
Setelah menghapus make up kevin. Kevin berpamitan pulang kepada anggri karena waktu sudah hampir malam.
...
Esok nya anggri dan angga menghadapi hari² yg sama.
Belajar, ujian, setelah ujian pulang dan belajar lagi. Itulah hal² yg mereka lakukan selama seminggu.
...
Setelah selesai ujian, angga meminta anggri untuk menemani nya ke bandara. Yaa bandara yg berada di jakarta yaitu Bandara Soekarno Hatta.
Anggri menemani angga untuk pergi ke Jerman karena ujian semester pertama telah selesai di lakukan.
"Angga" panggil anggri dengan menundukkan wajahnya
"Hm" jwb angga sambil menoleh ke arah anggri
"Nunggu hasil ujian keluar aja ya pergi nya" pinta anggri yg memberanikan mengangkat wajah nya
"Hehe gua harus ngurus yg lain disana nggri, sorry deh" ucap angga sambil mengacak acak rambut anggri
"Anggaaaaa" panggil anggri dengan nada rengek sambil merangkul lengan angga yg duduk di samping nya.
"Masa lu tega sih ninggalin gue di sini, lu ga sayang kan sama gue makannya ninggalin" ucap anggri kembali sambil menangis
"Gue sayang sama lu lah ****" kata angga sambil menepuk pelan jidat anggri
"Terus kalo sayang kenapa pergi?"
"Karna gue harus belajar" jwb angga dengan nada santai
"Haaaaa tukan hiks hiks hiks, pokoknya ga boleh pergi" kata anggri sambil menangis dan merangkul lengan angga.
Mereka duduk di tempat yg sudah tersediakan untuk para keluarga menunggu.
Disana anggri sama sekali tak mau melepaskan angga. Sungguh berat rasanya harus merelakan sahabat satu² yg berada di dekat anggri harus pergi karna pendidikan.
Sebenarnya angga juga tidak ingin pergi ke jerman. Cuman di karenakan angga juga ingin move on dari anggri, maka mau tidak mau angga harus menempuh itu.
"Beneran?" Tanya anggri sembari melonggarkan tanggannya yg merangkul lengan angga
"Iya, palingan sekitar 4 tahunan gtu lah" jwb angga enteng
Anggri kembali menangis sekencang-kencang nya. Angga berusaha untuk menenangkan anggri. Setelah beberapa lama anggri pun diam.
"Nanti gue bakal sering² vc sama lu kok, lagian disana juga ada david sama clarissa juga kan" bujuk angga perlahan agar anggri dapat membiarkannya pergi ke jerman
"Terus orangtua lu yg di bandung gimana?"
"Mereka tetap disana"
"Oh" ucap anggri sambil membulatkan mulut nya
"Tapi beneran yaa, ga lama!" Kata anggri kembali memastikan
"Iya janji! Gue kan disana belajar, gue pengen jd dokter."
"Dokter apa?" Tanya anggri yg sudah melepaskan tanggannya
"Dokter bedah hati, biar lu gue masukin ke hati gue" ucap angga sambil tertawa dan menunjuk dadanya.
"Paansih" kata anggri sambil memukul dada angga pelan dan ada seringai tawa di bibirnya
Setelah adegan dramatis antara angga dan anggri di bandara. Akhirnya waktu kepergian angga 30 menit lagi. Angga bersiap-siap untuk meninggalkan anggri.
Ia memeluk anggri dengan sangat erat meskipun itu hanya sebentar. Angga mengecup kening anggri sekilas lalu pergi meninggalkan anggri yg masih mematung.
Sedangkan dari arah kejauhan, tampak kevin sedang mengamati kejadian tsb.
Anggri keluar dengan keadaan kepala menunduk sambil berusaha menghapus airmata nya.
Tak sengaja ia menabrak seorang laki² yg sedang berdiri di tepi jalan dekat bandar itu.
"Hm maaf pak. Saya ga sengaja!" Kata anggri yg langsung mendongakkan kepalanya.
Ia melihat dari bawah sampai ke atas. Tak disangka orang yg di tabrak oleh anggri adalah kevin.