
Setelah beberapa saat, mama anggri dan papa nya datang kerumah sakit untuk menjenguk kevin.
"Wahhh, makin aja ya nak kevin." Kata mama rita yg melihat kevin menggenggam tangan anggri.
Anggri yg langsung beralih ketangan nya langsung berusaha untuk melepas nya, namun kevin tak mengizinkannya.
"Uda, ga usah di lepas" kata mama rita yg melihat gerak gerik anggri
"Maaaaaaaa" kata anggri rengek
Mama rita hanya memberi senyum bahagia.
Mama rita, papa gunawan dan mama monic memutuskan untuk berbincang-bincang di luar karena takut mengganggu istirahat kevin.
Sedangkan di dalam, anggri hanya diam menatap dosen nya itu. Sesekali ia tetap memberontak agar tangannya di lepas karna sudah berkeringat tetapi tak di hiraukan oleh kevin.
Drettt... drett... drett...
Ponsel milik anggri bergeming sehingga membuat kevin menoleh ke arah nya.
"Siapa?" Tanya kevin
"Angga" jwb anggri
"Oh" kata kevin yg langsung membuang wajah nya ke sembarang arah.
Anggri mengangkat telepon dari angga dan ingin beranjak dri kursi agar kevin tak dapat mendengar nya.
"Disini aja" kata kevin yg menarik tangan anggri ketika ingin beranjak pergi.
Anggri dengan terpaksa mengiyakannya. Ia kembali duduk dengan tangan masih di genggam oleh kevin.
"Hallo" kata anggri
"Sorry nih, gue lg di rumah sakit" kata anggri kembali setelah angga berbicara
"Bukan gue, ada sodara yg sakit, gue disuruh nemenin" kata anggri kembali
"Yaa maaf yaa, gue ga bisa nemenin elu" kata anggri yg menatap kevin sekilas
"Gue tutup dulu yaa"
Anggri langsung menutup telpon nya dri angga. Dan mendapatkan tatapan tajam dari kevin.
"Angga bilang apa sama kamu?" Tanya kevin
"Cuman minta nemenin bikin passport"
"Dia mau kemana?"
"Ke jerman, ngelanjutin kuliah kedokteran disana"
...
Dokter dan suster memasuki ruangan kevin untuk memeriksa kembali keadaan kevin.
Setelah selesai mereka menyuruh kevin agar menginap sehari di rumah sakit agar pulih total.
Keadaan kevin memang tidak terlalu parah, ia hanya mengalami pendarahan di kening karena terkena setir mobil saat menghantam trotoar jalan.
Anggri yg masih setia duduk di sebelah kevin hanya menganggukan kepala ketika dokter berbicara kepada nya dan hanya menebar senyum.
Dari arah pintu, mama monic dan mama rita dan papa gunawan datang menghampiri anggri yg sedang duduk.
"Anggri, mama uda denger dri dokter kata kevin harus nginap sehari disini, mama boleh mintak tolong sama kamu!" Kata mama monic
"Minta tolong apa ya tan?" Kata anggri
"Tolong jagain kevin yaa, tante ada urusan arisan malam ini" kata mama rita
"Tapi ma..." kata anggri terputus yg langsung di sahut oleh mama rita
"Anggri. Kamu jagain dong tunangan kamu" kata mama rita
"Jangan yg aneh² yaa nak kevin" kata papa gunawan
Kevin hanya mengangguk dan menebar senyum penuh kemenangan saat itu sedangkan anggri memasang wajah cemberut karna ia harus mengerjakan tugas nya malam ini juga.
Mama dan papa anggri pun meninggalkan anggri dan kevin di ruangan itu. Kemudian di ikuti oleh mama monic yg meninggalkan mereka juga.
Anggri yg merasa bosan karna hidup nya begitu² saja, ia kembali mencoba untuk melepaskan tangannya dari genggaman kevin yg sedang tertidur.
"Ih ya tuhan bantu aku." Gumam anggri dalam hati sambil melepaskan tangannya perlahan agar tak membuat kevin terbangun.
Tetapi kevin yang menyadari tingkah laku anggri langsung membuka mata nya dan sontak membuat anggri terkejut.
"Kamu mau kemana?" Tanya kevin yg semakin mengeratkan genggaman nya
"Ya ampun pak, dari tadi bapak itu megang tangan saya sampe berkeringat noh. Saya mau pulang" kata anggri dengan nada sedikit kesal
"Kamu mau pulang terus ninggalin saya sendiri disini" kata kevin sembari melepas tangan anggri dan mengubah posisi tidur nya agar duduk di ranjang itu
"Saya mau ngambil tugas dri bapak, kan besok harus di kumpul" kata anggri yg membantu kevin untuk duduk
"Kamu disini saja nemenin saya, masalah tugas, nanti saya yg atur"
"Serius pak!" Kata anggri kegirangan dan langsung duduk di pinggir ranjang.
Kevin hanya mengangguk dan menatap anggri dengan senyumannya.