
"Pak, sama izin pulang sama angga yaa." Kata anggri sambil mengangkat tangan memohonnya
"Hm boleh."
"Serius pak" tanya anggri yg sudah kesenangan
"Asal nilai angga jadi taruhannya"
"Euhhh" dan seketika mimik wajah anggri berubah drastis menjadi cemberut.
"Ngga, lu pulang aja, gua di bantai disini" ucap anggri dengan kesal
Angga menuruti permintaan anggri dengan menggerutu di mulut nya.
Ia juga kesal dengan dosen tsb, ia jd harus menjaga jarak dengan anggri padahal sebelum ada nya dia, angga dan anggri baik² saja.
Angga pindah ke jerman bukan semata-mata ia hanya ingin mengejar impiannya, tetapi karna ia juga ingin melupakan anggri yg sudah bertunangan dengan pak kevin. Yaa pasti nya kecewa!.
Tetapi mau bagaimana? Ia juga takut untuk mengutarakan perasaanya ke anggri.
Dengan rasa penyesalan ia akan pergi ke jerman menuntut ilmu.
Sedangkan di parkiran kevin dan anggri masih berdebat soal larangan ia pulang dengan angga.
Anggri malas menanggapi kevin, ia langsung membuka dan menutup pintu mobil dengan keras. Kevin hanya membiarkan apa yg di lakukan gadis nya itu.
...
Di rumah:
Anggri langsung ke kamar dan melewati mama papa nya tanpa menyapa. Sedangkan kevin menyalami kedua orangtua anggri tsb dengan senyum ramah.
"Kalian berdua berantem lagi?" Tanya mama rita
"Hm engga tan" bohong kevin
"Tan, saya boleh ke atas sebentar mau bicara sama anggri?" Ucap kembali kevin
"Boleh. Tapi jangan lama² di kamar yaa!"
"Iya tan makasih"
Kevin dengan cepat ia ke atas untuk ke kamar anggri.
Tok... Tok... Tok
"Anggri, ini sama kevin mau ngomong sebentar sama kamu"
"Gaada orang" bantah nya
"Anggri, sebentar saja"
Ceklek
"Masuk!" Kata anggri setelah membuka pintu
"Apa?" Tanya anggri
"Pikir sendiri, punya otak kan."
Sejenak kevin terdiam dengan perkataan kasar anggri. Ia menunduk seolah sedang mencari kata yg pas untuk di bicarakan.
"Kalau uda gaada yg mau di bahas, bapak bisa pergi dari kamar saya" kata anggri dengan menunjuk pintu dan hendak duduk di ranjang nya.
Kevin menarik tangan gadis itu "sampai kapan kamu akan membenci saya?"
"Sampai bapak membatalkan tunangan ini" kata anggri sambil melepas genggaman tangan kevin
"Kita sudah bertunangan" kata kevin dengan nada rendah dan tampak frustasi
"Saya ga peduli, itu urusan bapak" kata anggri sambil membaringkan diri nya di tempat tidur
"Anggri, saya mencintai kamu"
"Ga denger" kata anggri yg memakai aerphone lalu berpura-pura tidur
Kevin berjalan menuju pinggir tempat tidur. Ia duduk di samping anggri yg sedang berpura-pura tidur tsb.
Kevin melepas aerphone yg di pakai anggri. Pemakaian terlalu lama secara terus menerus dapat menyebab kan ketulian bagi pemakai nya.
Anggri tetap berpura-pura tidur.
Kevin mematikan musik di ponsel anggri lalu menyelimuti nya dengan kain.
"Saya pamit pulang yaaa" bisik kevin di telinga anggri lalu mencium kening anggri dengan lama.
Anggri ingin sekali memberontak tetapi ia sedang menjalankan misi nya yaitu berpura-pura untuk tidur.
Kevin segera bergegas untuk keluar tetapi anggri menangkap tangan kevin, ia kaget dan membalikkan badannya ke arah anggri. Kevin kemudian duduk lagi di pinggir ranjang samping anggri.
"Ada apa?" Tanya kevin sembari memegang tangan anggri
"Maaf buat perkataan kasar saya tadi pak" kata anggri yg beranjak ingin mengubah diri nya untuk duduk
"Tidak apa², saya mengerti sifat di usia kamu" kata kevin dengan senyum ramah nya
"Bapak kenapa bisa cinta sama saya sih?"
"Saya tidak tau"
"Masa bapak gatau?"
"Iya saya gatau, saya nyaman aja dekat kamu"
"Nyaman? Perasaan selama ini saya kurang ajar sama bapak" kata anggri dengan mengangkat ujung kanan bibir nya
"Saya tau kamu baik" kata kevin dengan singkat seolah olah sudah mewakili semua pertanyaan anggri.
Sejenak anggri terdiam dan memperhatian raut wajah kevin.
"Pak kevin ganteng sih, bibir nya pink, hidung nya mancung, bola mata nya coklat, kalo gue terimah bisa kali yaa, apa coba aja dulu, lumayan juga dokter" gumam dalam hati anggri
Kevin yg melihat anggri dengan tatapan heran menjentikkan tangannya di depan anggri. Sontak membuat gadis itu sadar akan lamunan nya.