YOU AND HIM

YOU AND HIM
Mengatur Hidup Anggri



Kevin memilih tempat yg tak jauh dari wilayah kampus anggri.


Ketika melihat ada penjual bakso, anggri langsung menunjuk ke arah tempat itu, dan kevin langsung mengikuti kemauan anggri.


"Mang, bakso nya 3 ya" ucap anggri


Tukang penjual bakso itu pun menjawab dengan anggukan setuju.


Anggri, kevin dan angga pun langsung duduk di kursi yang sudah tersedia.


Mereka berbincang-bincang sambil menunggu pesanan mereka datang.


Dan akhirnya setelah beberapa menit, pesanan mereka datang memotong pembicaraan mereka.


"Pak, tolong ambilin saus nya dong!" Perintah anggri.


"Biar saya aja yg ngasih" jwb kevin sambil memberi saus ke bakso anggri dengan sedikit


"Kok dikit banget sih pak? Ini mah ga ngerasa pedes nya" rengek anggri sambil mencoba mengambil saus yg di genggam kevin


"Uda itu aja, anak kecil ga boleh kebanyakan makan saus. Bahaya!" Tekannya


"Iya nggri, bahaya" sahut angga


"Iih tapi kan ga seru" pinta anggri


"Pakek sambel noh biar seru" jwb angga


Anggri yg mendapatkan saran dari angga, langsung mengambil tempat sambel yg berada di depan angga, tetapi kevin langsung mengambil sambel itu duluan dan langsung menuangkan sambel tsb ke dalam bakso anggri dengan sedikit sekali.


"Iih pak, kok dikit bgt sih, tadi saus nya uda dikit, masa ini sambel nya dikit juga. Yaa kali saya makan rasanya manis doang" rengek anggri dengan memasang wajah cemberut


"Ga boleh kebanyakan makan sambel" jwb kevin dengan santai


"Yaa tapi kan ga gtu juga!" Ucap anggri dengan nada kesal


"Uda makan itu aja, keburu dingin" jwb kevin dengan santai


"Apaansih, ga jelas bgt jd manusia" kata anggri dengan melahap bakso nya dengan kasar


Kevin hanya menatap anggri dan ada rasa lega di hati nya, karna anggri tak mencoba untuk mengambil saus atau sambel nya yg tadi.


...


Setelah selesai makan, kevin mengajak anggri dan angga untuk berjalan-jalan sebentar mengelilingi kampus.


Ada berbagai macam penjual makanan di pinggir jalan.


Di tambah lagi penjual makanan yg berada di kampus adalah makanan kesukaan anggri semua.


Anggri menarik narik baju kemeja yg dikenakan kevin. Kevin menoleh ke arah anggri sambil berkata "ada apa?"


"Itu!" Kata anggri sambil menunjuk penjual minuman berwarna yg di lengkapi dengan es serut


Kevin langsung berjalan ke arah penjual.


"Mas, es nya berapaan ya?" Tanya kevin


"5ribu mas" kata penjual es tsb


"Tolong 1 di bungkus ya mas" kata kevin sembari melihat ke arah anggri yg kesenangan


Penjual itu pun langsung membuatkan es serut berwarna permintaan kevin. Setelah selesai, kevin memberikan es serut itu kepada anggri. Anggri mencoba nya dengan sangat bahagia, ia seperti anak tk yg di belikan sesuatu dan langsung senang.


Angga hanya dapat tersenyum melihat kebahagian anggri saat itu.


"Anggri bahagia banget sama pak kevin, gue gamau ganggu ah" gumam angga dalam hati


"Iih mau kemana ngga?" Tanya anggri yg merasa kecewa angga akan meninggalkannya bersama kevin


"Gue ada urusan sama nyokap" kata angga berteriak sambil melambaikan tangan dari kejauhan.


"Oh" ucap anggri yg membulatkan mulut nya pelan


Setelah itu kevin mengajak anggri untuk mampit ke tempat perbelanjaan. Disana tampak baju² sederhana tapi tampak cantik. Sepatu² kekinian anak seumuran anggri dan tas² mungil tampak terpampang jelas disana.


Anggri melepas gandengan kevin dan berjalan menuju tempat penjual sepatu.


Ia tampak memegang beberapa sepatu untuk melihat-lihat.


"Kevin, ini bagus ga?" Tanya anggri yg melihat kevin hanya memperhatikannya


"Bagus!"


"Ahhmmm tapi ini ada bling² nya, aku ga suka" ucap anggri lalu meletakkan sepatu itu ke tempat semula


Anggri kembali memilih sepatu untuk dia berkuliah. Ia kembali tertarik dengan sepatu yg memiliki hak tinggi.


"Ini gimana?" Tanya anggri kembali sambil mengangkat sepatu itu ke hadapan kevin


"Bagus"


"Mbak ini satu ya" kata anggri kepada penjaga toko dan ia kembali melihat lihat.


"Yg ini boleh ga?" Tanya anggri sambil menunjukkan sepatu high hils yg lumayan tinggi.


"Ga! Kamu jelek pakai itu" ucap kevin


"Dih, kalo gamau yaudah gausah bilang jelek juga" gerutu anggri lalu mengembalikan sepatu tsb ke tempat semula.


Lalu anggri menuju ke toko pakaian yg sama, toko tsb adalah cabang dari toko penjual sepatu tadi.


Ia tampak memilih beberapa baju yg akan ia gunakan saat berkuliah nanti. Sedangkan kevin hanya tampak memperhatikan gerak gerik anggri dari arah kejauhan, ia tampak lelah menemani anggri berbelanja, tetapi demi anggri apa pun akan ia lakukan.


Anggri tampat tertarik dengan dress selutut berwarna biru dongker dan jika ia memakai nya, maka akan menampakkan bahu mulus nya.


"Kalo aku makai dress ini, di masukkan kedalam celana jeans, lalu memakai sepatu td dan rambut di gerai, mungkin akan terlihat cocok" gumam anggri di depan kaca sambil menempelkan baju tsb kebadan nya.


"Kamu mau itu?" Tanya kevin yg melihat anggri berdiri di depan kaca


"Hm"


"Ga boleh! Pilih yg lain" ucap kevin dengan nada tegas


"Aku suka kok" tolak anggri dengan nada santai


"Pilih yg lain" ucap kevin kembali


"Ga! Aku mau yg ini" tolak anggri kembali dengan nada penekanan


Kevin tiba² mengambil baju itu dan meletakkan kesembarang arah, ia menarik tangan anggri ke kasir untuk membayar sepatu yg td sudah di pesan oleh anggri.


"Mbak, sama dress putih yg di situ tu, tolong juga di hitung ya" tunjuk anggri ke arah dress yg di lemparkan kevin td


"Gausah mbak, yg ini aja" larang kevin kepada mbak² penjaga toko


Anggri hanya dapat diam seribu bahasa daripada harus berdebat dengan kevin di tempat umum seperti itu.


Setelah melakukan pembayaran, anggri langsung berjalan menaiki mobil tanpa berkata-kata sedikit pun kepada kevin.


Kevin yg melihat anggri seperti itu mencoba untuk membiarkannya dulu.