan senyum di bibirnya.
"Apa kau mengajak ku kesini hanya untuk mengatakan hal ini?"
"Ya, aku rasa, aku mencintaimu. Kau selalu membiarkan apa pun yg kulakukan terhadap mu. Dan itu membuatku bagai seorang putri yg sedang menghukum pelayannya" ucap anggri terkekeh.
"Kamu menyamakan diri ku dengan pelayan?" Tanya kevin kesal.
"Tidak!"
"Apakah aku boleh memeluk mu sebentar?" Tanya anggri menatap lekat kevin
Kevin membuka ruang tangannya, ia melebarkan tangannya lalu anggri langsung memeluk dirinya erat.
Rasa takut kehilangan muncul di benak nya.
Anggri mencium aroma parfum milik kevin dengan damai.
"Suara jantung mu sangat kencang pak, apa kamu berdebar memeluk saya?" Tanya anggri mendongakkan kepala nya.
Tubuh anggri yg mungil membuat ia berdiri hanya sebatas dada bidang kevin.
Lelaki itu terlalu tinggi untuk anggri.
Kevin tersenyum mendapat ledekkan dari anggri.
Anggri kembali mengeratkan pelukannya. Ia menghirup dalam² aroma parfum pria itu.