YOU AND HIM

YOU AND HIM
Ujian Semester 1



"Gila yaa, uda mau ujian aja" kata anggri yg menggerutu kesal ke angga


Angga yg melihat anggri yg tiba² marah karena ujian hanya menepuk-nepuk kepala anggri.


Puk... puk... puk...


"Ngga lu tau ga?" Tanya anggri yg menoleh ke arah angga yg duduk di sebelah nya


"Engga" jwb angga datar


"Berarti lu ****** kalo gatau"


"Dihhh nih bocah yak" kata angga sambil tertawa pelan.


"Jd nih, tau apaan?" Tanya angga kembali


"Hm........" kata anggri sambil berpikir


"Apa?" Tanya angga yg kebingungan


"Hm...." jwb anggri kembali sambil melihat ke atas seperti orang berpikir


Angga tetap masih menatap wajah anggri penuh tanda tanya. Sedangkan anggri masih berpikir di dalam otak nya.


"Paansih lu nggri, lama bat dah!" Kesal angga


"Anggaaaaaaaaaaaaa" kata anggri dengan manja sembari beranjak dri tempat duduk nya.


"Apa?" Tanya angga pelan. Anggri menghampiri nya dan ia malah jongkok di hadapan angga sembari merangkul kaki angga.


"Hei, lu gila kah? Berdiri ga!" Perintah angga karna banyak orang yg melihat ke arah mereka


Anggri berdiri dan langsung memeluk angga.


Ia memeluk angga dengan erat, tak memperdulikan orang lain bahkan tak memperdulikan kalau kevin bisa saja melihat kejadian itu.


Anggri menangis pelan, mata nya berkaca-kaca. Angga hanya dapat mengelus-elus kepala anggri.


"Hiks hiks jangan pergi" kata anggri dengan suara serak yg masih memeluk angga.


"Gue ga lama, palingan 3tahun atau 5tahun" jwb angga yg mengerti maksud dari temen nya itu


"Aaaaaaaaaaaaa aaaa itu lama bgt ******" kata anggri sambil memukul bahu angga


"Iya di lepasin dulu dong, ga bisa nafas ini gue beneran"


Anggri langsung melepas pelukan nya, ia menarik kursi agar dekat dengan angga dan mendengar penjelasan angga.


"Jd gini nggri, lu tau kan! Gue abis ujian ini gue bakal kemana?!"


Anggri menjawab hanya mengangguk-anggukan kepalanya, di mata nya masih tampak airmata yg baru saja ia hapus.


"Nah, mungkin gue bakal disana tu kira² 3, 4 atau 5 tahunan gtu, dan gue kaya nya ga bakal pulang ke indo" kata angga dengan santai


"Aaaaaaa haaaaa aaa kok gtu sihhhhh" kata anggri dan seketika tangis nya pecah


"Hei dengerin dulu" kata angga sambil memeluk anggri berharap dengan itu anggri bisa menjadi lebih tenang


"Gamau hiks hiks"


"Mbak anggri nya kenapa ngga?" Tanya ibu kantin yg merasa heran melihat kelakuan siswa di kampus itu


"Gapapa mbak, dia cuman cengeng aja gamau di tinggal pergi"


"Ooooh gtu ya, lagian nak angga, siapa sih yg mau di tinggal? Ada² aja kamu!" Kata ibu kantin dengan nada mengejek


"Iya yakan mbak, gaada tuh yg mau di tinggal" sahut anggri yg tiba² menyambung pembicaraan mereka.


Ibu kantin hanya dapat tersenyum melihat kejadian itu, sedangkan anggri masih menangis terseduh seduh di dada angga. Angga masih tetap menenangkan anggri.


Sedangkan dri arah kejauhan, kevin sedang memperhatikan mereka. Tatapannya penuh selidik, seolah olah ingin memakan wajah seseorang.


...


Beberapa menit setelah itu, anggri sudah tampak tenang. Angga sudah menceritakan sedetail detail nya kepada anggri, sehingga membuat gadis itu mengerti.


Mereka memasuki kelas mereka seperti biasanya. Tampak di dalam kelas sudah ada kevin yg siap memberi arahan untuk ujian semester 1 ini.


...


"Semua nya sudah masuk?" Tanya kevin ke semua mahasiswa yg berada di dalam ruangan itu


"Sudah pak" jwb serentak siswa tsb


Kevin menjelaskan materi nya seperti biasa. Ia tampak berbeda ketika di rumah. Di rumah ia tampak manja sedangkan di kampus, ia tampak gagah, maco dan berwibawa, apalagi ketika ia mengenakan jas kedokteran milik nya.


Kevin beberapa kali sekilas melihat anggri yg asik mengobrol dengan angga. Meskipun kevin sedang menjelaskan materi, anggri tetap masih asik bercerita dengan angga, tetapi angga hanya menatap ke arah depan dan mengabaikan anggri yg selalu saja mengganggu nya.


"Anggri, sebentar lagi kita akan ujian. Tolong serius dalam mendengarkan materi saya" kata kevin sontak membuat satu kelas menatap anggri


"Eh iya pak, maaf" kata anggri sambil menunduk malu