
"Bapak beneran serius sama saya?"
"Iya saya serius, kalau ga serius ga mungkin saya melamar kamu"
"Hmm" kata anggri yg masih gugup untuk mengatakannya
Kevin masih menunggu apa yg akan di katakan oleh anggri.
"Hmm saya akan nerima bapak jadi tunangan saya dengan ikhlas"
"Serius kamu" kata kevin denga kegirangan
"Iya, tapi ada syarat nya"
"Apa?"
"Bapak harus bantuin saya setiap ada tugas, bapak harus bantuin saya nyelesaiin skripsi nanti." Pinta nya
"Cuman itu saja?"
"He'em" kata anggri dengan anggukan kepala
"Iya saya akan bantu kamu" ucap kevin dan meregangkan tangannya untuk anggri memeluk nya. Ia sangat rindu kenyamanan dari diri anggri.
Dari sekian adegan romantis, kevin sangat menyukai di peluk oleh seseorang, bagi nya di peluk akan menghilangkan beban hidup nya dan mengobati lelah nya.
"Apa?" Tanya anggri yg bingung karna kevin meregangkan tangannya.
"Peluk" kta kevin dengan senyum ramah nya
"Bapak gilak ih, nanti orangtua saya lihat" tolak anggri
"Kamu ga sopan sama saya yaa" kata kevin sambil mencubit pipi anggri.
"Bapak duluan ga sop..." kata anggri yg terpotong karna kevin memeluk nya.
"Seperti ini sebentar saja, saya capek" kata kevin yg memeluk anggri. Kepala nya di hadapkan ke leher anggri sehingga nafas kasar nya terasa di tubuh anggri.
Anggri membiarkan nya saja, tampak merah merona di pipi anggri, bukan karna kepanasan tetapi karna sangking deg-deg'an nya jantung nya.
"Smoga kevin engga denger suara jantung gue" gumam anggri dalam hati
"Detak jantung kamu terlalu cepat, kamu bisa sesak nafas nanti" kata kevin lalu melepaskan pelukannya.
"Ha ehh" kata anggri sambil membuang wajah nya ke sembarang arah.
"Yasudah, saya pamit pulang yaa" kata kevin yg mengacak-acak rambut anggri
Anggri tak banyak bicara, ia hanya menganggukkan kepala nya memberi isyarat iya.
...
Di perjalanan arah pulang kevin sangat kegirangan, ia menyanyi, menari sendiri di dalam mobil. Ia melajukan kendaraan nya dengan santai.
Tibatiba dari arah berlawanan nampak sebuah mobil truck dengan kelajuan cepat menghantam mobil kevin.
Kevin membanting setir ke arah trotoar dan mobil truck tsb menabrak mobil lainnya yg ada di jalur lain.
Kepala kevin terbentur setir dan muncul darah bercucuran di sana.
Para pengguna jalan yg melintas hanya melihat tak berani membantu sampai ada petugas kepolisian yg datang.
Polisi memanggil ambulance untuk mengantarkan para korban ke rumah sakit. Polisi mengambil ponsel kevin, dan polisi menghubungi kontak yg baru saja di hubungi oleh kevin.
...
Ponsel anggri berdering atas nama kevin
"Baru juga ketemu, uda nelpon aja" gerutu anggri.
Ia pun segera menekan icon hijau di ponsel nya.
"Hallo, selamat siang. apa benar ini dengan saudara anggri?" Tanya salah satu anggota kepolisian.
"Iya saya anggri, ini siapa ya?
"Saya dari pihak kepolisian ingin memberitahu, bahwa saudara yg bernama kevin mengalami kecelakaan yg terjadi di jalan X. Saya harap saudara anggri bisa mengunjungi nya di rumah sakit S!"
"Oh iyaiya pak, saya kesana! Terimahkasih pak" kata anggri dengan airmata yg sudah membasahi pipi nya. Ia segera mengambil tas miliknya dan tak mengambil pusing tentang pakaiannya. Ia berlari menuruni anak tangga sambil menangis. Mama rita yg melihat itu bertanya kepada anak nya.
"Kamu mau kemana nggri? Kok nangis" tanya mama rita yg memberhentikan langkah anak nya
Suara isakan tangis masih membaluti anggri sehingga membuat ia sulit untuk berbicara.
"Ma heeemmmm" kata anggi yg masih menangis
"Kevin maa."
"Kevin kenapa sayang?" Tanya mama rita sambil menenangkan anak nya
"Kevin kecelakaan" kata anggri dengan suara isak tangis memecah kesunyian dirumah itu
"Apa! Kevin kecelakaan"
"Iya ma, anggri mau ke rumah sakit dulu" kata anggri yg tak menghiraukan mama nya yg masih mematung