
Anggri yg berusaha mengambil novel itu dari tangan kevin tak sengaja menginjak pinggir ranjang sehingga membuat anggri terjatuh. Tetapi untung saja kevin segera memgangang tubuh anggri sehingga membuat kevin juga ikut terjatuh.
Aaaaaaaaa cup
Bibir mereka bersentuhan dan anggri terbelalak dengan itu. Anggri berusah menjauh dari posisi nya yg menindih kevin, tetapi kevin malah mendekat kan ke pelukannya.
"Lepaskan" kata anggri yg masih berusaha memberontak
Kevin hanya diam saja dan tanpa meminta izin dia mencium bibir anggri sekilas yg masih memberontak itu. Lalu kevin melepaskan dekapannya. Anggri hanya mematung akibat perbuatan kevin td
"Sudah gilak kamu yaa!" Kata anggri sambil merapikan baju nya. Kevin hanya terkekeh pelan tanpa menanggapi perkataan anggri.
"Anggri, aku laper!" Kata kevin sambil mendekati anggri
"Minta sama pelayan sana!" Kata anggri yg hendak duduk di sofa
"Aku mau nya kamu yg ambilin" kata kevin sambil merendahkan suara nya.
"Iya iya aku ambilin bentar, tunggu sini aja. Jangan kemana mana, jangan sentuh barang² aku" kata anggri yg berjalan ke bawah sambil menatap tajam kevin. Kevin hanya mengangguk membalas perkataan anggri.
Setelah itu anggri kembali lagi ke atas dan menghampiri kevin yg tengah duduk di sofa.
Anggri memberikan nampan yg berisi makanan penuh kepada kevin. Dan kevin menerima dan melahap nya dengan cepat. Anggri yg duduk di samping kevin hanya memperhatikan dan di barengi tertawa kecil hingga kevin pun tak dapat mendengarkannya.
Anggri mengembalikan nampan itu ke bawah dan ia kembali lagi keatas untuk menemui kevin.
Ia masih melihat kevin yg sedang bermain ponsel nya di atas sofa. Anggri hendak mengambil novel nya yg ada dimeja depan kevin, tetapi kevin malah menarik tangan anggri dan gadis itu terduduk di samping nya.
"Kamu mau apa?" Tanya anggri
"Cincin kamu mana?"
"Di rumah!"
Tibatiba kevin menyelipkan tangannya di lengan anggri dan menyenderkan kepala nya ke pundak gadis itu. Dengan kaki di angkat ke sofa seperti anak kecil.
"Duhhh kenapa pak dokter ini sangat imut jika begini" gumam dalam hati anggri
"Bapak kenapa?"
"Jangan di lepas lagi yaa" kata kevin yg masih menyenderkan kepala nya ke pundak anggri
"Bapak aja ga pakai, kenapa saya harus...!" Kata anggri terpotong ketika kevin mencium pipi perempuan itu. Anggri mematung seketika akibat perbuatan kevin. Wajah anggri jadi merona, kevin hanya diam saja pura² tidak tau akan hal itu.
"Bapak bisa ga sih, ga usah nyium² saya!" Pinta anggri dengan nada kesal
Kevin tidak menggubris perkataan anggri, ia malah memutar tubuh nya mengarah ke anggri, lalu memeluk perempuan itu dari samping dengan posisi masih duduk, kepala nya tetap masih menyender ke pundak anggri dan semakin mengeratkan pelukannya.
"Pak, bisa lepasin ga!" Kata anggri dengan nada rendah tapi penuh penekanan.
Kevin hanya menggeleng-gelengkan kepala dengan kepala masih menyender ke pundak anggri. Ia seperti tak mau kehilangan anggri dan pergi meninggalkan diri nya.
Anggri merasa lelah. Dari tadi ia sibuk memberontak agar di lepaskan tetapi kevin tak kunjung melepaskan pelukannya. Akhirnya anggri hanya pasrah dan memilih melanjutkan membaca novel nya.
Setelah setengah jam berlangsung, tiba² tangan kevin mulai mengendurkan pelukannya. Anggri heran lalu ia melihat ke arah kevin yg sedang tertidur di pundak anggri. Ia memperhatikan dahulu wajah kevin.
"Dokter ini memang ganteng sih kalo di liat²" gumam dalam hati anggri sambil menyingkir kan rambut yg menutupi wajah kevin.
"Anggri, jgn benci saya" kata kevin yg masih memejamkan mata.
Anggri hanya menatap bingung ke arah kevin.
"Hm masih tidur tapi bisa berbicara? Apakah dia mengigau?" Tanya anggri dalam hati
Kevin mengulangi kata² nya tsb.
"Anggri jangan benci saya"
"Anggri jangan benci saya"
"Anggri jangan benci saya"
Anggri yg sedari tadi hanya mendengarkan kini memutar tubuh nya mengarah ke kevin. Ia menyenderkan kepala kevin ke dada nya dan mengelus-elus rambut kevin.
"Aku tidak membenci mu, tidurlah" kata anggri menenangkan kevin sambil mempererat pelukannya kepada kevin. Lalu kevin diam tak mengigau lagi.
"Dokter ini kelihatannya saja gagah, badan kekar tetapi begitu manjah, tidur saja harus peluk aku dulu td, dasar aneh" gerutu anggri yg sedikit kesal