YOU AND HIM

YOU AND HIM
Marah



Di perjalanan anggri masih tak mau berbicara. Sesekali kevin melirik ke arah anggri.


Pandangan anggri tetap masih fokus ke luar jendela.


Sampai-sampai hentian mobil kevin membuat anggri menoleh ke arah kevin.


"Kenapa berhenti?"


"Kamu kenapa diem?" Tanya balik anggri sehingga membuat anggri tak berkutik. Ia kembali membuang arah wajah nya keluar jendela seakan mengabaikan pertanyaan kevin.


Kevin meraih tangan anggri yg hendak mengambil ponsel miliknya di tas yg terletak di jok mobil.


Angggri berusaha untuk melepaskan tangannya tetapi kevin semakin kuat menahannya.


"Kamu marah sama saya?" Tanya kevin sambil menatap tajam ke arah anggri


"Ga" ucap anggri sembari masih memberontak


"Anggr. Dengerin saya!" Kata kevin yg melepas tangan anggri dan mendekatkan wajah nya ke wajah anggri.


Anggri spontan memundurkan kepalanya.


"A.. apa?" Tanya nya terbata bata


"Saya ngelakuin ini demi kebaikan kamu. Cihh saya gamau badan kamu jd tontonan orang² di sekitar kamu. Oh ya masalah makanan tadi. Saya juga ga suka kamu makan saus banyak bgt. Saya cuman gamau kamu sakit." Ucap nya dengan lirih


Anggri masih tertegun dengan ucapan kevin barusan. Ia menelan saliva nya. Ia tak pernah berpikir sampai kesitu. Di pikirannya hanya kevin adalah seseorang yg mengatur hidup nya.


Setelah berkata seperti itu, kevin yg tak mendapatkan respon apapun dari anggri, menghidupkan kembali mesin mobil nya dan berjalan menuju rumah.


Sesampai di rumah, anggri menawarkan kevin agar singgah dulu ke rumah nya karena merasa tak enak akibat perbuatannya tadi.


"Ma, pa, anggri pulang" teriak anggri.


Tetapi anggri tak mendapatkan sautan apapun. Suasana rumah hening hanya ada pembantu rumah tangga mereka yg turun dari atas untuk menyambut anggri.


"Mama sama papa mana bik?" Tanya anggri seraya meletakkan tas nya di sofa tamu


"Mama sama papa lagi keluar kota kak" kata pembantu itu.


Anggri hanya menganggukkan kepala nya lalu memerintah kan kepada mbak ina yaitu pembantu mereka untuk membuatkan jus orange dingin.


Kevin yg sedari duduk di sofa tamu hanya memperhatikan anggri dari kejauhan.


"Apa liat²!" Ucap anggri memecah lamunan kevin


Kevin langsung tersenyum ke arah anggri yg mengingkat rambut nya dengan asal²an itu.


Anggri memenuhi permintaan kevin. Ia mengambil laptop yg berada di dalam tas nya.


"Pak, bantuin saya ngerjain tugas dong" pinta anggri


"Kamu kan punya tangan, di kerjain sendiri dong"


"Cihhh padahal dia uda janji mau bantuin kalo ada tugas" gumam anggri dalam hati.


Dari arah kejauhan, mbak ina membawa nampan yg berisi 2 gelas jus orange.


"Ini kak, mas minumannya. Bibi tinggalin gapapa ya"


"Iya bik, gapapa" ucap anggri


...


Anggri masih fokus mengerjakan tugas nya melalui laptop. Ia mengabaikan kevin yg setia menunggu anggri di sofa.


"Huh ya tuhan" gerutu anggri


"Kenapa anggri?" Tanya kevin


"Pak bantuin dong, kan uda janji" rengek anggri


"Mana coba saya liat" kata kevin sambil menyodorkan tangannya dan anggri memberi laptop nya.


"Oh ini sih gampang" ucap kevin dengan santai


"Kalau gampang mah di kerjain" jwb anggri kesal karena seolah olah kata² kevin meragukan kepintarannya.


Kevin berpindah duduk di bawah yg beralaskan karpet berbulu dan meletakkan laptopnya di atas meja kecil. Sedangkan anggri pindah duduk di sofa dan memainkan ponsel nya sebentar.


Ia melipat kaki nya sehingga tepat di bawah nya adalah kevin.


Anggri meletakkan ponsel nya karena melihat kevin yg kecapek'an akibat tugas nya. Ia menurunkan kaki nya tepat di samping bahu kanan dan kiri kevin.


Ada kejahilan yg terbentuk di otak nya.


"Pak, kalo saya jahil dikit gapapa ya" ucap nya dengan ragu


"Hmm" jwb singkat kevin yg masih fokus mengerjakan tugas anggri.


Anggri tertawa penuh kemenangan saat kevin mengizinkan nya.