YOU AND HIM

YOU AND HIM
First kencan



"Anggri, kenapa kamu berpakaian seperti itu? Kata papa gunawan yg melihat anak gadis nya berpakaian rumah.


Anggri hanya membalas dengan senyum dan menatap kevin yg sedang berdiri menunggu nya.


"Ayo pak, kata nya mau jalan²?" Ucap anggri yg mengalihkan pertanyaan papa nya.


"Kamu berpakaian seperti ini?"


"Iya bapak ga suka? Yaudah ga usah jalan²" ucap anggri dengan nada santai dan ingin berjalan kembali ke kamar nya. Tetapi kevin mencegah anggri dan mereka pun menaiki mobil kevin.


Di perjalanan anggri hanya asik membaca novel nya dan aerphone di telinga nya.


Kevin sesekali melihat anggri dan paha anggri yg terpampang jelas disitu.


Lalu lintas sangat padat dan ketika di lampu merah, kevin kembali melihat ke arah anggri yg masih fokus membaca novel nya.


Kevin mengambil jas nya yg ada di kursi belakang untuk menutupi paha putih anggri tsb.


"Buat apa pak?" Ucap anggri yg kaget sudah ada jas di paha nya


"Tutupin paha kamu!" Pinta kevin


Anggri kembali membaca novel nya, di perjalanan mereka tampak hening dan tak ada satu kata pun yg keluar.


"Pak kita mau kemana?" Tanya anggri sambil meletakkan buku dan melepas aerphone nya


"Mau nya kamu kemana?"


"Cafe saya aja ya"


"Kamu punya cafe?"


"Hmm"


"Tapi saya tidak tau dimana?"


"Lurus aja terus belok kiri, di perempatan sudah sampai" kata anggri cuek.


Setiba disana, anggri di sambut baik oleh pelayannya.


"Loh mbak, ini siapa? Kata pelayan itu sambil tersenyum ke arah kevin


"Oh dia abang saya yg kuliah di luar negeri, jd ga keliatan" kata anggri cuek dan sambil melotot ke arah kevin


"Wahhh tampan yaaa, tapi kok ga mirip!"


Kevin yg menahan amarah nya menatap tajam anggri, perempuan itu tak berkutik. Ketika para pelayan lain juga ikutan melihat ketampanan kevin. Kevin tersenyum sini dan mempunyai rencana.


"Maaf, mungkin anggri masih malu mengatakannya kepada kalian. Saya kevin, calon suami anggri" kata kevin sambil merangkul anggri


"Wahhh, calon suami mbak anggri tohh" kata pelayan itu rata² dan masih terkesima dengan ketampanan kevin.


...


Tok tok tokk


"Anggri, ini saya kevin. Tolong buka pintu nya" kata kevin dengan lembut


"Anggrii" ucap kembali kevin.


Anggri yg membaringkan diri nya di tempat tidur pun beranjak mendekati pintu untuk membuka nya.


"Selamat datang. Silahkan masuk tuan muda!" Ucap anggri dengan wajah malas. Kevin hanya tertawa kecil melihat kelakuan anggri saat itu.


Anggri kembali ke tempat tidurnya dan asik membaca novel.


Kevin lebih memilih untuk duduk di sofa dan memainkan ponsel nya.


Sesekali ia memperhatikan anggri dan kembali memainkan ponsel nya. Dan begitu pun juga anggri.


"Anggri" panggil kevin dan anggri hanya mendongak ke arah kevin


"Ini beneran cafe kamu? Bagus yaa!"


"Iyalah ini cafe aku, pake duit sendiri tau" ucap anggri dengan sombong


"Oh" kevin hanya membulatkan mulut nya


Mereka sempat terdiam dan anggri masih memutar-mutar bola mata nya seakan-akan sedang berpikir tentang apa yg harus di bicarakan.


"Pak, bantuin saya ngerjain tugas dong" ucap anggri yg mata nya masih fokus membaca novel


"Tugas apa?" Kata kevin beranjak dri sofa dan duduk di pinggir ranjang


"Yaa tugas dari bapak lah, masa ia tugas dri mama" kata anggri sambil merubah yg td tidur kini duduk mengarah ke arah kevin


"Kamu punya 2 tangan dan sepasang otak yg berakal. Kamu bisa mengerjakannya"


"Hissss" ucap anggri dengan mata sinis dan kembali membaca novel.


Kevin mengambil paksa novel anggri dan anggri terbelalak dengan itu.


"Kembalikan!" Seru anggri masih dengan nada santai


"Kembalikan" kata anggri kembali dengan nada penekanan.


Kevin tak kunjung memberi novel tsb


"Kembalikan" ucap anggri dengan sedikit berteriak. Tetapi kevin menaikan buku itu ke udara sehingga anggri tak bisa menggapainya.